Sunrise di Sikunir

Diantara sekian banyak daerah dengan kategori dataran tinggi di Pulau Jawa, adalah desa Sembungan yang tingginya sekitar 2300 mdpl. Inilah desa tertinggi di Pulau Jawa. Disusul kemudian desa Ngadas di Poncokusumo kabupaten Malang (2150 mdpl). Desa Sembungan berada di kawasan dataran tinggi Dieng kabupaten Wonosobo.

Saya berkunjung ke desa yang berada di kaki bukit Sikunir ini lewat Solo-Boyolali-Magelang-Temanggung. Dibutuhkan waktu sekitar 5 jam perjalanan dari Solo untuk menuju ke daerah yang terkenal juga dengan Telaga Warna nya ini.

Jalan menuju kawasan Dieng relatif bagus meski sempit. Dengan penerangan jalan dan marka jalan yang sangat minim, perjalanan pada malam hari sampai menjelang pagi harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Apalagi bila kabut mulai turun.

Perjalanan ke kawasan Dieng ini hampir sepenuhnya kami mengandalkan petunjuk neng google map. Meski sesekali suaranya memberikan petunjuk sinyal yang tidak mendukung, akhirnya sampai juga di pintu gerbang kawasan Dieng.

Jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi, ada 2 petugas yang standby di loket dan siap memberikan peta dan menarik retribusi per orang 10.000 rupiah. Dari sekian banyak tempat yang bisa dikunjungi, kami memilih Sikunir sebagai tujuan pertama. Tujuan lainnya bakal kami sambangi setelah dari Sikunir.

SIKUNIR13

Tiket Masuk Kawasan Dataran Tinggi Dieng

Karena sinyal semakin enggan membantu neng google map memandu perjalanan kami, akhirnya ya kami murni mengandalkan peta yang diberikan petugas loket tadi. Yahh..sambil celingak celinguk dan lirik peta untuk memastikan kami berada di jalur yang benar.

Semakin mendekati desa Sembungan, jalanan mulai rusak. Karena tidak melihat rambu penunjuk jalan dengan jelas dan tak ada orang yang bisa kami tanya..sempat kami pikir kami kesasar. Tapi setelah meneruskan perjalanan dan melihat kumpulan titik cahaya..kami yakin jalan kami benar. Dan alhamdulillah memang benar, kami sampai juga di Sembungan.

Desa ini mengingatkan saya pada desa Ranu Pane di kaki Semeru. Kalau di Ranu Pane terdapat 2 telaga, di Sembungan terdapat 1 telaga di tengah desa yang luasnya sekitar 12 hektar, yaitu Telaga Cebong.

Di desa berpenduduk 1400 an jiwa ini sudah tersedia fasilitas home stay, tempat parkir umum yang luas, toilet, toko-toko souvenir dan perlengkapan pelindung hawa dingin, juga warung makanan.

Tampaknya yang berniat untuk bersunrise ria di bukit Sikunir banyak juga. Buktinya parkiran sudah hampir penuh dengan mobil pengunjung, dan masih terus berdatangan. Pengunjung yang akan naik ke Sikunir..bayar retribusi dulu ya…10.000 per orang.

SIKUNIR14

Tiket Sikunir

Petunjuk untuk menuju bukit Sikunir cukup jelas dan jalan selebar 3 meter juga sudah berlapis beton. Jalannya menanjak terus dah…dengan sesekali bonus jalan datar. Etapi itu cuma sekitar 200 meter awal perjalanan aja ya… 😀 karena setelah itu jalannya ya jalan tanah…trekking seperti naik gunung biasanya itu lah… Klo petunjuknya sih sekitar 800 meter jalan trekking yang dominan tanjakan untuk sampai ke puncak.

Jalannya emang gak mudah untuk kategori wisata santai sih…Apalagi jalannya kan gelap..dan sedikit sisa hujan bikin jalanan agak licin. Ya harus ekstra hati-hati. Dan ada banyak persimpangan jalur.. Ntar ketemunya jalurnya sih sama aja..

Dibutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk mencapai puncak bukit Sikunir ini, jadi saat sampai di puncak masih gelap. Di kawasan puncaknya banyak puncak-puncak punggungan yang menjadi pilihan pengunjung menyambut momen terbitnya matahari. Eh ada warung dan musolla juga loh.. Ya alakadarnya…yang penting pengunjung masih bisa solat subuh.

Tak lama setelah sampai di puncak, terdengar kumandang azan dari arah kaki bukit. Kemudian ada warga yang mengingatkan dengan pengeras suara “bagi yang belum solat subuh…silahkan solat dulu…disini tersedia musholla… Ayo yang belum solat subuh…silahkan solat.. Air wudunya juga tersedia..”

Waktunya pas kok…setelah solat subuh…tak perlu menunggu lama..perlahan langit pun memerah di ufuk timur. Lekukan alam yang menghampar di bawah sana mulai terlihat jelas. Disini bukit..disana bukit,di kanan gunung.. Indah sekali. Rasa lelah setelah melalui tanjakan sepanjang 800 meter..hilang begitu saja. Rasa kantuk karena belum tidur..sirna disapu bentangan alam yang menakjubkan di depan mata. Hawa dingin..ahhh dinikmati saja lah… Morning has broken….dan seluruh permukaan puncak berwarna kuning seperti kunyit/kunir tertimpa sinar matahari. Sesuai dengan namanya..Sikunir.

SIKUNIR6.jpg

Sunrise di Sikunir

 

SIKUNIR5.jpg

Sunrise di Sikunir

 

SIKUNIR7.jpg

Menunggu Sunrise

 

SIKUNIR2.jpg

Menunggu Sunrise

SIKUNIR8.jpg

Ada warung di Sikunir

 

Setelah matahari sempurna menyinari puncak Sikunir..barulah kami turun lewat jalur berbeda. Katanya sih lebih landai. Tapi sebelum turun kami menyempatkan mengisi perut di warung yang ada di sekitar puncak. Lumayan..ada gorengan tahu dan tempe kemul dan minuman hangat di tengah hawa dingin yang mulai terasa. Iyaaa giliran mataharinya mulai tinggi malah dinginnya terasa…

Oke…perut sudah sedikit terisi…lumayan buat energi turun bukit ..*halahh* Dan ternyata olalaaaa jalur yang katanya lebih landai…hmmmm…curam bangetttt..dan kami harus lebih ekstra hati-hati… Karena selain curam, jalurnya sangat sempit..seperti tangga batu..kanan tebing kiri jurang. Tapi dari jalur ini..kami bisa melihat pemandangan yang mungkin tidak bisa dilihat di jalur berangkat.. Dan alhamdulillah nyampe juga…

SIKUNIR9

Jalur Turun Sikunir

 

SIKUNIR10.jpg

Jalur turun, tampak di bawah adalah Telaga Cebong di desa Sembungan

 

SIKUNIR3

Jalan yang sudah berpaving

Energi dari gorengan dan minuman hangat saat di atas bukit Sikunir tampaknya sudah habis..dan kami tak mau melewatkan kesempatan untuk mencicipi olahan kentang yang sebenarnya sudah ditawarkan pedagang sejak berangkat.

SIKUNIR11.jpg

Di kaki Sikunir

Kentangnya kecil-kecil,warga menyebutnya kentang rindil. Tanpa dikupas..kentang dimasak dan dibumbu semur atau kare.. Ehhmmhhh rasanyaaa..maknyusss..dimakan aja sama kulitnya gitu. Enak banget. Satu kotak 5.000 saja. Cocok untuk santapan pagi..diantara dinginya angin pegunungan yang berbaur dengan hangatnya sinar mentari pagi.

SIKUNIR12.jpg

Kentang Rindil Bumbu Semur

Ada juga yang memesan nasi jagung . Ahh saya pikir nasi jagung mah..makanan sehari-hari saya di rumah. Setelah melihat yang dimakan teman saya..oowhh ternyata beda. Jagungnya warna putih..dan lebih halus remahannya. Disantap bareng sayur urap, ikan asin goreng tepung, dan sambel.. Ohhh itu enaknya paten banget.. Sama aja sih…harganya juga 5000 sajahh. Seneng deh di tempat wisata kalo harga kulinernya masih wajar kayak gitu.

SIKUNIR4.jpg

Nasi Jagung Sikunir

Setelah menyelesaikan santapan ringan di halaman sebuah kafe di jalur turun dari bukit Si Kunir..kami pun bergegas melanjutkan perjalanan. Perlahan meninggalkan kawasan desa tertinggi di Jawa…menuju lokasi berikutnya. Telaga Warna Dieng.

Gobana, Bukan Kripik Pisang Biasa

GOBANA

Saya dan Ibu Ida Widyastuti Owner Gobana

Pernah kehilangan mood menulis untuk update potingan di blog? Saya pernah donk….sering malah. Kalo udah begitu mau buka laptop aja beraaaat rasanya. Sekalinya buka laptop..konek internet…buka apa yang pertama?Facebook..sambil nunggu kebuka…buka jendela 1 lagi buat buka email.. Gak cukup 2 jendela yang dibuka…buka twitter.. Balik ke Facebook lagi..hmmm postingan di komunitas-komunitas blogger bertebaran..klik dahhh satu-satu… Sambil sesekali komen disana..disini…Buka blog sendiri ntar-ntaran aja dah… 😀

Eh..ada yang mencuri perhatian nih… Postingan teman-teman blogger tentang review Gobana Keripik Pisang Agung. Keren-keren review nyaaaaa…99% reviewnya bikin ngiler. Apa memang iya keripik pisang Gobana enak seperti yang teman-teman blogger bilang? YAP! Gak lebay…kripiknya memang enak. Saya sudah coba dan buktikan! 🙂 Kripik Gobana memang baru dilaunching 10 Januari 2016. Jadi bener-bener produk gress yang bakal ngehits nih…Eitss tapi jangan salah yaaa…pendahulunya Gobanano udah ngehitss duluan kok…udah melanglang buana sampe ke negara-negara Amerika, Timur Tengah, dan Eropa..

Jadi Gobana keripik pisang agung ini memang terbuat dari pisang Agung yang gede itu… Pisang agung rasanya enak tapi jarang dikonsumsi sebagai buah segar. Yaiyalah bookk…pisang segede gitu gemana ngabisinnya… Pisang ini idealnya tumbuh di dataran sedang-tinggi (400-600 mdpl). Panjang buahnya rata-rata lebih dari 30 cm. Karena ukurannya yang besar itulah kalo diolah jadi keripik…jadinya juga besar-besar kepingan kripiknya…

PISANG aGUNG

Pisang Agung atau dikenal juga dengan Pisang Tanduk

Begitu juga dengan kripiknya Gobana…kepingannya besar dan tebal…tapi renyah loh. Kriuk banget! Ditambah dengan rasa yang unik..makan kripik ini bikin betah ngemil. Eh..bergizi gak sih kripik pisang Gobana ini?Sudah pasti bergizi…karena bahan dasar pisang sudah sangat kaya dengan nutrisi… Nutrition Factnya bisa dicek di kemasan premium yang bisa dibuka tutup ulang …

Gobana1

Cek keterangan di kemasan memang harus dibiasakan. Selain nutrition facts, di kemasan keripik Gobana juga bisa dilihat ingredients atau komposisi, expired date, kode P-IRT, dan sertifikasi halal dari MUI. Gak susah kok nyarinya…karena semua ada di bagian depan kemasan.

Saya beruntung bisa merasakan kenikmatan keripik Gobana ini lengkap 8 rasa. Ada rasa Classic Caramel Durian, Classic Caramel Chocolate, Japanese Green Tea, Pisang D’Sambal Petir, Pisang D’Rujak, Hot and Spicy, Cheese, dan Choco Banana.

Buat yang selera manis…alias suka yang manis-manis…bisa pilih Gobana rasa Classic Caramel Durian, Classic Caramel Chocolate, Japanese Green Tea, atau Choco Banana. Manisnya memang bukan manis biasa nih…manis plus plus plus…hehe. Plus rasa yang unik dan asik 🙂   Yang Classic Caramel Durian…rasa duriannya kerasa banget.

GOBANA10

Rasa Caramel Durian (dok. Bhima K.)

GOBANA8

Rasa Japanese Green Tea (dok.Bhima K.)

GOBANA6

Rasa Caramel Chocolate (dok. Bhima K.)

GOBANA5

Rasa Choco Banana (Dok. Bhima K.)

Classic Caramel Chocolate sama Choco Banana apa bedanya? Sama-sama coklat…tapi yang Classic Caramel Chocolate kripiknya berlumur caramel yang sweet. Kalao yang Choco Banana…bersalut pasta coklat..beeehh bener-bener bikin ketagihan…

Buat yang selera gurih atau asin…pilih aja Cheese..atau hot spicy…atau Pisang D’Rujak..atau Pisang D’Sambal Petir. Cheese sangat terasa kejunya karena penuh menyelimuti setiap keping kripik, begitu juga dengan yang rasa hot spicy. Asin pedas total…

GOBANA7

Rasa Cheese atau Keju (Dok. Bhima K.)

GOBANA4

Rasa Hot Spicy (dok. Bhima K.)

GOBANA3

Rasa Pisang D’Rujak (dok. Bhima K.)

GOBANA9

Rasa Pisang D’Sambal Petir (dok. Bhima K.)

Nah yang unik menurut saya 2 varian rasa ini nih…D’Rujak sama D’Sambal Petir. D’Rujak rasanya manis pedas kayak rujak buah itu lo…tapi gak terlalu manis gak terlalu pedas juga. Jadi pas banget buat ngemil santai..Sebungkus dijamin gak cukup eh meski isinya banyak 😉 Kalo D’Sambal Petir..ini bener-bener bakal jadi tradisi baru..makan keripik pisang dicocol sambal. Sambalnya bukan sambal saus instant loo…Ini kayak sambal ulek yang tekstur cabe dan bumbunya masih jelas terlihat. Sambal tersedia di dalam kemasannya. Kalo masih ada sisa sambalnya…bisa loh jadi teman makan nasi …hehehe.

Aman gak sih buat anak-anak?Alhamdulillah aman tuh…karena si Kinar (6) termasuk sensitif sama snack tertentu. Kalo snacknya gak bagus…Kinar langsung batuk selama beberapa waktu. Tapi makan kripik Gobana.. alhamdulillah gak bikin batuk. Bener juga yang dibilang pemilik kripik ini, Ida Widyastuti. Menurutnya penguji sejati dan terbaik kripik ini adalah anaknya sendiri. Kalau tidak ada reaksi tertentu seperti batuk setelah menguji produknya..lanjuttt. Nahhh kalo buat anak-anak aja oke…apalagi buat emaknya kan? 😀

PicsArt_1453087835762

Mau coba?Boleh…Harga eceran per pack isi 100 gram 15.000 saja… Nyobanya jangan Cuma dikit…karena kalo beli banyak harga lebih murah… 🙂 Kalo gak habis dimakan sendiri..kan bisa dijual juga…hehehhehe…Mumpung Januari 2016 ini lagi promo free ongkir loooo untuk seluruh wilayah nusantara…Hayuuu dicoba…

GOBANA1

Kalo belinya banyak terusss…selama Februari-Maret-April 2016…dapet hadiah jalan-jalan gratis juga ke luar negeri loooo… Ebuseeett…jualan kripik pisang dapet hadiah jalan-jalan ke luar negeri?hehehe..iyaaaa..gak percaya?hayuu dibuktikaann..

GOBANA2

Istimewanya lagiiii..setiap 200 rupiah dari hasil penjualan setiap bungkusnya..itu untuk kegiatan sosial termasuk santunan untuk anak yatim. Waaahh..ngemil jalan…bisnis jalan…amal juga jalan donk ya… Selamat mencoba yaaa… 🙂

 

Sate Madura, Terkenal di Nusantara Hingga Mancanegara

Madura adalah sate…dan sate adalah Madura. Meski sekarang ada berbagai macam sate, sate Madura tetap menjadi idola dimana-mana. Di Jawa, Sumatera, di hampir seluruh wilayah nusantara. Pernah ketika sedang berada di Bandung (dan beberapa kota lainnya), ketika ditanya aslinya dari mana dan saya jawab dari Madura…penanya langsung manggut-manggut dan menimpali,” oohh..sate Madura”. Hehehe ngetop banget emang Sate Madura ini.

Sate Madura

Sate Madura disantap dengan nasi putih hangat dan gule (dok.pri)

Sate Madura terbuat dari daging ayam, daging kambing, atau daging sapi. Umumnya sih potongannya kecil-kecil, ditusuk dengan lidi atau tusuk sate dari bambu. Bumbu untuk dagingnya sendiri relatif minimalis alias gak banyak pake bumbu khusus. Karena itu rasanya cenderung ringan tapi tetap gurih. Pelengkap yang membuat sate Madura sangat khas adalah saus kacangnya yang dicampur dengan kecap. Perpaduan sate yang gurih dan saus kacang yang manis..mmhhh…bikin tak terasa 10 tusuk ludes dalam waktu sekejap.

Apakah sate Madura bergizi?Tentu saja. Gizi tinggi terdapat pada daging sate, baik daging ayam, daging kambing, maupun daging sapi. Misalnya pada daging ayam, ada protein, lemak, kalsium, zat besi, magnesium, kalium, seng, dan fosfor. Sementara beberapa vitamin juga bisa ditemukan dalam daging ayam, diantaranya vitamin C, B1, E, D, K, dan folat.  Ditambah lagi gizi dari kacang tanah yang dicampurkan pada saus sate. Kacang mengandung lemak, protein, zat besi, vitamin E, vitamin A, vitamin K, kalsium, vitamin B kompleks, kolin, dan lesitin.

Ada beberapa tips agar daging terasa lebih empuk. Salah satunya dengan menambahkan  sedikit saja parutan buah nanas pada saat dibumbu sebelum dibakar. Daging sate dibakar dengan arang dan tidak terlalu sering dikipas. Ini dilakukan agar api tidak membesar sehingga proses pematangan daging lebih optimal dan daging tidak gosong.

Sate Madura di Seantero Nusantara dan Mancanegara

Menemukan sate Madura di  luar Madura sangatlah mudah. Hampir semua menuliskan Sate Madura sebagai menu utama bahkan nama resto atau warungnya. Bagaimana dengan di Madura sendiri? Katanya susah cari sate Madura di Madura?hehehe ya kalo cari tulisan ‘Sate Madura’ emang susah…Kalo Sate Gule  banyak…Mungkin karena memang sudah di Madura jadi tidak perlu lagi disebut sebagai sate Madura ya… 😀 Dengan disebut sate ayam, sate kambing atau sate sapi aja udah pasti sate Madura yang light tapi lezat .. Dan memang umumnya teman makan sate di Madura adalah gule.

Sajian sate dan gule bukan hanya ada di warung-warung makan lo… Sate dan gule sudah menjadi bagian dari tradisi Madura. Pada acara perkawinan, khususnya akad nikah, sate dan gule ini menu wajib. Begitu juga dengan acara-acara istimewa lainnya. Sate dan gulenya umumnya memakai daging kambing atau sapi.

Nah kalau di luar Madura..sate Madura dijual mulai dari pedagang keliling, warung-warung tenda pinggir jalan sampai di resto yang harganya selangit. Penjualnya sendiri ada yang memang aseli Madura ada juga yang bukan orang Madura. Di Jakarta ada beberapa warung sate Madura yang sudah sangat dikenal oleh warga ibu kota, seperti Sate Apjay di Jl. Panglima Polim Jakarta Selatan, Sate Pertamina RSPP, Sate Ayam Barokah di daerah Santa, Sate Ayam Sambas, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Di luar negeri memang tidak semudah di Indonesia untuk menemukan sate Madura. Tapi di beberapa negara sate Madura masih bisa dijumpai karena orang Indonesia yang menjualnya. Di Malaysia, di Amerika, di Australia. Nama yang digunakan ada yang hanya satai saja ada juga yang lengkap menyebutkan satay dengan saus ala Madura.

Berikut ini sate Madura yang bisa dijumpai di mancanegara :

Sate Madura di Kuala Lumpur Malaysia

Sate Madura Saleha di Kuala Lumpur (sumber : tigadibumi.com)

Sate Madura Saleha di Kuala Lumpur (sumber : tigadibumi.com)

Sate Madura di Australia

Ulasan Sate Madura di tripadvisor.com.au

Ulasan Sate Madura di tripadvisor.com.au

Sate Madura di Jeddah

Sate Madura di sebuah resto di Jeddah (sumber : shazymoms.blogspot.co.id)

Sate Madura di sebuah resto di Jeddah (sumber : shazymoms.blogspot.co.id)

Sate Madura di Amerika

SATE5

Sate Food Truck di Amerika (sumber : Fans Page ‘Sate Truck’ )

Nah…kalo yang di Amerika ini memang tidak menyebutkan ‘sate madura’..hanya sate begitu saja. Sama halnya dengan hasil survey CNN pada tahun 2011 tentang 50 makanan terlezat di dunia (World’s 50 Best Food), sate masuk di urutan 14 loh.. Tidak disebutkan sih sate apa hehehe. Bisa jadi sate Madura termasuk sate yang dimaksud donk.. 🙂  Ngetop banget kan sate … Kengetopannya tak terbantahkan juga karena makanan ini ternyata salah satu yang disebut oleh Presiden Amerika Barack Obama dalam kunjungannya ke Indonesia pada tahun 2010. “Sate….!” , begitu  Obama mempraktekkan gayanya saat memanggil tukang sate..Nahh tahun segitu ..yang dipanggil pedagang sate keliling…berarti sate Madura donk ya…. 😀  Apapun itu..saya tetap bangga…Bangga pada sate Madura yang dikenal di seantero nusantara hingga mancanegara.

JELAJAH GIZII

Wisata Kuliner Sumenep : Palotan Pendhang

Salah satu kuliner populer di Sumenep adalah Palotan Pendhang. Palotan artinya ketan dan pendhang artinya ikan pindang. Lokasi wisata kuliner ini di kecamatan Manding sekitar 30 km ke arah utara Kota Sumenep. Saya diajak kerabat yang sebelumnya sering membawakan makanan ini. Saya sendiri juga pengen tahu lokasinya dimana.

Jadilah kami meluncur ke utara Kota Sumenep sekitar jam 10 pagi. Sengaja agak siangan karena paginya ada rombongan pegowes yang mampir dan makan pagi di warung itu. Jadi begitu sampai di lokasi sudah sepi hanya tinggal beberapa orang saja yang nongkrong di warung. Warungnya di pinggir jalan dan halamannya luas.

Ini dia warung palotan pendang

Ini dia warung palotan pendhang

Bagian dalam warung..bersih..dan hanya tersedia bale untuk duduk..

Bagian dalam warung..bersih..dan hanya tersedia bale untuk duduk..

Saya langsung menuju bagian belakang warung  memesan untuk take away. Gak terlalu banyak pernak-pernik di dapur. Hanya ada baskom besar berisi ketan, dan beberapa wadah berisi lauk, sambal, dan parutan kelapa. Untuk makan di tempat, Mak Iyye pemilik warung itu menata palotan di piring dengan alas daun pisang. Untuk take away ..palotan dengan pelengkap ikan pindang goreng, bakwan udang, parutan kelapa, dan sambal, dibungkus full daun pisang. Kalopun dibungkus kertas nasi..tetap memakai alas daun pisang. Biar wangi katanya.. 🙂 Satu porsi palotan dibandrol 6 ribu rupiah saja. Kenyang gak tuh ? Kenyang buangeeettt…

Ini dia Palotan Pendang

Ini dia Palotan Pendhang

Ini penampakan Palotan Pendhang kalo take away..yang ini tanpa bakwan udang

Ini penampakan Palotan Pendhang kalo take away..yang ini tanpa bakwan udang

Warung buka setiap hari dari jam 6 pagi sampai jam 11 siang atau sehabisnya palotan. Setelah itu warung tetap buka sampai malam hari dengan menu kopi saja.

Sementara saya asyik ngobrol di dalam warung…anak-anak rupanya girang melihat kandang sapi tepat di samping warung. Saya dan anak-anak terwawaw..(dikit-dikit waw..dikit-dikit waw) melihat kandang sapinya bersih banget, jadi kami tak segan mendekat. Baunya sampai ke warung nggak tuh?Hehehe don’t worry..jangankan ke warung..di kandangnya aja gak ada bau kandang sapi… bersih..!

View on Path

Tantangan Jualan Makanan

Selama beberapa hari terakhir ini saya jarang nengokin dunia maya. Gara-garanya saya dapet tantangan jualan makanan dari seorang kerabat. Saya menerima tantangannya… karena memang sudah lama pengen jualan makanan..

Awalnya sih pas saya bikin bakpao untuk anak-anak..kerabat saya icip-icip juga. Katanya sih enak..dengan catatan kurang ini itu.. Diajaklah saya jualan untuk hari Senin-Rabu- dan Jumat. Makanan ready sore…atau kalau bisa siang. Berhubung rempong…makanan baru ready menjelang ‘DL’ jam 4 sore… Haha..gak nulis gak bakulan..tetep aja deadliner.. *tepokjidat*

Alhamdulillah meski jumlah kuenya sekitar 20-30 aja…tuntas terjual. Saya jual lontong isi dan bakpao isi (ada ayam, ada cokelat). Namanya juga newbie…tampilan dan rasa masih kurang sempurna. Lontong yang terlalu lembek…hiasan bakpao yang blangbonteng..ada rasa kurang manis.. Tapi tetap bersyukur karena laku juga..

Meski rempong dan deg-degan (adonan bakpao yang lambat mengembang dll), i’m happy and really enjoy it.. Jangan ngomongin untung dulu 😀 Meski ada, saya belum menghitung detail. Karena tujuannya bukan cari untung semata. Pokok e dilakoni disik… 🙂 Belajar jadi orang bodoh versi Om Bob..

Anak-anak juga sangat-sangat happy. Karena sudah lama mereka pengen saya jualan makanan, jualan di internet, pokoknya jualan. Karena mereka pengen seperti Upin dan Ipin…yang jualan, dapet uang, dicelengi, kalau sudah banyak disetor ke bank, dan mereka punya kartu ATM *inilah salah satu alasan saya membiarkan anak-anak nonton Upin-Ipin..karena sangat mendidik*

Foto jualannya mana? 😀 Nah…saking larisnya *larissss* begitu jadi langsung didrop..langsung ludes..gak sempat narsis jualannya..hahhaha gak papa lah ya..lain kali saya upload fotonya.

Yuk ahh siapin jualan berikutnya… 🙂 Bismillah…