Bangun Kesiangan, Batal Jadi Penumpang QZ 8501

Sejatinya keluarga bude saya sedang berada di Singapura untuk berlibur bersama anak, menantu, dan 3 orang cucunya sampai 31 Desember 2014. Tiket PP Surabaya-Singapura-Surabaya, hotel, dan tiket beberapa wahana sudah siap di tangan sejak beberapa bulan sebelumnya..

Tapi Tuhan berkehendak lain. Bude (kakak dari Mama) dan keluarga bangun kesiangan sekitar jam 5 pagi pada hari keberangkatan, 28 Desember 2014. Ya…bangun jam segitu tentu tak cukup untuk sampai di bandara Juanda sebelum jam 5.20 sesuai jadwal baru pemberangkatan pesawat. Apalagi tempat tinggal Bude di Wisata Bukit Mas Surabaya Barat, butuh waktu lebih dari 30 menit untuk sampai di Juanda. Tiket PP + hotel + tiket wahana hangus begitu saja hanya karena bangun kesiangan.

Tapi hangusnya tiket itu kemudian disyukuri karena pesawat yang akan mengantar keluarga Bude ke Singapura dinyatakan hilang kontak beberapa. saat setelah jadwal take off. Itu artinya selain batal jadi penumpang pesawat Air Asia QZ 8501 gara-gara kesiangan, keluarga Bude juga selamat dari musibah pertama (semoga terakhir juga) maskapai yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-10 ini.

Beberapa media televisi sempat mencantumkan keluarga Bude dalam daftar penumpang yang ikut penerbangan QZ 8501, yaitu :
– Chandra Susanto (putra bude)
– Inge Goreti Ferdiningsih (menantu)
– Christopher Incha Prasetya (cucu)
– Nadine Vala Gravila Incha Prasetya(cucu)
– Bertrand Felix Xavia Incha Prasetya (cucu)
dan Bude sendiri tidak disebutkan oleh media.

Alhamdulillah…karena batal berlibur ke Singapura… Pada 29 Desember 2014 saya dan anak-anak masih diberi kesempatan untuk bersilaturahmi dengan Bude dan keluarga. Nares dan Kinar bisa bermain bersama Nadine dan Bertrand.

Semoga keluarga kami selalu dalam lindungan-Nya.. Semoga pesawat yang hilang kontak segera ditemukan dan seluruh penumpang selamat. Amin.

Advertisements

Bu Sud – Ibu Bagi Puluhan Mahasiswi

KEB

Dalam peringatan Hari Ibu di Kumpulan Emak Blogger (KEB) saya akan menceritakan sosok ibu bagi saya dan lebih dari 20 mahasiswi di Malang. Saya biasa memanggilnya Bu Sud. Beliau adalah penjaga tempat kost yang saya tempati di Jl. Watu Mujur II/3 Kota Malang. Bu Sud tidak tinggal bersama dengan para penghuni kost, melainkan di sebuah rumah kecil yang sempit di belakang tempat kost. Bu Sud lah yang bertanggung jawab terhadap kebersihan tempat kost 2 lantai mulai dari kamar mandi dan ruang publik kostan seperti dapur, ruang TV, dan teras.

Tempat kost saya pagarnya tinggi sekitar 2 meter. Gerbang pagar dibuka setiap setelah subuh dan ditutup lagi jam 9 malam. Jadiii kalao penghuni kost ada yang pulang ke tempat kost lebih dari jam 9 ya lompat pagar..heheh. Karena kami tidak diijinkan memegang kunci pagar.

Tempat Kost Watu Mujur II/3 Malang

Tempat Kost Watu Mujur II/3 Malang

Setiap pagi Bu Sud datang untuk bersih-bersih dan ngobrol dengan penghuni kost. Urusan pembayaran juga dimandatkan kepada Bu Sud oleh pemilik kost yang tinggal di Gresik. Kalau ada keterlambatan Bu Sud tidak pernah marah. Jarang juga sih kami terlambat bayar karena meski tempatnya bagus biaya sewa kost relatif murah dibanding tempat lainnya. Bila Bu Sud tak datang ke tempat kost selama beberapa hari, terasa sekali betapa pentingnya peran Bu Sud.

Terakhir saya ketemu beliau tahun 2013 lalu, dan masih ceria seperti waktu jaman saya kuliah, suaranya masih cetar membahana. Satu persatu teman kost ditanyakan oleh Bu Sud. Mbak Tutik gemana kabarnya…mbak Wira anaknya sudah berapa…Mbak Danik sekarang dimana…mbak ini..mbak itu..

Tempat kost saya tak banyak berubah sampai sekarang, sementara tempat kost di sekitarnya sudah mentereng dan dilengkapi AC + tempat parkir mobil. Bu Sud juga masih setia menjadi sahabat bagi penghuni kost. Saya selalu mendoakan beliau agar selalu dilindungi Allah SWT diberikan kesehatan dan kebahagiaan dunia akhirat. Aminn… Terima kasih Bu Sud..

Bu Sud dan Nuril (2013)

Bu Sud dan Nuril (2013)

Selamat Hari Ibu

Selamat Hari Ibu untuk semua ibu…*everyday is mother’s day*. Untuk mama…selamat Hari Ibu..Semoga Allah SWT selalu melindungi mama, mencurahkan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Tak ada satupun yang bisa membalas jasa orang tua, terutama ibu. Tapi kalau boleh berdoa dan berharap, saya ingin membawa mama (dan papa tentunya) untuk ke Tanah Suci bersama-sama. Beliau berdua sudah umroh, maka keinginan saya adalah menunaikan ibadah haji bersama beliau. Dan menunaikan ibadah haji adalah keinginan Mama. Rasanya tidak ada kebahagiaan lain bagi seorang anak selain bisa mewujudkan keinginan orang tua. Tidaklah perlu membelikan orang tua ini itu kalau ternyata beliau tidak menginginkan atau membutuhkannya. Semoga Allah SWT memperkenankan. Amiiinnn.

View on Path

Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

Memasuki musim hujan, terjadi perubahan suhu udara dan kelembaban. Curah hujan yang tinggi membuat kita malas melakukan hal-hal yang penting untuk sekedar menjaga kesehatan tubuh. Misalnya olah raga atau kebiasaan sehat lainnya. Akibatnya kondisi fisik tubuh menurun dan mudah terserang penyakit. Penyakit yang umum terjadi adalah flu. Meski cuma flu tapi gak enak juga kan? Apalagi kalau sampai mengganggu aktivitas harian.

Berikut ini tip-tips menjaga kesehatan di musim hujan yang bisa Anda terapkan:

  • Minum air putih. Kebiasaan sehat ini cenderung berkurang karena suhu udara yang lebih adem dibanding saat musim kemarau. Padahal minum air putih adalah hal paling mudah dilakukan dalam menjaga kesehatan tubuh. Jadi meskipun musim hujan, tetap lakukan kebiasaan ini.
  • Olah raga. Hujan kadang membatasi aktivitas kita. Karena hujan, kita tidak bisa bersepeda di akhir pekan atau olah raga di luar ruangan lainnya. Tapi bukan berarti karena hujan kita tidak berolahraga. Lakukan olahraga di rumah atau di tempat bekerja, seperti naik turun tangga selama 30 menit, senam aerobik, atau nge-gym dengan peralatan pribadi.
  • Perhatikan makanan. Karena cuaca yang dingin, perut lebih sering lapar dan ingin makan. Pilih makanan yang sehat. Bisa dengan makan buah segar atau makan olahan sendiri. Bila harus beli makanan di luar rumah, pastikan makanan tersebut aman, bersih, dan sehat. Tidak harus makanan yang mahal kok.
  • Istirahat yang cukup. Menjelang akhir tahun umumnya para karyawan atau pengusaha lebih sibuk. Nah..pastikan pekerjaan tidak mengganggu jadwal istirahat. Begadang adalah salah satu pemicu menurunnya kondisi kesehatan. Tidurlah yang cukup pada jam tidur agar kondisi badan tetap fit.
  • Hindari stress. Musim hujan bisa bikin stress?Bisa donk..karena hujan beberapa pekerjaan jadi tertunda, dan membuat stress. Tetaplah berpikir positif dan yakin segala sesuatu pasti ada jalan keluarnya.
  • Minum suplemen bila perlu. Makanan atau minuman tambahan bisa jadi diperlukan bila kondisi tubuh memang membutuhkannya. Utamakan makanan dan minuman suplemen yang berasal dari bahan herbal. Tapi selagi masih bisa diatasi dengan pola makan dan gaya hidup yang sehat, makanan atau minuman suplemen tidak diperlukan.
  • Bawalah pakaian cadangan dan handuk kecil ketika bepergian (termasuk ke tempat kerja). Ini menjaga agar bila kehujanan bisa langsung berganti pakaian kering.

Selamat menikmati hari-hari di musim hujan…

Mudahnya Membuat Kue Shortbread

Libur akhir semester sudah di depan mata. Selain menyiapkan kegiatan untuk liburan, yang gak kalah penting untuk disiapkan adalah makanan. Gak libur aja yang namanya snack harus selalu tersedia, apalagi libur… Makanya sebelum libur tiba saya sudah siap-siap bahan-bahan untuk membuat kue. Anak-anak kan suka banget kalau ada acara bikin-bikin kue… Saya paling suka bikin kue yang simpel, bahannya gak terlalu aneh-aneh…tapi rasanya dijamin gak nyesel hehe.

Tadinya saya mau buat Cookies Topping Chocochip nya mbak Afin Yulia. Bahan sudah lengkap. Tapi terus saya baca postingan mbak Azee Bell di grup Facebook Ikatan Alumni UB Malang. Issshhh kuenya simpel buangeeeettt, bahan yang saya punya juga cukup banget…lebih malah kalao untuk nyobain 1 resep. Namanya Shortbread Cookies. Bahan-bahannya (resep asli dari Nikmatul Rosidah) gula halus 100 g, maizena 60 g, butter suhu ruang 227 g, tepung terigu (Segitiga Biru) atau Kunci Biru 190 g, garam 1/2 sdt. Yang saya buat, bahannya agak beda (menyesuaikan bahan yang ada). Misalnya maizena karena sisa yang ada 70 gram, ya saya pake semua. Butter saya punyanya 100 gram tapi ada mentega 250 gram, ya saya pake menteganya 125 gram an. Nah tepungnya 190 gram saya tambahin dikit karena menyesuaikan kondisi adonan saat diuleni.

Jadi bahan-bahan yang saya pakai sbb:

– Gula halus 100 gram

– Maizena 70 gram

– Butter 100 gram (saya pake yang merk Orchid, lain kali saya mau nyoba yang merk Golden Fern sama Wijsman 🙂 )

– Mentega 125 gram, saya langsung pakai separuh mentega yang sudah timbangan 250 gram, bisa jadi beratnya lebih dari 125 gram :).

– Tepung terigu Segitiga Biru 190 gram (+ cadangan tambahan sekitar 100 gram).

– Garam 1/2 sendok teh

– Gula warna secukupnya (saya beli 100 gram aja masih buanyaaakkk sisanya)     Cara membuat:

1. Ayak tepung, Garam dan maizena, sisihkan. Mixer butter dan mentega selama 2 menit, masukkan gula halus mixer 1 menit. matikan mixer. Masukkan tepung sedikit demi sedikit aduk dengan spatula.

2. Setelah adonan terlihat lembut, uleni adonan di atas plastik lalu tambahkan tepung sampai adonan pas untuk dicetak. Gilas setebal 1 cm (saya buat ada yang lebih tipis).

3. Cetak adonan sesuai selera sampai adonan habis. Tusuk permukaan kue yang sudah dicetak dengan garpu, lalu tambahkan gula warna.

4. Sambil menghias kue dengan gula warna, bisa dipanaskan dulu ovennya. Setelah selesai dihias, oven sudah panas. Panggang kue sampai warnanya kuning kecokelatan (waktunya 40 menitan). Suhunya gak saya ukur..jadi ya sematengnya aja 🙂

5. Kalau sudah kelihatan cokelat pinggirnya, keluarkan kue dari oven dan dinginkan…

Nahhh…kue sudah siap disantap. Ini tadi anak-anak udah gak sabar mau nyobain…masih panas-panas udah dicomot.. 🙂 Alhamdulillah enaaaakkkk…gak alot, gak ancur 🙂 Renyah, kresss gitu..begitu digigit lumer..ada rasa asinnya ada manisnya. Kata kakung Nares : “kayak biskuit yang di toko…” hehehe. Kalau sudah sukses 1 resep ukuran sedikit, barulah saya berani bikin dengan ukuran 1 kg mentega misalnya. Apalagi ini waktunya juga gak lama. total 2 jam lah dari mulai menyiapkan bahan (timbang bahan). Oya..selain pakai gula warna, kue shortbread ini juga bisa dicelup ke cokelat. Duh anak-anak pasti tambah keranjingan dah kalo ada cokelatnya 🙂

Ini kue Shotbreadnya.. :)

Ini kue Shotbreadnya.. 🙂

Kue yang simpel dan enak ini bisa jadi pilihan untuk suguhan Natal dan Tahun Baru loh…Yuk..dicoba..

View on Path