Outdoor Activity, Asiknya Belajar Diluar Sekolah

Belajar tidak hanya di dalam kelas. Belajar bisa dilakukan dimanapun di luar kelas. Sekolah Kinar, El-Fath, memahami betul konsep itu. Jadi aktivitas belajar banyak dilakukan di luar kelas, bahkan sesekali diluar sekolah. Kegiatan di luar sekolah mereka namai ‘Outdoor Activity’.

Outdoor activity sangat ditunggu-tunggu Kinar dan teman-temannya. Apa sih yang bikin Kinar sangat antusias dengan kegiatan ini? Outdoor activity ini ‘memindahkan’ tempat belajar yang tadinya di sekolah jadi di rumah siswa. Bergiliran setiap siswa 2 minggu sekali di hari Sabtu.

Tadinya outdoor activity hanya terbatas pada kegiatan kunjungan ke sentra-sentra industri rumah tangga, peternakan, perkantoran, dan sejenisnya. Setiap kunjungan juga langsung berbarengan mulai playgroup, TK-A, TK-B. Jadi sekolah harus memfasilitasi transportasi untuk para siswa.

Dengan konsep outdoor activity berupa home visit ke masing-masing siswa, sekolah tidak perlu lagi bingung mikir transportasi. Siswa diantar dan dijemput di rumah tempat mereka belajar. Yang playgroup…ke rumah temannya yang sesama playgroup, yang TK-A dan TK-B juga begitu.

Materi pelajaran yang didapat siswa juga lebih beragam. Salah satunya materi disesuaikan dengan profesi orang tua yang menjadi tuan rumah. Misalnya ortu si A pekerjaannya perawat, maka siswa belajar berbagai hal tentang pekerjaan tersebut. Misal ortu si B yang menjadi tuan rumah bekerja sebagai pegawai bank, siswa mendapat materi tentang menabung dan membuat celengan dari barang bekas. Seru juga ya…

Bahan-bahan untuk belajar tetap disediakan oleh sekolah (misal untuk materi ketrampilan dari barang bekas). Tuan rumah hanya menyediakan tempat dan konsumsi ala kadarnya. Ya paling snack + minuman ringan untuk anak-anak. Sudah..itu saja.

Kinar dan celengan barunya :)

Kinar dan celengan barunya 🙂 (dok. pri)

Sesi Foto Bersama di setiap akhir kegiatan (dok. El-Fath)

Sesi Foto Bersama di setiap akhir kegiatan (dok. El-Fath)

Bermain di rumah teman

Bermain di rumah teman (dok. El-Fath)

Belajar Menganyam (dok. El-Fath)

Belajar Menganyam (dok. El-Fath)

Orang tua siswa adalah anggota TNI (dok. El-Fath)

Orang tua siswa adalah anggota TNI (dok. El-Fath)

Ortu siswa mengenalkan atribut TNI (dok. El-Fath)

Ortu siswa mengenalkan atribut TNI. Alat peraga  milik ortu siswa. (dok. El-Fath)

Siswa playgroup belajar pembuatan kompos...antusias banget .

Siswa playgroup belajar pembuatan kompos…antusias banget . (dok. El-Fath)

Siswa Playgroup belajar di ladang garam (dok. El-Fath)

Siswa Playgroup belajar di ladang garam  (dok. El-Fath)

Kinar suka banget dengan kegiatan ini..karena dia jadi tau rumah teman-temannya. Anak-anak tuh seneng banget ya maen ke rumah temennya gitu…Saya yang mengantar dan menjemput juga jadi kenal dengan para orang tua siswa. Yang jelas juga…wawasan anak-anak semakin kaya..bukan hanya mereka dapat dari gadget, televisi, atau dari buku 🙂

Trauma Pemadaman Listrik di Madura

28 Januari 2015 pas adzan isyak, listrik tiba-tiba padam. Ya…biasanya sih cuma sebentaran aja. Tapi setelah cek sana cek sini..tampaknya pemadaman bakal berlangsung lama. Bisa 1 jam…bisa 2 jam…tergantung penyebabnya. Saya hanya coba bertanya lewat twitter @pln_123. Jawabannya begini :

10931356_10153241816093676_3634414395104563665_n

Semantara info dari suarasurabaya.net :

“Mulai pukul 18.59 tadi, Perak, Tandes, dan penyulang Krian mengalami trip (gangguan,red) termasuh seluruh wilayah Madura, kelihatannya gangguan di Kenjeran merembet ke Ujung, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Kami saat ini sedang mengupayakan pemulihan,” kata M Joharifin Manager Area Pengatur Distribusi PLN Jatim.

Weh…wehh…bisa lama nih kalau begini.. Untung di rumah masih tersedia 2 buah lampu teplok bebahan bakar minyak tanah. Ada 2 buah senter yang bisa jadi emergency lamp (kepikiran untuk sedia senter begitu minimal 5 buah gitu…). Gak ada lilin…tanya tetangga yang punya warung juga gak jual lilin. Ya sudah…berharap listrik nyala tak lama lagi.

Anak-anak kruntelan aja 🙂 cuaca yang mendung gerimis disertai kilat yang nyamber-nyamber bikin anak-anak tambah takut. Bener ih suasananya agak horor gitu… Nares ada jadwal ulangan 2 mata pelajaran, fiqih dan bahasa Arab. Tapi ya gemana kondisi begini malah gak bisa konsentrasi. Ya sudahlah pasrah saja…Setelah makan malam anak-anak langsung saya giring solat isyak aja.

Kelar solat isyak anak-anak langsung tidur, kebetulan jarum jam sudah menunjuk angka 9. Lampu belum nyala, hujan masih deras. Ketika anak-anak sudah siap tidur alhamdulillah listrik nyala..Lanjut tidur ato belajar? Tidurlah… 😀

Pemadaman listrik se Madura bukan hal asing. Pernah tau kan, Madura tanpa listrik 3 bulan?3 bulan tanpa listrik dan warga Madura nerimo. Itu kejadian Februari 1999, ketika jangkar sebuah kapal dagang membuat kabel listrik bawah laut milik PLN terputus. Kronologinya bisa dibaca-baca disini. Ya memang gak 3 bulan full gelap total…totalnya sekitar sebulan..setelah itu bergiliran 3 hari nyala 3 hari mati.

Saya tidak ikut merasakan langsung gelapnya Madura waktu itu karena masih kuliah di Malang. Jadi hanya tau kabarnya dari keluarga di rumah. Bagaimana lampu teplok menjadi komiditi paling dibutuhkan waktu itu. Bagaimana rasanya begitu lepas dari pelabuhan Tanjung Perak seperti masuk gua yang gelap gulita. Bagaimana aktivitas masyarakat berubah drastis. Kondisi seperti itu masih menciptakan trauma tersendiri. Setiap mati lampu..duh..jangan-jangan lama nih…duh..masa sih sampai 3 bulan kayak dulu…

Meski saya tidak merasakan, harapan saya pasti sama…semoga peristiwa serupa tidak akan pernah terjadi lagi..Bukan hanya di Madura…tapi di seluruh wilayah Indonesia…

Tsu, Pengguna Dibayar Dolar

Akhir tahun 2014 lalu saya sempat membaca tentang media sosial baru, Tsu. Sejenis lah dengan Facebook, Twitter, dan media lainnya sebagai ajang bersoasialisasi. Nah yang membedakan itu …Tsu kabarnya membayar penggunanya. Loh kok kabarnya?Kabar burung apa kabar beneran?hehehe

Penasaranlah yang membuat saya ikut-ikutan bikin akun Tsu. Proses sign-up nya mudah. Akun Tsu kita bisa disetting tersambung dengan Twitter, Facebook, dan Instagram. Meski sudah tersambung, saat update status atau posting masih ada pilihan kita mau koneknya ke mana. Kalu pengen konek ke Facebook klik ikon Facebook. Kalo gak mau konek kemana-mana ya gak perlu klik ikon-ikon yang tersedia di bawah kotak update an.

Avatar+cover picture nya bisa pake foto sampai 10 MB, tapi saya upload yang kurang dari 2 MB gak nongol-nongol..xixixi. Foto yang diupload untuk avatar atau cover picture gak bisa dicropping, Cuma bisa digeser-geser aja.

Tru dapet duitnya gemana?Ada menu ‘Bank’ yang menunjukkan nominal yang kita dapet. Duitnya bisa diklaim kalo udah nyampe 100 dolar Amrik. Tsu membayar penggunanya untuk setiap update an status maupun foto. Kalau dalam setahun bisa dapet 600 dolar Amrik, kena pajak. Tsu membayar penggunanya seperti ini dari iklan yang mereka dapet. Lebih detailnya bisa baca-baca : Wabah Tsu

Nah..mau ikutan coba-coba? Buat rame-rame aja sih kalo saya…akun utama dan paling sering saya akses ya cuma Facebook, Twitter, Instagram, Path jarang-jarang… 😉

Akun Tsu Punya Saya...Masih Nol semua...hehehhe

Akun Tsu Punya Saya…Masih Nol semua…hehehhe

Pagi dan Lalin

Aktifitas mengantarkan anak-anak ke sekolah buat saya menyenangkan. Membuat saya selalu bersyukur bisa menikmati pagi yang sejuk, hilir mudik orang yang mau berangkat kerja, melihat anak-anak masa depan bangsa yang berangkat ke sekolah penuh semangat, dan..tak lupa melihat petugas polisi yang rutin menjaga ketertiban lalu lintas di sepanjang rute menuju sekolah.

Ngomong-ngomong tentang polisi…kalo ketemu dengan petugas di jalan kadang terpikir…mereka kecipratan nggak ya recehan dari rekening gendut kumendan-kumendannya…*eh*. Mereka yang di jalanan kayaknya gak ikut-ikut urusan mabes yang lagi rame itu ya… Ya deh..mending gitu…

Nah, setiap pagi para petugas dari kepolisian ini rutin menjaga di persimpangan dan di depan sekolah. Di hari-hari tertentu polwannya juga turun ke jalan. Misalnya hari Rabu dan Kamis mereka berkampanye dengan menggantungan tulisan himbauan tertib berlalu lintas. Tulisan di papan berwana biru digantungkan di leher para petugas yang mengatur lalu lintas. Himbauannya antara lain ‘Belum Cukup Umur Dilarang Membawa Kendaraan’, ‘Gunakan Helm SNI’, ‘Lindungi Anak Anda dengan Helm SNI’.

Himbauan itu ngefek rupanya, ditambah dengan aktifnya para petugas melakukan razia. Anak-anak disini umumnya pakai helm semua kalau naik motor sama ortunya. Balita sekalipun pada pake helm. Untuk orang deawasa yang gonceng juga wajib loh pake helm. Jangan coba-coba goncengan motor gak pake helm..hmmm langsung disemprit kalo ketemu petugas. heheh iya…kalo ketemu petugas… 😀

Razia terhadap anak-anak di bawah umur yang pake motor dilakukan di sekitar sekolah-sekolah, terutama SMP. Banyak banget anak SMP yang bawa motor kena razia. Karena mereka sudah dipastikan gak punya SIM kan… Sebenarnya sekolah melarang para siswanya bawa motor, tapi para siswa yang bawa motor memarkir kendaraannya diluar sekolah. Ya mungkin dengan razia seperti ini orang tua yang membiarkan anaknya bawa motor jadi mikir..

Kampanye tertib lalu lintas perlu terus digalakkan. Jadi tanpa ada operasi zebra pun disini ketertiban lalu lintas sudah sangat ketat. Oya, dampak lainnya adalah semakin banyak orang yang sadar untuk mempunyai SIM (terutama SIM C). Nah..ini harus diperbaiki…gemana caranya orang yang mau bikin SIM gak perlu antri berjam-jam, bolak-balik ngantri, dan bebas calo. Lembaga lain bisa masak Polri nggak bisa? 😀

Mengenang Kado Terindah

Hari mulai petang, ketika farewell party alias pesta perpisahan di tempat saya bekerja waktu itu hampir usai. Semua karyawan berkumpul mulai chief of party sampai office boy. Halaman belakang kantor yang mulai temaram diterangi lampu taman semakin sendu dengan iringan gemericik air dari kolam renang. Ini adalah hari terakhir saya dan semua karyawan berada di lembaga yang sudah ada di Indonesia sejak 1998. Ada rasa sedih sebenarnya.. semua akan berpisah karena lembaga ini menutup kantornya di Indonesia. Tugas sudah selesai.

Chief of Party terakhir Internews Indonesia, Wayne T. Sharpe, menyampaikan kesan-kesannya selama bertugas di Indonesia 2 tahun terakhir. Dilanjutkan office manager, program manager, editor, semuanya…Tak ada cerita menyedihkan selama kami bertugas di tempat itu. Overall…menyenangkan. Apalagi buat saya yang hijrah ke Jakarta semata-mata karena diterima di lembaga nirlaba ini. Ahhh..meski cuma 2 tahun banyak sekali yang saya dapat, terutama teman, ilmu, dan pengalaman.

Sebagai karyawan termuda waktu itu, hanya saya yang mengalami fase single, married, dan menjadi ibu sekaligus selama masa kontrak kerja mulai tahun 2005-2007. Sekitar 2 minggu sebelum kontrak kerja selesai, saya melahirkan anak pertama, Nareswari. Maka saya sampaikan banyak terima kasih kepada semua teman kerja, terutama  tim editor. Kapan lagi bisa kerja bareng mereka…

Setelah selesai menyampaikan kesan-kesan selama bekerja di Internews, 2 orang teman mendekati Wayne dan menyerahkan sebuah kotak kecil. Lalu Wayne menyerahkan kotak kecil itu ke saya. Wah…apakah gerangan isinya…

Saya buka langsung kotak itu..Subhanallah…sebuah gelang emas mungil..berkilau indah..di bagian ujungnya ada hiasan berbentuk kepala Mickey Mouse..Duh…cakepp!!! Mereka membelikan kado itu untuk Nares. Seneng banget pastinya..apalagi ada ucapan dari semua teman-teman kantor yang ditulis di kertas dan diselipkan di dalam kotak. Sungguh saya sangat berterima kasih kepada semua teman-teman yang sudah bersusah payah memikirkan untuk memberikan kado ini untuk saya…eh..untuk Nares.. 😀 Padahal ketika lahiran di rumah sakit..teman-teman juga datang membawa karangan bunga dan macam-macam bingkisan. Alhamdulillah…tak henti-henti saya bersyukur atas pemberian itu.

Tapi sayang beribu sayang…Nares hanya beberapa kali merasakan memakai gelang itu. Karena ada orang lain yang menginginkannya. Gelang itu hilang entah diambil siapa. Sedih banget kalo inget sejarah gelangnya. Tapi ya sudahlah…diiklaskan saja..semoga gelang itu bermanfaat buat yang ngambil ya… Insyaallah ada rejeki lain untuk Nares dan insyaallah untuk Kinar juga… Biarlah Tuhan yang mengatur pengiriman kado-kado terindah berikutnya…Amin…

KADO