Membuat Buletin PAUD

Selama Februari ini saya nyaris melewatkan hampir semua kompetisi blog. Bukan karena lagi males ikutan sih sebenernya…Bukan juga karena takut menang..wkwkwk…Tapi ada yang memerlukan konsetrasi tinggi nih… 😀

Jadi ceritanya kepala sekolah Kinar menemukan blog saya dan sering baca postingan disini..Lalu..diajaklah saya membuat buletin untuk sekolah. Waw…waw..waw…Saya langsung hayuk ajah untuk sesuatu yang bermanfaat begini. Apalagi urusan tulis menulis..

Ibu Kepala Sekolah memasrahkan buletinnya mau seperti apa, diisi apa..yang penting tujuan buletin dibuat tercapai. Tujuan utamanya menjadi media informasi bagi wali murid. Jadi ya isinya lebih banyak ke liputan kegiatan-kegiatan sekolah..Hmmm kayaknya saya pernah kepikiran deh bikin media cetak yang bagus…padat berisi..dan dibagikan gratis..Eh Alhamdulillah kejadian..

Mulailah saya merancang rubrik dan isinya, nara sumbernya, gambarnya, desainnya, semuanya. Beberapa orang saya minta untuk menulis sesuai dengan kapastitas masing-masing. Misalnya konselor sekolah, kebagian jatah menulis tentang psikologi. Gak perlu banyak-banyak…karena edisi perdana ini berupa selembar kertas ukuran A4 yang kedua sisinya berisi tulisan dan gambar yang menarik untuk disimak.

Setelah proses penulisan selesai, saya mulai pikirkan siapa yang akan mendesain dan layout nanti. Haduh haduh…jujur saya masih blank. The power of kefefet deh…saya putuskan desain dan layout sendiri pake Microsoft Publisher yang sudah terinstal di laptop. Lah mau pake Corel nggak ada programnya…tapi alasan utamanya sih saya belum bisa pake Corel…hahaha. Sungguh saya berterima kasih pada si publisher yang memudahkan segalanya.

Dan sampailah perjalanan caon buletin ke proses naik cetak..uhuikk..Alhamdulillah..proses cetak selesai dalam 3 hari. Taraaaaa….inilah hasil akhir buletinnya…Siap edar!

Buletin El-Fath

Buletin El-Fath

Alhamdulillah banget pokoknya saya bisa menyelesaikan tugas ‘kecil’ ini. Mari bersiap untuk edisi selanjutnya.. 🙂

Advertisements

From Hongkong To Brau

Hongkong…siapa yang tak tahu. Salah satu tujuan wisata favorit di Asia yang gemerlap dan modern. Kalo Brau.. adakah yang tahu? Brau adalah dusun kecil di Kota Batu Jawa Timur. Nyari di Google aja susah kalau cuma ngetik Brau Batu Jawa Timur 🙂 Apa hubungannya Hongkong dengan Brau?

Warga dusun Brau desa Gunungsari kecamatan Bumiaji kota Batu adalah petani dan peternak sapi perah. Ada problem serius terkait limbah yang berasal dari kotoran sapi perah di dusun tersebut (dan dusun lain di sekitarnya). Selama bertahun-tahun limbah kotoran sapi dibuang ke sungai. Bukan cuma kotor, tapi sungai juga bau semerbak khas kandang sapi.

 Gas metana terjadi secara alami sebagai akibat dari berbagai reaksi biologi dan kimia. Ini berasal dari produk limbah manusia, limbah pertanian dan limbah pertanian dengan produk melalui proses pembusukan anaerobik. Sapi bertanggung jawab atas 16% dari emisi metana di atmosfer.

Ada sebuah yayasan non profit dan non partisan, Yayasan Alam Bumi Lestari alias Yabule…yang kemudian melihat kondisi ini kalau dibiarkan terus berlangsung dampaknya tentu akan sangat merugikan. Bukan hanya bagi warga Brau, tapi juga warga lain yang dilintasi sungai, termasuk Sungai Brantas bagian hilir yang menjadi muara anak sungai di kawasan Jawa Timur.

Salah satu sudut dusun Brau - 1.120 mdpl (dok Yabule)

Salah satu sudut dusun Brau – 1.120 mdpl (dok Yabule)

Apa yang dilakukan yayasan yang beranggotakan anggota pasca aktif Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam Unibraw ini di Brau?Salah satunya adalah membangun instalasi atau reaktor biogas. Widiihhh reaktor…macam nuklir ajah pake reaktor 😀 Bedanya sama yang nuklir…. reaktor ini menampung kotoran sapi milik (sebagian) warga Brau.

Ini lo...reaktor biogasnya.. (dok. Yabule)

Ini lo…reaktor biogasnya.. (dok. Yabule)

Salah satu tahapan pembuatan reaktor (dok. Yabule)

Salah satu tahapan pembuatan reaktor (dok. Yabule)

Nah kotoran sapi itu menghasilkan energi yang bisa dipakai untuk bahan bakar dan listrik. Jadi….kotoran sapi yang tadinya dibuang begitu saja ke sungai..diolah menjadi sumber energi baru. Warga Brau yang konsumtif (karena harus terus menerus belanja bahan bakar), sekarang jadi warga yang produktif. Kenaikan dan kelangkaan gas pun bukan masalah buat warga Brau.

Biogas untuk memasak (dok. Yabule)

Biogas untuk memasak. Ini pada pake masker bukan karena bau dari biogasnya ya…. Tapi karena foto diambil saat peresmian program biogas sehari setelah G.Kelud meletus.(dok. Yabule)

Biogas untuk listrik (dok. Yabule)

Biogas untuk listrik (dok. Yabule)

Tak cukup itu saja…ampas kotoran sapi dari limbah biogas pun masih bisa dimanfaatkan. Haaaahh? Masih ada yang bisa dimanfaatkan??Iyaaa…!Ampas yang disebut bioslurry itu dijadikan pupuk organik oleh warga daaannn menjadi pakan untuk ternak cacing. Mancyeeeeppp…..

Anak-anak di Brau semangat beternak cacing (dok. Yabule)

Anak-anak di Brau semangat beternak cacing (dok. Yabule)

Tanaman sayur kiri memakai pupuk bioslurry, kanan memakai pupuk kandang (dok. Yabule)

Tanaman sayur kiri memakai pupuk bioslurry, kanan memakai pupuk kandang (dok. Yabule)

Lahhh trus hubungannya ama Hongkong apaah??Bioslurry nya diekspor ke Hongkong?Bukaaannn… Sapinya dari Hongkong?Bukaaannn…Bukannn..

Adalah seorang perempuan berusia 47 tahun yang diutus oleh Yayasan Alam Bumi Lestari untuk menjadi pimpinan proyek kegiatan ini (tapi yang bersangkutan lebih sreg disebut fasilitator sajah… 🙂 ). Setelah berjuang menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Taiwan dan Hongkong sejak tahun 1998, akhirnya perempuan asal Malang ini kembali ke Indonesia per 2013 dan bersedia menjadikan Brau sebagai medan perjuangannya yang baru. Namanya Yuli Sugihartati Iskak, saya biasa memanggilnya Mami Yuli atau Mbak Yuli. Meski sama-sama anggota pasca aktif Impala Unibraw, saya baru kenal Mbak Yuli dan aktif berinteraksi sekitar tahun 2011 an lah…waktu dia masih di Hongkong. Mbak Yuli sekarang tinggal di Blitar. Minimal 2 hari sekali berkunjung ke Brau (kadang menginap di Brau). Dengan senang hati Mbak Yuli melakukan perjanalanan Blitar – Brau dengan sepeda motor (kurleb 50 km). Termasuk saat musim hujan seperti sekarang ini. Heroik! *Love what you do and do what you love katanya*

Mbak Yuli at Hongkong (dok. Mbak Yuli)

Mbak Yuli at Hongkong (dok. Mbak Yuli)

Mbak Yuli at Brau (dok. Mbak Yuli)

Mbak Yuli at Brau (dok. Mbak Yuli)

Mbak..mau-maunya bergumul dengan kotoran sapi di Brau…Apa yang ‘memanggilmu’? Hmmm…Mbak Yuli jawab begini, “kalau awalnya sih karena euphoriaku bisa kerja breng temen-temen IMPALA, trus pas terjun langsung ke Brau ternyata panggilan jiwa untuk berbagi bisa terakomodir, walau yang aku bagikan bukan materi, tepi lebih ke sharing knowledge”

Waw..saya terkesima dengan jawabannya.. Emang ilmu apa ya yang dibagi sama Mbak Yuli? Ilmu yang sangat sederhana sih katanya… Mulai dari ngobrol-ngobrol masalah biogas dan tentang dasar-dasar ilmu peternakan. Oh iya…Mbak Yuli ini alumni Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya..Alhamdulillah kalo ilmu di kampus dulu masih bisa bermanfaat untuk warga di Brau ya…

“Brau sudah jadi candu buat saya…” begitu jawab Mbak Yuli waktu saya tanya betah nggak di Brau… Wahhh sampe candu gituh?Yang bikin kecanduan itu apa sih…

“Buanyak sih, tapi yang paling bikin betah itu kesediaan mereka menerima saya. Lebih ke humanity-nya. Alamnya juga ciamik, bikin adem di hati. Kami sudah saling membutuhkan Yank..” (maksudnya Yank itu Ayank…panggilan saya di kalangan teman dan saudara.. 😀 *pentinggg*).

Datang dengan menawarkan program biogas tidakkah mendapatkan penolakan?Pastiiii…! Awalnya ya menolak tapi tidak langsung. Rupanya mereka kapok dengan program biogas sebelumnya entah dari mana. Waktu itu (tahun 2013) ada 7 bangkai biogas di wilayah Desa Gunungsari, termasuk di Brau, yang ditunjukkan oleh warga.

Saya juga nanya..gak pengen balik ke Hongkong yang bling-bling dan bikin ngiler itu? Perbandingan Hongkong dengan Brau itu sangat njeglek banget loh ya.. (kayak yang pernah ke Hongkong ajah….hahaha). Mbak Yuli dengan tegas menjawab ‘TIDAK’. Sama sekali tidak ada keinginan untuk kembali ke Hongkong. Justru keinginan terbesar Mbak Yuli sekarang adalah memberdayakan teman-teman di Hongkong supaya survive di negeri sendiri. Ia paham ketakutan teman-temannya untuk kembali ke tanah air. Itulah sebabnya sekarang Mbak Yuli mencoba semua peluang usaha yang sederhana, mudah dikerjakan, dan semua orang bisa. Dengan harapan, apa yang dilakukannya bisa memotivasi teman-teman TKW untuk mengikuti langkah-langkah survival Mbak Yuli di tanah air. Diakui Mbak Yuli bahwa itu mimpi besarnya.. Duh kebayang gak sih…kalo ribuan TKI di luar sana balik ke Indonesia dan bersedia membangun negeri ini…

Trus untuk Brau..apa yang diinginkan? Katanya…sekarang ada 8 reaktor aktif di dusun Brau dengan jumlah warga 60 KK. Idealnya 1 KK 1 reaktor kapasitas 6 meter kubik dengan jumlah ternak sapi 2-3 ekor. Masih banyak kan kekurangan reaktornya… 🙂 Selain mengusahakan dana (10 juta per reaktor), ada keinginan untuk membuat arisan reaktor. Keren iihhh arisannya…Arisan yang bermanfaat buat bumi 🙂 Cuma masih ada kendala … warga masih banyak tanggungan cicilan di KUD dan beberapa kendala teknis lainnya. Bioslurry juga sedang diupayakan untuk bisa dijual untuk kebutuhan masyarakat di luar Brau.

Duh Mbak…semoga Mbak Yuli semakin betah berkegiatan di Brau ya…Semoga mimpi-mimpinya terwujud..termasuk mimpi tentang TKW tadi… Daaannn semoga semakin banyak kegiatan-kegiatan semacam ini di tanah air…

 

Artikel ini diikutsertakan pada Kompetisi Blog Nurul Hayat : Nyala Inspirasi Untuk Negeri

Observasi Masuk SD

Beberapa bulan lagi masuk tahun ajaran baru 2015-2016. Sekolah-sekolah, terutama swasta, umumnya sudah memulai observasi (alias test) untuk calon siswa barunya. Selain harus menyiapkan materi observasi, ortu juga harus menyiapkan sejumlah dana tentunya. Pembayaran pendaftaran biasanya lebih murah bila dilakukan di gelombang pertama. Gelombang selanjutnya biaya pendaftaran pasti lebih tinggi.

Tahun ini Insyaallaah Kinar masuk SD.. Duh..gak kerasa ya..udah pada SD aja nih anak-anak 😀 21 Februari lalu Kinar ikut observasi gelombang pertama di sekolah yang sama dengan Nares kakaknya. Apa saja persiapan Kinar?Hmm…gak ada persiapan khusus sih.. Karena materi observasi sangat familiar bagi anak-anak. Meskipun belum lama ini Kinar bisa baca, saya tidak khawatir akan menyebabkan kegagalan. Yakin ajah gituh.. 🙂 Untuk berhitung saya juga yakin Kinar bisa. Karena sebelumnya Kinar sering ikut-ikutan belajar ketika kakaknya belajar. Beberapa kali dia mengerjakan soal berhitung juga lancar.

Akhirnya observasi yang berlangsung selama sekitar 2 jam pun diikuti Kinar dengan lancar. Kelulusan yang diumumkan 15 menit setelah observasi selesai hasilnya juga baik. Alhamdulillah. Nilai rata-ratanya 95 koma sekian. Kinar juga tidak mengeluhkan apapun pasca observasi. Kecuali satu hal.

Di rumah Kinar bercerita tentang apa saja yang ditanyakan saat proses observasi. Tak lupa dia menceritakan kalau saat menulis, diminta guru yang mengobservasinya untuk menulis dengan ‘tangan bagus’ alias tangan kanan. Astaghfirullah dek…Bunda lupa bilang gurunya kalau adek kidal…

“Adek bisa nulis pake tangan kanan?”tanya saya pada Kinar.

“Susah Bun… aku nulisnya juga jadi jelek…”jawab Kinar sambil tertawa. Nulis kiri yang jadi kebiasaannya aja belum bagus apalagi nulis tangan kanan..saya membayangkan betapa susah payahnya dia menulis dengan tangan kanan saat observasi.

Pengalaman ini menjadi semacam ‘reminder’ buat saya..untuk menyampaikan kepada guru terutama di lingkungan baru tentang kecenderungannya memakai tangan kiri. Penting untuk disampaikan agar guru tidak mempermasalahkan anak yang memang cenderung memakai kiri untuk menulis.

Kinar

Selamat Hari Radio Sedunia

World Radio Day (td1radio.com)

World Radio Day (td1radio.com)

Hari Radio Sedunia atau World Radio Day diperingati setiap 13 Februari. World Radio Day pertama kali diperingati tahun 2013, setelah disetujui oleh Konferensi Umum UNESCO 3 November 2011 di Paris. Harapannya…hari radio sedunia ini bisa meningkatkan kesadaran pentingnya media ini dan kerjasama lembaga penyiaran di tingkat internasional.

Jadi ingat masa-masa di radio 🙂 Radio adalah dunia kerja pertama saya. Waktu itu sekitar tahun 2001, jadwal kuliah kosong karena proses penelitian sudah mulai. Ada perempuan berkacamata menyebarkan brosur di kampus. Isi brosurnya rekrutmen jurnalis radio di Radio MAS FM, sebuah radio swasta di Kota Malang. Iseng aja saya ngajuin lamaran di radio itu. Keterima sukur…nggak ya nggak papa. Toh saya bakal sibuk penelitian untuk skripsi.

Ternyata..eh ternyata..diterima. Alhamdulillah…selamat datang di dunia kerja! Selamat datang di dunia radio! Dunia media yang unik. Gak pernah terbayang… betapa suara enak yang keluar dari perangkat radio melalui proses yang gak asal-asalan. Suara enak aja gak cukup rupanya. Banyak hal yang harus dipenuhi untuk bisa menjadi radio berkualitas. Konten bagus, kualitas perangkat yang bagus, managerial yang bagus, tim marketting yang bagus, bahkan sampai tim off air yang bagus. Kompleks.

Saya beruntung merasakan tempaan dunia radio di Jawa Timur. Apalagi 2 radio tempat saya pernah bekerja adalah anggota PRSSNI (Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia) yang tidak pernah bosan untuk terus menerus memberikan pelatihan-pelatihan di berbagai bidang. Selain pelatihan-pelatihan dari pihak luar, 2 radio tempat saya bekerja juga sering mengadakan pelatihan internal atau inhouse training.

Tidak mengherankan bila Jawa Timur menjadi barometer di Indonesia karena radio di Jawa Timur mempunyai kekuatan lokal yang luar biasa. Radio-radio lokal di Jawa Timur masih menjadi raja di daerahnya masing-masing, tak terkalahkan oleh jaringan radio-radio besar seperti di sekitar ibu kota. Sebut saja Radio Suara Surabaya, Radio Andika FM Kediri, Radio Karimata Pamekasan, radio Swara Giri FM Gresik, Radio Prosalina FM Jember, Radio Mayangkara FM Blitar. Itu baru sebagian saja radio-radio tangguh di Jawa Timur. Radio-radio yang didirikan sejak belasan bahkan puluhan tahun lalu dan eksis sampai sekarang. Bukan instan ..

Mata saya semakin terbuka lagi setelah bekerja di Internews Indonesia di Jakarta. Saya keliling ke radio-radio di wilayah Jawa-Sumatera termasuk Aceh. Radio yang di manage dengan baik..banyak.. radio yang asbun alias asal bunyi..lebih banyak..hahaha..

Selain radio swasta , dunia radio juga semakin meriah dengan adanya radio komunitas. Radio komunitas lebih spesifik dan menjangkau pendengar dalam radius yang lebih pendek (sekitar 2,5 km dengan kekuatan 50 watt). Beberapa radio komunitas didirikan karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekitarnya. Misalnya Radio Komunitas Merapi Merbabu Community yang awalnya didirikan karena kebutuhan informasi pertanian masyarakat di sekitar kaki Merbabu dan Merapi.

Huaaaaahh… jadi kangen dunia radio…. dunia yang terus berkembang. Tapi dunia radio tetaplah sunyi dan bunyi. Selalu ada sunyi dalam bunyi, a theatre of mind… Selamat Hari Radio Sedunia.

Mimpi yang Wajib Terwujud

Bermimpilah setinggi-tingginya karena mimpi itu gratis. Tercapai Alhamdulillah…gak tercapai ya tak perlu kecewa.. Teruslah bermimpi sambil terus berikhtiar untuk mewujudkan mimpi. Itulah yang akan saya lakukan terhadap mimpi-mimpi saya.

Dari sekian banyak mimpi yang ingin diwujudkan, ada 2 yang harus saya wujudkan tahun 2015 ini. Mimpinya semacam must have list alias daftar yang harus dimiliki. Apakah itu??

SIM

Iyaaahh…SIM Surat Ijin Mengemudi..Ihikkss bukannya belom punya…tapi SIM saya mati sejak 5 tahun lalu…*celingak-celinguk ada polisi gak..*. Padahal sehari minimal 2 kali saya lewat di pusat layanan pembuatan SIM Polres Sumenep. Tapi justru itu yang bikin saya jadi maju mundur cantikkk…eh maju mundur mau bikin SIM baru… 😀 karena melihat antrian yang gak ketulungan. Dari cerita teman-teman dan keluarga yang bikin SIM juga gak ada yang positif blasss…sangat buang waktu, energi, dan tentu saja biaya. Duh…ya… I know itu mutlak harus dimiliki pengendara bermotor…Makanya SIM masuk daftar must have list di tahun ini. As soon as possible. Wajib…wajib…wajib…!! Apalagi ada kabar pembuatan SIM ntar bisa online…aminnnn… Saya ngarep banget pembuatan SIM bisa dibenahi seperti pembuatan paspor..simpel, cepat, gak ribet, dan bebas calo.

Paspor

Paspor (di-copy dari : irwinday.web.id)

PASPOR

La…ini… Dokumen ini juga menjadi target must have list tahun ini. Paspor untuk saya, Nares, dan Kinar. Ini sebenarnya adalah target saya tahun 2014 lalu setelah perjuangan membuat KTP dan KK baru yang melelahkan. Tertunda karena ada kepentingan yang lebih mendesak 🙂 KTP dan KK baru sekarang sudah di tangan, jadi ya…proses pembuatan paspor tinggal menunggu eksekusi saja.

Emang mau dipake kemana bikin paspor??hehehe…ya gak harus punya tujuan dulu kan… Paspor ini bagi saya adalah tangga pertama untuk mencapai mimpi yang lebih tinggi. Yang penting punya dulu lah.. mana tau ada yang ngajakin saya dan anak-anak umroh, mana tau tiba-tiba dapet hadiah jalan-jalan ke luar negeri..tinggal packing aja kan?hehehe… Aminnnn *bantu Amin in ya… 😉 *

Dua dokumen penting ini butuh biaya yang menurut saya lumayan…Tapi karena must have …ya konsekuensinya harus semakin giat untuk berusaha mewujudkannya. Gak harus bersamaan bikinnya…bisa SIM dulu dalam waktu dekat.. Nah..paspor tampaknya saya jadwalkan untuk terealisasi sesudah tahun ajaran baru 😉 Kok patokannya tahun ajaran baru ? Ya…tahun ajaran baru kan masa krusial untuk finansial…hihihi.. Jadi meski punya target pribadi..tetep ada skala prioritas.

Jangan sungkan ingatkan tentang mimpi saya ini dan doakan semua terlaksana sesuai rencana ya… 🙂

Postingan ini diikutsertakan dalam #evrinaspGiveaway: Wujudkan Impian Mu”

GAEvrina