Senyum..Semangat..Sembuh..

Yuk...Ikutan Kasih Semangat!

Yuk…Ikutan Kasih Semangat!

Itu adalah pesan saya untuk anak-anak..adik-adik..yang sedang menjalani pengobatan penyakitnya. Pesan itu saya sampaikan lewat Stripes for Love. Dengan tersenyum..akan tumbuh semangat…dan semangat itulah yang akan membantu siapapun untuk cepat sembuh.

Ah..saya nyaris tak sanggup menulis pesan untuk mereka. Melihat senyum mereka yang begitu tulus dan damai..Membaca sapaan mereka..Duh..sulit saya percaya kalau mereka sedang sakit. Bukan sakit ringan yang mudah diobati. Mereka terdiagnosa kanker dan harus menjalani rangkaian pengobatan yang itu tentu saja tidak mudah. Untuk orang dewasa pengobatan kanker sudah sangat menyakitkan, apalagi bagi anak-anak…Tapi lihatlah..senyum mereka. Subhanallah… Ayooo tulis pesan juga untuk membuat mereka tambah semangat..!

Ronald McDonald House Charities

Dunia anak-anak adalah dunia yang penuh keceriaan dan kebebasan. Bagaimana dengan anak-anak pasien kanker yang harus menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah sakit?Masihkah bisa ceria?Masihkah bisa bebas?Alhamdulillah…melihat adanya fasilitas Ronald McDonald Family Room di rumah sakit ..lega rasanya melihat keceriaan anak-anak pasien kanker disana. Mereka yang harus ke rumah sakit beberapa kali dalam seminggu bisa sambil bermain dan bebas berkreasi di Ronald McDonald Family Room. Keceriaan dan energi positif sangat penting dalam proses pengobatan, termasuk pengobatan kanker. Bukan hanya pasien yang mendapat manfaat ini, tapi juga keluarga pasien loh..Ketika keluarga pasien bersemangat tentu akan berdampak positif pada pasien.

Ronald McDonald Family Room adalah salah satu program dari Ronald Mc.Donald House Charities (RMHC) Indonesia. Program lainnya ada Ronald McDonald Care Mobile dan Ronald McDonald House. Ronald McDonald Care Mobile sudah berjalan di wilayah propinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat. Wilayah yang akan segera menyusul adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan daerah lainnya di Indonesia. Program ini tentu sangat berperan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak. Karena klinik berjalan ini memberikan layanan konsultasi ataupun penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan serta imunisasi wajib pada anak-anak. Sementara Ronald McDonald House adalah program rumah singgah yang disiapkan untuk keluarga pasien yang menjalani perawatan di RSUP Fatmawati Jakarta Selatan.

Ronald McDonald Care Mobile

Ronald McDonald Care Mobile

Ronald McDonald House

Ronald McDonald House

Ingin berdonasi untuk program ini? Silahkan..dipilih mau ambil bagian yang mana :

Lewat kotak amal atau box donasi yang ada di semua resto Mc.Donald

Box Donasi

Box Donasi

Atau..bagi yang daerahnya tidak ada resto Mc. Donald …bisa ditransfer ke rekening Yayasan Ronald McDonald House Charities

Bank BCA 
No Rek : 03.53163.300

Bank OCBC
No.Rek  : 5458.0000.9445

Sapi dan Tradisi

Minggu, 28 September 2014 (waduhhh telat banget ya nge-postnya)

Awalnya saya ingin mengajak Nares dan Kinar jalan-jalan ke Bandara Trunojoyo. Tapi karena pagi saya kebetulan ketemuan dengan Mak Puh Kumpulan Emak Blogger yang lagi alomampa (bahasa Madura halus : berjalan) ke Sumenep…dan memastikan hari ini ada kerapan sapi (karena saya pikir acaranya sudah lewat), jadilah hari ini saya mengajak anak-anak melihat kerapan sapi. Ini adalah puncak tingat kawedanan (6 kawedanan masing-masing mengirim 6 pasang sapi) sebagai rangkaian acara sebelum kerapan sapi Piala Presiden. Jadi pemenang di ajang ini akan tampil di turnamen Kerapan Sapi Piala Presiden tanggal 19 Oktober 2014 di Pamekasan, beradu dengan sapi-sapi kerrap jawara dari 4 kabupaten.

Adu kecepatan sapi ini beberapa tahun lalu dipermasalahkan karena penggunaan alat ‘rekkeng’ untuk memacu kecepatan sapi. Rekkeng sejenis tongkat pendek yang dipenuhi paku. Alat itu dipukulkan di bagian sekitar pangkal ekor. Sapi kerrap otomatis penuh luka di bagian tersebut. Bagian tubuh sapi lainnya seperti mata juga diolesi cabe atau jahe atau balsam. Plastik kresek juga diikatkan di sekitar kepala dan saat baru start ada tim khusus membunyikan kaleng bekas yang diisi batu. Maksudnya agar suara berisik membuat sapi panik dan terus berlari.

Kesannya memang sadis ya…tapi diluar arena sapi-sapi kerrap diperlakukan sangat istimewa. Setiap hari ratusan butir telur ayam menjadi santapannya, diurut, ditambah ramuan jamu yang jumlahnya tidak sedikit dan harganya juga tidak murah. Maka jangan heran bila sapi kerrap harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah per ekornya. Karena sapi kerrap very high cost maintenance.. 🙂

Saya teringat waktu masih kecil (mungkin usia TK atau SD), seorang teman papa yang pemilik sapi kerrap asal Pulau Sepudi, menjadikan rumah kami sebagai markas selama mengikuti kompetisi kerapan sapi di Sumenep. 2 ekor sapi diparkir tak jauh dari rumah. Ada sekitar 20 orang yang menjadi kru, mulai dari tukang masak (mereka bawa peralatan masak sendiri untuk para kru) sampai tukang tongkok (joki).

Sapi Sonok

Sapi sonok agak berbeda dengan kompetisi kerapan sapi yang juga menjadi tradisi di Madura. Kompetisi ini lebih berperikehewanan karena sapi malah harus berjalan pelan mengikuti iringan musik tradisional Saronen. Panjang lintasannya juga lebih pendek dibanding kerapan sapi. Tidak ada alat-alat yang sengaja digunakan untuk membuat sapi panik, bahkan pecutpun tidak. Saat menunggu giliran tampil, sapi ‘diparkir’ dengan kaki depan sapi nangkring di sebuah kayu. Parkir semacam ini akan membuat kepala sapi selalu tegak dan terkesan tangguh tapi ‘anggun’ (haiiisss…ada ya sapi anggun? :D). Nah..urusan perawatan..sama saja..very high cost maintenance.

IdeKu untuk PLN

*Menjelang buka puasa…beberapa menit sebelum adzan magrib berkumandang..Nares dan teman-temannya sudah bersiap berbuka puasa di kelas masing-masing. Tiba-tiba pettt…listrik padam.. Siswa pun berbuka di ruang kelas yang gelap. Alhamdulillah sebelum isya listrik sudah normal.*

*Hari Minggu pagi..hampir semua orang punya rencana beres-beres..cuci..setrika..masak istimewa..mumpung libur kan.. Belum juga jam 8 pagi..pettt…listrik padam ..Tak tahu sampai jam berapa. Listrik baru nyala lagi menjelang jam 1 siang*

*Hari Sabtu..di pabrik tempat saya bekerja.. jam 8 pagi tiba-tiba listrik padam..pettt… Tak tahu ini pemadaman sementara saja atau bergilir. Listrik baru normal lagi setelah jam 1 siang*

Listrik yang tiba-tiba padam disusul suara ledakan juga sering terjadi di tempat saya tinggal. Kami sudah hafal..pasti ada trafo yang ‘jebluk’ entah di gardu yang mana. Butuh waktu tak sampai 1 jam untuk menggantinya. Lain cerita kalau ternyata trafo pengganti tidak tersedia..wah… bisa berjam-jam.

Kerugian akibat pemadaman listrik memang tidak sedikit. Untuk rumah tangga..memang yang tampak hanya pekerjaan-pekerjaan yang tertunda. Tapi untuk industri…hmmm…pastilah kerugiannya bisa dihitung dan ketahuan nominalnya berapa kalau dalam sekian jam tidak berproduksi. Dan kita tak bisa berbuat apa-apa..Kalau yang punya genset bisa lanjut seperti biasa meski harus mengeluarkan biaya ekstra.

Eits…untuk ibu rumah tangga yang bekerja di rumah..blogger, penulis, atau jualan lewat internet..lagi enak-enaknya online pake laptop ..lagi serius-seriusnya update blog trus mati lampu..wahhh itu sesuatu banget. Apalagi kalao lagi diuber deadline. Apa iya kudu cari wilayah yang lagi gak kena pemadaman?hehehe

Tapi saya tentu masih lebih beruntung dibanding saudara-saudara yang ada di daerah yang belum mendapat pasokan listrik. Di Sumenep kebanyakan daerah kepulauan belum bisa merasakan enaknya listrik 24 jam. Pulau Kangean misalnya..hanya bisa menikmati listrik dari PLN dari jam 18.00 sampai pagi. Sepanjang pagi sampai sore tak ada listrik..kecuali yang memang pakai genset. Kulkas, AC, barang-barang mewah untuk dinikmati di siang hari. Bukan karena tak mampu membeli. Tapi karena tak ada listrik.

Kalo ingat daerah-daerah yang tidak dialiri listrik, atau pasokan listriknya byar pet, tentu saya tidak pantas mengeluh. Tapi kalo ingat pekerjaan yang tertunda…kerugian karena tidak berproduksi..hmmm…geregetan ya sama PLN 🙂 Ya karena pelanggan bayar..Bayar telat ..didenda (hehehe gak langsung diputus sih…). Untuk pemadaman yang tidak terduga, saya bisa maklumi lah…selama penanganannya cepat. Tapi kalau pemadaman bergilir yang lamanya berjam-jam..mbok ya ada pemberitahuan…

Beberapa tahun lalu saat Dahlan Iskan baru menjabat sebagai Dirut PLN, ada edaran ke rumah-rumah (di daerah Tangerang Selatan). Isinya pemberitahuan rencana pemadaman listrik. Waw..sebagai pelanggan saya merasa sangat dihargai mendapat edaran tersebut dan tentu saja bisa menyiapkan antisipasinya. Tapi rupanya hanya sekali itu saja saya mendapat edaran seperti itu. Mungkin terlalu ribet kalau dilanjutkan setiap pemadaman listrik.

Tak adakah cara lain? Sewaktu saya bekerja di radio, sering sekali pihak PLN membagikan informasi rencana pemadaman listrik. Informasi meliputi tanggal pemadaman dan daerah yang akan dipadamkan. Informasi seperti itu tentu sangat membantu bagi yang mendengarkan. Bagi yang tidak mendengarkan radio?hehehe…Ya sebaiknya memang ada cara yang lebih efisien dan efektif dalam menyampaikan pemberitahuan pemadaman.

Bila pemadaman sifatnya lokal..silahkan manfaatkan sarana komunikasi manual tapi masih efektif digunakan sampai sekarang. Kalau di daerah saya pengumuman lewat masjid sangat efektif dan efisien. Semua pasti dengar dan sifatnya lokal, cukup di masjid sekitar daerah pemadaman. Tak perlu banyak kertas diedarkan ke rumah-rumah seperti yang dilakukan di Tangerang Selatan. Cara ini ,masih dipakai untuk pengumuman berita duka atau kegiatan posyandu. Untuk info pemadaman bergilir kenapa tidak?

Karena kalau lewat media radio..ya barangkali ada yang gak dengerin…kalo lewat koran..barangkali ada yang gak baca koran..atau bahkan sudah baca korannya tapi terlewat berita pemadamannya. Nah kalao pengumuman lewat masjid yang kenceng begitu..masa sih ada yang nggak denger? 🙂

Nah itu kalo untuk informasi pemadaman…. Kalau untuk penggunaan listrik pra bayar alias sistem token, mungkin yang sudah berjalan sekarang sudah maksimal. Cumaaaaaa….masih sering gangguan itu loh…pernah selama beberapa bulan saya nggak bisa beli di merchant-merchant publik seperti Indomaret, Alfamart, dan pengecer lainnya. Token hanya bisa dibeli di PLN dan ATM BRI-Mandiri. Wah…kebayang deh ribetnya secara PLN di tempat saya jualannya gak 24 jam. Belum lagi kalau ATM yang dimaksud bermasalah..waduh..udah deh…bisa nyesel banget pake sistem token (sstt..saya punya kisah tentang pembelian token lewat ATM disini). Kenapa gak ditambah tuh..bank yang melayani pembelian token lewat ATM..jadi bukan BRI-Mandiri aja…atau buatlah sistem semudah mengisi pulsa untuk handphone. Selain praktis, cepat, dan ramah lingkungan..karena paperless… tak perlu mencetak transaksi, pulsa otomatis masuk ke meteran pelanggan.

Ide lain saya untuk PLN adalah tingkatkan kampanye bijak memakai listrik. E tapi kampanyenya jangan untuk rumah tangga aja donk..Tuhhh kantor-kantor sama pusat perbelanjaan di kota-kota besar…juga perlu didekati agar lebih bijak memakai listrik. Siang bolong terang benderang masa pake lampu? 🙂 Kampanyekan desain gedung atau bangunan yang ramah lingkungan, yang tidak memerlukan bantuan lampu untuk pencahayaan di siang hari. Ya meskipun yang menjai problem adalah tingginya pemakaian pada jam-jam beban puncak..jam 18.00 sampai 21.00.

Kampanye hemat listrik juga bisa dilakukan PLN di sekolah-sekolah mulai tingkat PAUD sampai SMA. Saya belum pernah denger tuh…ada kunjungan PLN ke sekolah anak saya..:) Seperti polisi yang rutin menyambangi sekolah TK untuk menanamkan kebiasaan tertib berlalulintas. Hal-hal yang ditanamkan sejak kecil itu nempel banget…dan anak-anak akan lebih aware begitu melihat hal yang tidak sesuai dengan yang didapatnya di sekolah. Eit…tv kalo gak ditonton matikan..kalo masih ada cahaya matahari lampu matikan…ruangan kalo gak dipake matikan lampunya..Pasti anak-anak lebih cerewet deh 🙂

Untuk layanan gangguan..di tempat saya sih udah oke banget. Petugas sigap dan saya sendiri juga berusaha untuk mendukung program PLN Bersih, tidak memberikan tips kepada petugas. Petugas tidak komplain dan tetap ramah melayani. Hehehe tapi ibu saya yang kadang merasa kasihan…dan merasa perlu memberikan tips.

Ide saya untuk alternatif energi…wahh…ini bisa banyak sekali alternatifnya. Membangun pembangkit baru sudah menjadi tugas pemerintah. Ya saya berharap upaya menambah pembangkit dengan bahan bakar yang ramah lingkungan terus ditingkatkan. Listrik tenaga mikrohidro, tenaga angin, tenaga matahari, dan sumber energi lainnya yang sangat melimpah di Indonesia tapi belum optimal penggunaannya.

Kalaupun berbiaya tinggi dan kalkulasinya belum nyampe.. PLN bisa membantu pembuatan pembangkit biogas di berbagai daerah terpencil.

Penggunaan energi biogas sebagai sumber listrik sudah banyak dilakukan di beberapa daerah. Tapi memang belum menjadi gerakan yang bersifat nasional. Energi biogas bisa dari apa saja? Bisa dari kotoran manusia, kotoran hewan, sampah, limbah industri tahu, limbah industri tapioka..banyak loh… Saya contohkan yang dilakukan di sebuah desa di Batu Jawa Timur. Ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat setempat. Mereka memanfaatkan kotoran ternak sapi perah sebagai sumber energi listrik. Sebelumnya limbah tersebut dibuang begitu saja ke sungai. Sekarang selain mereka mendapat pasokan listrik, gas untuk keperluan rumah tangga, beban limbah di sungai juga berkurang, ampas biogas pun bisa dijual untuk kompos.

Listrik dari Biogas (dokumentasi Lestari.Org)

Listrik dari Biogas (dokumentasi Lestari.Org)

Selebihnya saya percaya PLN punya lebih banyak ide untuk kemajuan listrik di Indonesia, terutama dalam mengatasi krisis energi. Dari sekian ide yang saya sampaikan…yang paling penting adalah…gak ada mati-matian lampu lagi…tarif listrik murah..dan gak ada satu daerahpun yang tidak terlayani listrik PLN. Semoga.

Antara Raffi-Gigi dan Jokowi

Waw…hari ini 17 Oktober tuh sesuatu banget yak…Ada 2 momen yang menjadi sorotan media. Satu, pernikahan Gigi Nagita Slavina dan Raffi Ahmad. Dua, pertemuan Jokowi dan Prabowo. Keduanya tentu momen yang membahagiakan. Gak perlu dinyinyirin lah ya…

Pernikahan Gigi-Raffi

Nagita-Raffi

Nagita-Raffi..Selamat Ya..

Untuk 2 artis muda ini..saya mengucapkan selamat. Semoga langgeng dan menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah…sampai akhir hayat. Mau habis berapa kek biayanya…biarin ajah. Duit..duit mereka ini..hehehe. Yang saya sayangkan cuma 1..kenapa saya gak diundang.. *gigitjari*

Jokowi-Prabowo

Jokowi-Prabowo..Selamat Ya...

Jokowi-Prabowo..Selamat Ya…

Nah…ini..pertemuan kedua tokoh ini kayaknya tenggelam diantara berita diatasnya ya.. 😉 Apapun itu saya mengucapkan selamat untuk Jokowi dan Prabowo. Karena dengan adanya kemauan keduanya untuk bertemu, maka terjadilah pertemuan itu. Gak perlu dinyinyirin lah siapa yang lebih kstaria dan lebih negarawan. Melihat momen hari ini..tentu keduanya sama-sama kstaria dan sama-sama negarawan. Saya juga pengen mengucapkan selamat ultah untuk Prabowo…sehat+sukses slalu. Semoga setelah ini wall Facebook saya gak berseliweran lagi update-an ato sharing-sharing info nyinyir yang gak jelas juntrungannya. Anyway..judulnya gak menyertakan nama Prabowo semata-mata karena faktor kesamaan huruf vokal ‘i’ saja kok..gak ada tendensi apa-apa 🙂

Ada momen apa lagi ya…oya…Happy Birthday untuk ponakan saya..Nugi 🙂 Satu-satunya laki-laki diantara 6 cucu mama-papa 🙂 Tambah pinter, sehat, dan soleh ya boy. Kisses and hugs dari kakak Nares dan Kinar.

Nugi

Nugi

Last moment…hari ini 2 tahun yang lalu…ahhh sudahlah..Mari kita berbahagia dengan hari esok yang penuh tantangan dan berjuta mimpi yang siap untuk diwujudkan. Ganbate!

Tepung Kelor Kaya Manfaat

Tepung Daun Kelor (dok.pri)

Tepung Daun Kelor (dok.pri)

Daun kelor ( Moringa oleifera) sekarang bukan cuma dibuat sayur. Selain dibuat teh, daun kelor juga diolah menjadi tepung kelor. Daun-daun yang sudah kering (dioven bukan dijemur), dihaluskan, lalu dikemas. Tepung kelor (Madura : marongghi) diyakini dapat memberikan berbagai macam manfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Tepung ini aman dipakai oleh ibu hamil atau menyusui dan anak-anak. Bahkan untuk anak-anak sangat disarankan untuk meningkatkan pemenuhan gizi.

Saya sendiri sempat tercengang dengan manfaat daun kelor ini. Secara…sayur ini makanan pokok orang Madura (di Lombok juga begitu), saya makan sejak kecil, sementara masih banyak juga orang yang menganggap daun kelor tidak layak untuk dimakan. Harganya pun murah meriah, bayam ama sawi masih lebih mahal 🙂 Tak cukup dengan jawaban dari sist Wiki..saya jelajah deh..dengan kata kunci Moringa Powder alias Tepung Daun Kelor. Waaahhh..bener-bener luar biasa ternyata.

Apa saja manfaat tepung daun kelor?

Sama dengan manfaat daun kelor, tepung daun kelor memberikan manfaat penyembuhan terhadap berbagai jenis penyakit. Diantaranya diabetes, kanker, HIV, bronchitis, cacingan, dll. Untuk anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, tepung ini bisa menjadi makanan tambahan untuk meningkatkan kemampuan tubuh menyerap vitamin dan meningkatkan daya tahan tubuh. Karena tepung daun kelor mengandung vitamin A, B, C, fosfor, kalsium, protein dan berbagai zat lain yang dibutuhkan oleh tubuh.

Untuk pengidap HIV-AIDS, tepung ini sudah umum dipakai di Afrika dan aman dikonsumsi bila pasien juga memakai ARV. Mereka memakainya sebagai makanan suplemen karena kandungan zat besinya yang sangat tinggi dan kemampuannya meningkatkan kekebalan tubuh.

Cara mengkonsumsi tepung ini bisa dengan diseduh dengan air hangat (hangat ya…bukan panas..) atau dicampur pada makanan dan minuman 1-2 sendok makan. Oya, untuk kecantikan…tepung ini bisa untuk masker wajah dan lulur. Kulit menjadi bersih dan sehat.

Berbeda dengan teh daun kelor, tepung daun kelor bisa disimpan sampai sekitar 2 tahun. Bila kemasan sudah dibuka, simpan di tempat yang sejuk dan kering.

Coba yuk ah..

Referensi :

http://www.iasociety.org/Abstracts/A3531.aspx

http://aidsconfronted.groupsite.com/post/moringa-in-hiv-aids-treatment