Menyiapkan Masa Depan Anak Bersama Chil-Go!

Masa depan anak-anak tentu tidak lepas dengan namanya cita-cita. Ada beragam jawaban ketika anak-anak ditanya tentang apa cita-cita mereka kelak. Jadi pegawai bank…itu cita-cita Kinar..jadi pramugari..itu cita-cita Nares. Lain hari ditanyakan atau mereka sendiri bercerita..beda lagi cita-citanya.

No problem.. Yang jelas sih..apapun cita-citanya..mereka harus menyelesaikan berbagai macam jenjang pendidikan. Sekarang masih SD..jadi perjalanan menuju cita-cita mereka masih panjang. Banyak hal yang bisa berubah dalam perjalanan anak-anak. Dan menjadi tugas saya untuk menyiapkan segala sesuatunya agar cita-cita mereka tercapai, termasuk persiapan pembiayaan.

Urusan pembiayaan ini memang bukan perkara gampang. Mengingat biaya pendidikan di Indonesia umumnya naik 7%-15% setiap tahunnya. Meskipun saya tinggal di daerah yang biaya pendidikannya relatif lebih murah dibanding di kota besar, kecenderungan terhadap kenaikan biaya itu sama. Naik terus setiap tahunnya.

Ada beberapa tips dari perencana keuangan independen dari ZAP Finance, Prita Hapsari Ghozie yang bisa dilakukan dalam menyiapkan bekal masa depan anak, diantaranya :

  • Mendiskusikan pendidikan anak sejak anak masih dalam kandungan. Lakukan survei dengan mendatangi sekolah-sekolah yang ada atau datang ke pameran pendidikan yang mulai banyak diselenggarakan.
  • Lakukan riset riset kebutuhan biaya pendidikan untuk tahun ini berdasarkan pilihan favorit orang tua dan anak. Pahami bahwa biaya pendidikan tahun ini kemungkinan besar akan meningkat setiap tahunnya, sehingga saat anak masuk sekolah nilainya akan bertambah besar.
  • Periksa tabungan atau investasi yang sudah disiapkan sesuai kebutuhan dana yang sudah dihitung. Jika angkanya masih lebih kecil dari yang seharusnya maka perlu disadari bahwa saatnya merevisi rencana dana pendidikan.
  • Periksa juga apakah keuangan keluarga sudah terlindungi. Menabung dan berinvestasi akan terasa mudah dijalankan oleh keluarga yang masih produktif dan mendapatkan penghasilan. Risiko kematian di usia produktif atas pencari nafkah atau orang tua dapat terjadi kapan saja. Karenanya perlindungan asuransi jiwa sangat penting dalam perencanaan dana pendidikan.

Nah…untuk menghitung biaya pendidikan , kita bisa pakai kalkulator finansial pendidikan seperti di bawah ini :

MORINAGA22

morinaga221

Kita tinggal masukkan pada kolom-kolom tersebut sesuai kebutuhan kita…ketahuan deh kebutuhan biaya pendidikan anak-anak berapa😀 Angkanya fantastis ya… Tapi jangan dulu merasa khawatir atau takut. Ada banyak cara baik dan benar untuk memenuhinya.

Salah satunya dengan ikutan program Bekal Masa Depan Chil-Go! Ini adalah program Morinaga dengan produknya susu cair Chil-Go! sebagai salah satu brand unggulan PT. Kalbe Nutritionals dalam mendukung gerakan #SiapCerdaskanBangsa. Tujuannya agar orangtua dapat berbagi stimulasi dan ide kreatif dalam mengembangkan Kecerdasan Majemuk Si Kecil sehingga menjadi Generasi Platinum yang multitalenta. Morinaga Chil-Go! akan memilih 9 orang pemenang hadiah utama dan 3.035 orang pemenang hadiah hiburan selama periode program berlangsung.

MORINAGA9

Hadiah utama dari Bekal Masa Depan Chil-Go! ini adalah Dana Asuransi untuk Pendidikan dengan total senilai 3 Milyar Rupiah dibagi menjadi 3 (tiga) kategori di masing-masing periode, yaitu :

  • Platinum: Asuransi Pendidikan senilai Rp 500.000.000,-
  • Gold: Asuransi Pendidikan senilai Rp 300.000.000,-
  • Silver: Asuransi Pendidikan senilai Rp 200.000.000,-

Hadiahnya itu aja?Nggak donk…masih ada ribuan hadiah lainnya yang menanti.. Peluang kita menang besar banget!😀

Mengikuti program ini gampang ternyata. Kita cukup berbagi ide kreatif dalam menstimulasi kecerdasan majemuk anak. Pastikan sudah melakukan registrasi secara online atau offline dulu ya…Temukan cara lebih lengkapnya di www.BekalMasaDepan.com.

Ayo..tunggu apalagi…segera ikuti program BMD Chil-Go!

PATEN, Inovasi Pelayanan Publik Sumenep

Patenn

Peta Sumenep (sumber : alamatsekolahsumenep.blogspot.com)

Sumenep adalah kabupaten paling timur di pulau Madura. Wilayahnya terbagi atas 2 bagian yaitu daratan (luasnya sekitar 1.146 km persegi) dan kepulauan (luasnya sekitar 946,5 km persegi) . Ada 126 pulau yang menjadi bagian dari kabupaten Sumenep dengan pulau terjauh adalah Pulau Karamian dan Pulau Sakala. Kedua pulau tersebut lebih dekat dengan Kalimantan dan Sulawesi. Sementara di bagian selatan, pulau-pulaunya lebih dekat ke Bali.

Kondisi geografis yang demikian tentu akan menyulitkan untuk pengurusan administrasi dan perijinan bila harus ke kabupaten. Kesulitan tersebut dijawab dengan solusi berupa program PATEN, Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan. Dengan adanya PATEN ini warga tidak perlu mengurus segala sesuatunya di tingkat kabupaten tapi cukup di tingkat kecamatan saja.

Urusan perijinan yang bisa diselesaikan di tingkat kecamatan melalui PATEN ini diantaranya ijin mendirikan bangunan < 100 meter persegi, ijin gangguan, ijin penggilingan dan pertambangan skala kecil, pengurusan surat ijin usaha perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP), penebangan pohon peneduh untuk kepulauan. Untuk administrasi non perijinan diantaranya surat keterangan pindah dan pelepasan hak tanah, keterangan tidak mampu, rekomendasi Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), keterangan domisili perusahaan, dll.

Paten3

Ruang PATEN Kecamatan Kota Sumenep

Saya sendiri juga pernah mengurus administrasi non perijinan melalui PATEN kecamatan kota Sumenep. Cukup datang ke 1 ruangan, menyerahkan semua kelengkapan, dan tak sampai 5 menit sudah selesai. Diluar ruangan juga tersedia kotak saran yang siap menampung saran dan kritikan pengguna layanan PATEN. Masukan-masukan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan layanan selanjutnya.

Paten1

Ruang PATEN Kecamatan Kota Sumenep (dok.pri)

Sebagai perintis pelaksanan PATEN, kecamatan kota Sumenep meraih penghargaan sebagai 33 Inovasi Terbaik Pelayanan Publik  2014 di Indonesia. Dan setelah melalui proses seleksi, PATEN juga lolos menjadi finalis United Nations Public Service Award (UNPSA) 2015. Ada 4 bentuk public service dari Indonesia yang masuk sebagai finalis selain dari kecamatan kota Sumenep, yaitu kabupaten Sragen Jawa Tengah, Aceh Singkil, dan Pinrang Sulawesi Selatan. Nahh…PATEN Sumenep ini satu-satunya inovasi daerah tingkat kecamatan. Inovator pelayanan publik dari Indonesia ini beradu dengan bentuk pelayanan publik lainnya dari berbagai negara Asia Pasifik, Eropa, Amerika Utara, Amerika Latin dan Karibia, Afrika, serta Asia Barat.

Adakah manfaat PATEN lainnya selain kemudahan dan kecepatan?Pertumbuhan usaha khususnya usaha kecil dan mikro meningkat dengan adanya PATEN. Karena proses pengurusan ijin usaha tidak lagi rumit. Para pengusaha atau pun calon pengusaha tidak enggan untuk mempunyai usaha berijin karena bisa diurus di tingkat kecamatan dengan mudah. Udah gak jaman ya…ngurus ijin pake syarat wani piro …😀  Dampak positif seperti ini tentu berpengaruh juga pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pada tahun 2012 PAD naik 48,21%, dan di 2013 meningkat menjadi 8,80%.

Inovasi PATEN ini sekarang sudah diterapkan di seluruh kecamatan di kabupaten Sumenep baik daratan maupun kepulauan. Begitu juga wilayah-wilayah lain di Indonesia yang mengawali proses adopsi inovasi ini dengan melakuan studi banding ke kecamatan kota Sumenep. Diantaranya Pemkab Lumajang, Bojonegoro, Bengkalis Riau, Pemkot Singkawang, kecamatan Tanjung Selor Bulungan Kalimantan Utara, dsb.

Kabar baik di tahun 2016 ini PATEN kembali menjadi finalis dalam United Nations Public Service Awards 2016 yang acara puncaknya akan digelar di New York  22 Juni 2016. Kemudahan bagi warga kecamatan kota Sumenep juga bertambah karena PATEN menjadi elektronik-PATEN (e-PATEN). Dengan e-PATEN warga cukup mengurus berbagai keperluan administrasi secara online.

Paten2

Saya dan Camat kecamatan kota Sumenep

Semoga inovasi lainnya terus bermunculan dan semakin baik untuk Indonesia yang lebih baik.

 

Sumber :

https://publicadministration.un.org/unpsa/Public_NominationProfilev2014.aspx?id=3312

http://www.jpnn.com/read/2015/05/09/302841/Inovasi-Layanan-Publik,-3-Daerah-Ini-Jadi-Finalis-Kompetisi-Dunia

 
Artikel ini diikutsertakan pada Kompetisi Menulis Blog Inovasi Daerahkuhttps://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku

Pesona Wisata Bahari di Madura

 

Berwisata menikmati pesona alam Indonesia bisa dilakukan di banyak tempat. Perjalanan kali ini saya lakukan gak jauh dari tempat saya tinggal. Ya..saya beruntung tinggal di daerah yang begitu banyak tersedia pantai dan wisata bahari. Tinggal pilih mau kemana..dan memang gak perlu terlalu ribet persiapannya. Paling hanya baju ganti, alat mandi, snack dan minuman untuk bekal.

Gemana sih pantai-pantai di Madura? Hmmm…cantik dan unik juga lah… Ada 3 pantai yang sudah cukup dikenal di masyarakat lokal (setidaknya) yang letaknya di sisi utara kabupaten Sumenep.  Wisatawan bisa mengunjungi 3 pantai ini dalam sehari karena letaknya sejalur meski tak beredekatan. Marilah kita mulai menyusurinya satu persatu.

Pantai Slopeng. Ini adalah pantai yang sudah dikenal sejak puluhan  tahun silam. Pantainya berpasir putih bersih berhias pohon nyiur yang melambai-lambai dan pohon siwalan. Yang menjadi ciri khas dari pantai ini adalah pasir-pasir pantainya membentuk gunungan dengan ketinggian bervariasi, mulai 2 meter sampai lebih dari 5 meter.

Pantai ini terletak di pinggir jalan utama pantura Madura. Fasilitasnya juga relatif lengkap, mulai dari areal parkir, taman bermain, gazebo, panggung hiburan, tempat bilas, dan penjual makanan.

pantai slopeng1

Pantai Slopeng (dok.pribadi)

 

pantai slopeng2

Pantai Slopeng (dok.pribadi)

Pantai Badur. Kalau dari pantai Slopeng , untuk menuju ke Pantai Badur ini kita harus bergerak ke arah timur sekitar 30 km. Pantai ini juga tak jauh dari jalan utama Jl. Raya Batu Putih – Batang-batang.  Sesampai di Desa Badur, ada akses jalan paving ke pantai selebar 3 meteran.  Kendaraan bisa diparkir di pinggir jalan desa terebut atau dibawa masuk ke area pantai. Iyessss…mobilnya bisa masuk ke pantai yang landai dan luas banget.

Karena termasuk pantai yang baru dikenal masyarakat, pantai ini belum memiliki fasilitas seperti Pantai Slopeng dan Lombang.  Tempat parkir khusus memang belum tersedia, begitu juga fasilitas seperti tempat bilas dan penjual makanan belum banyak tersedia.

Yang khas dari pantai ini adalah 2 sungai air tawar yang mengalir deras di 2 sisi pantai. Perpaduan yang unik antara sungai, muara, dan lautan. Karena air tawar yang melimpah itulah..disekitar pantai juga terdapat petak-petak sawah yang  ditanami padi oleh petani sekitar pantai.

Pantai Badur

Pantai Badur (dok.pribadi)

 

Pantai Badur

Pantai Badur (dok.pribadi)

Pantai Lombang, ini adalah pantai yang paling populer di kalangan masyarakat. Pantai yang terletak di kecamatan Batang-batang ini mempunyai ciri khas pasir yang putih dan pohon cemara udang yang berjejer di sepanjang pantai. Berbagai fasilitas juga sudah cukup lengkap tersedia, seperti areal parkir, gazebo, tempat bilas, area bermain, panggung hiburan, dan penjual makanan-minuman.

Lombang1

Pantai Lombang

 

Lombang8

Pantai Lombang

Bagaimana untuk menuju ke  pantai-pantai itu? Karena belum ada transportasi umum yang bisa mengaksesnya, maka kendaraan pribadi adalah pilihan paling tepat, entah itu sepeda motor atau mobil..mau bawa truk atau bis juga boleh🙂

Pulau Gili Labak, nah..ini nih..yang juga menjadi primadona wisata di Madura. Pulaunya bersih, penduduknya ramah. Di perairan sekitar pulau ini kita bisa bersnorkling. Iyaaa…di Madura ada tempat buat snorklingan!!! Hehe menurut teman-teman yang sudah pernah kesana, cukup layak untuk dikunjungi, begitupun menurut saya. Untuk menuju kesini kita harus menempuh perjalanan laut sekitar 2 jam dari pelabuhan Kalianget Sumenep. Waktu snorklingan yang pas diatas jam 9 pagi sampai menjelang jam 3 sore. Bagusnya sih ke pulau ini ya diluar musim ombak, yaitu sekitar bulan Maret-Juli atau September-November. Ketika saya melakukan perjalanan di bulan Agustus, ombaknya lumayan besar…meskipun masih cukup aman untuk dilalui. Spot-spot snorkling yang biasanya keliatan jelas…juga berkurang  kejernihannya. Tapi meski begitu Pulau Gili Labak ini tetap menarik untuk dinikmati.

Gili Labak5

Pulau Gili Labak

Under Water Gili Labak

Bersnorkling di Gili Labak

 

Hmmm…sesekali pengen juga bersnorkling di tempat lain, seperti di Derawan atau di Labuan Bajo NTT. Karena saya belum pernah ke dua tempat itu. Tau kan…kedua tempat itu punya daya tarik wisata bawah air yang luar biasa. Mudah-mudahan ya….ada rejeki dari Airpaz😉

Labuan Bajo

Labuan Bajo (sumber : lepirate.com)

 

wp_ss_20160825_0019

jadi dapet tiket pesawat gratis untuk ke 2 tempat itu…atau salah satunya deh…  Pengennya sih bisa pake maskapai Nam Air ..kebetulan belum pernah nyobain ;)  Wah…bakal jadi momen unforgetable pastinya… doakan semoga terwujud ya…

 

CeritaAirpaz

Masukkan keterangan

 

Mutia Nurul Rahmah, Blogger Ngehits dari Pekanbaru

MUT1

Blogger Pekanbaru Mutia Nurul Rahmah

Arisan Link Blogger Perempuan kembali lagi… Kali ini artisnya dari Pekanbaru. Namanya Mutia Nurul Rahmah. Menurut saya sih ini blogger Pekanbaru paling hits… hehehe Cemmana gak ngehits…cek aja follower twitternya…apalagi IG nya :D  Kalo blognya? Postingan pertama itu tahun 2009. Jadi…kalo sekarang Mutia mahasiswi, berarti ngeblognya mulai jaman SMA donk? Iyap bener banget.  Thumbs Up buat Mutia…😀

Kata Mutia di awal dia bikin blog tahun 2009 itu pas kelas 1 SMA. Saat itu kan memang awal media sosial mulai bermunculan. Nah…Mutia bikin lah semua akun sosmed termasuk blog. Niatnya emang jadi kayak diary gitu deh. Tapi seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan dunia blogging juga semakin maju, mulailah Mutia lebih serius menggarap blog nya. Jadi ladang amal dan ladang income ya Mut..😉 Keseriusan ngeblog nya Mutia dibuktikan dengan mulai memakai Top Level Domain. Hihihi…saya aja  belooommmmmm….

Oya..Mutia ini bukan aseli Pekanbaru sih sebenrnya…tapi USA..Waaakkkssss paspornya Indonesia apa USA..WNA apa WNI?Hahah jadi sensi ya kalo nyebut nama negara lain… Nggak lah.. USA itu maksudnya Urang Sunda Aseli .. Menetap di Pekanbaru sejak tahun 1994. Ya..jadi masa kecil sampe sekarang Mutia tinggal di Pekanbaru. Jadi yaaa sudah bisa itu apply paspor Pekanbaru..😀😀

Jalan-jalan ke blognya Mutia, pasti deh jadi ngeh banget tentang Pekanbaru..tentang Riau juga. Karena banyak hal tentang Riau dan Pekanbaru dibahas disana. Entah itu kuliner, tempat wisata, pokoknya banyak hal tentang Pekanbaru yang bisa ditemukan.

Contoh tempat wisata yang bisa dikunjungi di Pekanbaru atau di wilayah Riau lainnya yang dibahas di blognya mahasiswi UIN Suska jurusan Dakwah dan Komunikasi ini :

  • Air Terjun Batu Dinding di Lipat Kain kecamatan Kampar Kiri Hulu Riau
  • Taman Nasional Zamrud di Siak Sri Indrapura

Dan beberapa tempat wisata lainnya di kota Pekanbaru. Wwahhh jadi inget waktu ke Pekanbaru beberapa tahun silam…(hehe silaammm…saking lamanyaaa).

Baca juga : PACU JALUR 

Jadiii buat yang pengen tahu lebih banyak tentang Riau dan Pekanbaru..tempat nongkrong asik di Pekanbaru..tempat belanja murah..penginapan…langsung aja cuuzzz yaaa ke tekape

Melihat Telaga Warna Dieng dari Bukit Sidengkeng

Sungguh Indonesia sangat kaya dengan tempat-tempat wisata alam yang unik dan menarik. Telaga Warna Dieng termasuk tempat wisata alam yang unik itu. Telaga ini berada di kawasan dataran tinggi Dieng atau Dieng Plateu di kabupaten Wonosobo Jawa Tengah.  Dibilang telaga warna karena telaga ini memang seperti punya warna. Bisa hijau, kuning, atau perpaduan dari beberapa warna. Penyebabnya tidak lain adalah karena telaga ini mengandung senyawa sulfur atau belerang. Dengan luas 30 hektar lebih, ditambah adanya telaga Pengilon dan pegunungan yang mengelilingi kedua telaga tersebut, tentu lokasi indah sekali untuk dinikmati.

Saya ke Telaga Warna Dieng ini sepulang dari Sikunir dan desa Sembungan. (Baca : Sunrise di Sikunir). Kalau saat berangkat ke Sikunir saya tak bisa melihat apa-apa karena gelap. Nah..balik dari Sikunir barulah keindahan alam Dieng bisa saya lihat. Pegunungan yang mengelilingi Dieng, kebun sayur mayur, pohon carica yang berderet di tepi jalan, juga instalasi pembangkit listrik tenaga panas bumi Dieng bisa kita lihat di sepanjang jalur turun dari Sikunir ke Telaga Warna. Sebenarnya banyak tempat juga yang bisa dikunjungi, seperti Kawah Sikidang, Kawah Sileri, Kawah Candradimuka, dan Dieng Theatre. Tapi kami lewatkan semua lokasi itu..kami langsung ke Telaga Warna.

Dieng2

Pohon Carica dan Kebun Sayur

Ada banyak titik yang bisa dijadikan tempat menikmati Telaga Warna. Kalo saya melihatnya dari Bukit Sidengkeng di Wana Wisata Petak 9. Masuknya tepat di sebelah loket masuk Telaga Warna Dieng dan bersebrangan dengan tempat parkir kendaraan.  Pengunjung yang akan ke Bukit Sidengkeng ini wajib membayar tiket masuk sebesar 3000 rupiah per orang (tidak termasuk uang parkir ya..).

Oya…saat di tempat parkir ada ibu-ibu yang menawarkan masker untuk dipakai saat naik Bukit Sidengkeng. Karena katanya bau belerangnya tercium sangat kuat. Saya kebetulan bawa masker dari rumah, jadi ya..ga perlu beli lagi. Tapi kalo pas gak bawa..ya gak ada salahnya beli masker..jaga-jaga gak kuat sama bau belerangnya. Dan emang bener lah…baru masuk sekitar 50 meter dari gerbang aja…brenggggg…bau belerang udah berdesak-desakan masuk ke hidung. Tapi setelah naik lagi..ilang.. Ntar bau lagi.. Ya gitu deh..

Saya dan teman-teman tadinya mau masuk langsung ke Telaga Warna dengan harga tiket masuk 7000. Tapi karena ibu penjual masker itu juga memberi tahu kalau mau bagus pemandangan telaga warna nya dilihat dari Batu Ratapan Angin atau dari Sidengkeng, akhirnya kami batalkan masuk ke Telaga Warna. Pasti viewnya bagus dari bukit-bukit itu. Kami pilih Sidengkeng karena udah dekat, tinggal nyebrang aja dari parkiran.  Kalo ke Bukit Ratapan Angin harus ke arah Dieng Theatre lagi alias balik lagi, secara kami baru turun dari Sikunir kan… Ya daripada balik lagi keatas…  Beda viewnya kalo dari Batu Ratapan Angin…yang tampak depan adalah Telaga Pengilon, Telaga Warna jadi backgroundnya. Kalo view dari Bukit Sidengkeng…yang jadi background Telaga Pengilonnya.. Well….kami ambil Sidengkeng aja deh…dah di depan mata ini😀

Yang khas dari Wana Wisata ini kalo menurut saya sih tanaman Hortensia. Bunganya bergerombol besar dengan warna yang cantik-cantik. Katanya sih Wana Wisata Petak 9 ini memang dirancang untuk menjadi pusat koleksi tanaman endemik Dieng. Tapi mungkin memang belom selesai pengerjaannya…jadi yang menonjol lebih banyak tanaman rumputnya.. hehehe.

Dieng1

Bunga Hortensia

Jalanan menuju atas bukit juga belum seluruhnya dipaving seperti di sekitar gerbang masuk. Jalannya masih berupa karung pasir yang disusun gitu aja. Ya sebenarnya jalan tanah aja gak masalah sih..namanya juga wisata alam. Tapi memang kawasan Dieng ini sepertinya lagi berbenah, memperbaiki segala fasilitas demi memanjakan pengunjung. Jalanan di tempat-tempat wisatanya dipaving semua, termasuk jalan menuju bukit Sikunir. Cakep juga sih…kesannya bersih banget dan rapi. Salut buat wisata Jateng (ini komentar tulus bukan karena dibayar loh😀 ).

Dieng3

Perjalanan di Bukit Sidengkeng

 

IMG-20160809-WA0001

No Caption :D

Di Wana Wisata Petak 9 sebenarnya tersedia camping ground, rumah pohon, dan sarana buat foto-foto lainnya. Tapi karena rumputnya rimbun untuk ke camping ground dan rumah pohon..ya kami gak mampir kesitu. Lanjut terus lah sampe separuh perjalanan ada tempat yang agak lapang dan tersedia tempat foto-foto di atas pohon.  Cukuplah foto-foto disini. Ya…maklumlah…setelah turun dari Sikunir ditambah belum tidur sejak berangkat dari kota masing-masing, kayaknya kami udah capek aja melanjutkan perjalanan ke atas sampai puncak bukit. Gak papa lah…udah sampe di setengah bukit Sidengkeng aja dah cukup dan gak merasa rugi kok. Pemandangannya cakep..bisa lihat Telaga warna sama Telaga Pengilon di belakangnya.  Cuaca cerah pagi itu ..jadi tak ada kabut yang menghalangi pemandangan dari Bukit Sidengkeng ke Telaga Warna dan Telaga Pengilon.

Dieng4

Telaga Warna Dieng dengan Latar Belakang Telaga Pengilon

Setelah puas berfoto…kami putuskan untuk turun saja, padahal masih sekitar 200 meteran lagi ke puncak bukit. Kami pengen cepet-cepet istirahat di Magelang atau di Jogja, karena  besok paginya masih ada rencana ke Punthuk Setumbu. Nanjak lagi kan itu?😀😀