Sudah Siapkah Anak Masuk SD?

Tahun ajaran 2014-2015 sudah hampir habis..Para orang tua sudah sibuk mendaftarkan anaknya ke sekolah baru, bahkan sejak Januari lalu. Ada banyak hal yang bisa dijadikan acuan melihat kesiapan anak masuk SD.

Masuk SD memang bukan hanya dilihat dari usia saja, tapi lebih kepada kesiapan anak. Apa saja yang bisa dijadikan patokan untuk kesiapan anak kita masuk SD? Beberapa hal diantaranya:

  • Kemandirian ini mulai dari bangun pagi (atau bahkan malam sebelumnya menyiapkan keperluan sekolah), sebelum berangkat (mandi, berpakaian, makan pagi), sampai kemandirian anak dalam menyelesaikan berbagai masalah.
  • Kesiapan anak dalam hal kedisiplinan bisa dilihat dalam melakukan berbagai aktivitas. Misalnya kedisiplinan bangun pagi dan menyiapkan keperluan sekolah. Kedisiplinan bangun pagi menjadi penting karena keterlambatan di sekolah dasar sangat kecil tingkat toleransinya.

Kedua hal tersebut adalah yang paling utama dalam melihat kesiapan anak melanjutkan sekolah ke tingkat SD. Keduanya bisa dilihat sejak anak masuk TK-B atau setidaknya memasuki semester  kedua. Bila orang tua sudah melihat konsistensi kemandirian dan kedisiplinan anak dalam keseharinnya, orang tua bisa menyiapkan kemampuan lainnya, seperti kemampuan akademik (baca, tulis, dan hitung).

Mengapa saya mengesampingkan persiapan akademik dan lebih mengutamakan persiapan mental?Karena persiapan akademik bisa dilakukan dalam waktu singkat. Sementara persiapan mental diperlukan lebih banyak waktu dan energi, serta peran orang tua. Persiapan akademik bisa dibantu oleh guru di sekolah, sementara persiapan mental lebih banyak dilakukan di rumah.

Bagaimana bila anak sudah usia 6 tahun lebih sementara mentalnya belum siap (menurut pengamatan orang tua)? Ada 2 pilihan, orang tua membantu mengejar kesiapan mental atau menunda masuk SD. Nah..seperti yang saya sampaikan tadi, kesiapan anak masuk SD sebenarnya sudah bisa dilihat setidaknya sejak memasuki semester kedua di TK-B.  Jadi bila orang tua berencana untuk menunda masuk SD alias anak harus mengulang TK-B, maka ada proses mengkomunikasikannya kepada anak. Harapannya adalah anak siap menghadapi kenyataan bahwa dirinya tidak seperti teman-teman lainnya yang melanjutkan ke jenjang sekolah dasar.

Apa saja yang perlu dilakukan agar anak siap mental masuk SD? Banyak hal…diantaranya setiap hari berdialog dengan anak tentang apa saja konsekuensi bila masuk SD. Orang tua bisa mengajak anak mengunjungi sekolah dasar yang dimaksud sebelum jam masuk sekolah. Dengan begitu anak bisa melihat sendiri bagaimana keseharian yang akan dihadapinya bila masuk SD nanti.

Nara Sumber : Sofie Diantini SPsi, Konselor PAUD El-Fath Sumenep

KTP-el..Nasibmu Kini

Masih inget kan ya jaman antri-antrinya bikin KTP-el?Hehehe bukan Ketapel ya…tapi KTP elektronik disingkat KTP-el alias e-KTP. Ya waktu itu saya masih tinggal di Tangerang Selatan dan memutuskan gak ikut antri. Ntar-ntaran ajalah ngurusnya… Sampai akhirnya saya pindah ke Sumenep, gak kejadian juga tu ngurus KTP-el 😀

Tapi karena kebutuhan identitas baru, akhirnya saya mengurus KTP dan KK dari nol. Mulai surat pindah, surat domisili, dan seterusnya. Proses pembuatan KTP-el pun saya lakukan di kantor kecamatan Sumenep (tanpa antri tentunya…). April 2014 setelah selesai foto dan semua keperluan KTP-el..saya diberitahu petugas KTP-el nya jadi 6 bulan lagi. Dan saya hanya dibekali KTP sementara.

6 bulan sudah lewat…Karena ingin tahu progres KTP-el saya sampai dimana…Februari 2015 saya mendatangi kantor kecamatan. Petugas mengacak-acak KTP-el yang udah jadi…tak ada nama saya. Lalu petugas lain mengecek di komputer…dan menyampaikan kalau KTP-el saya belom jadi..wahahahah..nasib..Kata petugasnya juga…semua yang mengajukan pembuatan KTP-el di tahun 2014 gak ada yang jadi. Wakwawww…

Petugas juga bilang kalo KTP sementara saya sebenarnya tidak berlaku. Jadi saya harus memegang surat keterangan sudah mengurus KTP-el untuk keperluan di bank, kepolisian (SIM), paspor, dan lain sebagainya. Mengurusnya gampang banget,cuma menyiapkan KK dan 1 lembar foto ukuran 3×4, serahkan ke kantor kependudukan dan catatan sipil. Udah…bisa ditunggu trus jadi deh…Free of charge..gretong.

Ini penampakan surat keterangan sudah pernah membuat KTP-el

Ini penampakan surat keterangan sudah pernah membuat KTP-el

Surat keterangan semacam itu juga diperlukan kalau KTP-el yang sudah jadi..hilang. Jadi ya kemana-mana bawa selembar kertas begitu.. Untuk pengurusan di bank, misalnya ATM hilang, buku tabungan hilang, dll (mungkin juga di instansi lain yang memerlukan KTP), pihak bank biasanya minta copy nya yang dilegalisir..huhuhu…Jadiiii…alangkah baiknya kalo kita punya stok copy an surat keterangan dengan legalisir.

Semoga program KTP-el nya bisa segera lanjut lagi ya…jadi pegangan KTP kita gak berupa selembar kertas begitu lagi.. 🙂 Yang sudah punya KTP-el..jaga baik-baik jangan sampe hilang atau rusak… 🙂