Mutia Nurul Rahmah, Blogger Ngehits dari Pekanbaru

MUT1

Blogger Pekanbaru Mutia Nurul Rahmah

Arisan Link Blogger Perempuan kembali lagi… Kali ini artisnya dari Pekanbaru. Namanya Mutia Nurul Rahmah. Menurut saya sih ini blogger Pekanbaru paling hits… hehehe Cemmana gak ngehits…cek aja follower twitternya…apalagi IG nya 😀  Kalo blognya? Postingan pertama itu tahun 2009. Jadi…kalo sekarang Mutia mahasiswi, berarti ngeblognya mulai jaman SMA donk? Iyap bener banget.  Thumbs Up buat Mutia… 😀

Kata Mutia di awal dia bikin blog tahun 2009 itu pas kelas 1 SMA. Saat itu kan memang awal media sosial mulai bermunculan. Nah…Mutia bikin lah semua akun sosmed termasuk blog. Niatnya emang jadi kayak diary gitu deh. Tapi seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan dunia blogging juga semakin maju, mulailah Mutia lebih serius menggarap blog nya. Jadi ladang amal dan ladang income ya Mut.. 😉 Keseriusan ngeblog nya Mutia dibuktikan dengan mulai memakai Top Level Domain. Hihihi…saya aja  belooommmmmm….

Oya..Mutia ini bukan aseli Pekanbaru sih sebenrnya…tapi USA..Waaakkkssss paspornya Indonesia apa USA..WNA apa WNI?Hahah jadi sensi ya kalo nyebut nama negara lain… Nggak lah.. USA itu maksudnya Urang Sunda Aseli .. Menetap di Pekanbaru sejak tahun 1994. Ya..jadi masa kecil sampe sekarang Mutia tinggal di Pekanbaru. Jadi yaaa sudah bisa itu apply paspor Pekanbaru.. 😀 😀

Jalan-jalan ke blognya Mutia, pasti deh jadi ngeh banget tentang Pekanbaru..tentang Riau juga. Karena banyak hal tentang Riau dan Pekanbaru dibahas disana. Entah itu kuliner, tempat wisata, pokoknya banyak hal tentang Pekanbaru yang bisa ditemukan.

Contoh tempat wisata yang bisa dikunjungi di Pekanbaru atau di wilayah Riau lainnya yang dibahas di blognya mahasiswi UIN Suska jurusan Dakwah dan Komunikasi ini :

  • Air Terjun Batu Dinding di Lipat Kain kecamatan Kampar Kiri Hulu Riau
  • Taman Nasional Zamrud di Siak Sri Indrapura

Dan beberapa tempat wisata lainnya di kota Pekanbaru. Wwahhh jadi inget waktu ke Pekanbaru beberapa tahun silam…(hehe silaammm…saking lamanyaaa).

Baca juga : PACU JALUR 

Jadiii buat yang pengen tahu lebih banyak tentang Riau dan Pekanbaru..tempat nongkrong asik di Pekanbaru..tempat belanja murah..penginapan…langsung aja cuuzzz yaaa ke tekape

Melihat Telaga Warna Dieng dari Bukit Sidengkeng

Sungguh Indonesia sangat kaya dengan tempat-tempat wisata alam yang unik dan menarik. Telaga Warna Dieng termasuk tempat wisata alam yang unik itu. Telaga ini berada di kawasan dataran tinggi Dieng atau Dieng Plateu di kabupaten Wonosobo Jawa Tengah.  Dibilang telaga warna karena telaga ini memang seperti punya warna. Bisa hijau, kuning, atau perpaduan dari beberapa warna. Penyebabnya tidak lain adalah karena telaga ini mengandung senyawa sulfur atau belerang. Dengan luas 30 hektar lebih, ditambah adanya telaga Pengilon dan pegunungan yang mengelilingi kedua telaga tersebut, tentu lokasi indah sekali untuk dinikmati.

Saya ke Telaga Warna Dieng ini sepulang dari Sikunir dan desa Sembungan. (Baca : Sunrise di Sikunir). Kalau saat berangkat ke Sikunir saya tak bisa melihat apa-apa karena gelap. Nah..balik dari Sikunir barulah keindahan alam Dieng bisa saya lihat. Pegunungan yang mengelilingi Dieng, kebun sayur mayur, pohon carica yang berderet di tepi jalan, juga instalasi pembangkit listrik tenaga panas bumi Dieng bisa kita lihat di sepanjang jalur turun dari Sikunir ke Telaga Warna. Sebenarnya banyak tempat juga yang bisa dikunjungi, seperti Kawah Sikidang, Kawah Sileri, Kawah Candradimuka, dan Dieng Theatre. Tapi kami lewatkan semua lokasi itu..kami langsung ke Telaga Warna.

Dieng2

Pohon Carica dan Kebun Sayur

Ada banyak titik yang bisa dijadikan tempat menikmati Telaga Warna. Kalo saya melihatnya dari Bukit Sidengkeng di Wana Wisata Petak 9. Masuknya tepat di sebelah loket masuk Telaga Warna Dieng dan bersebrangan dengan tempat parkir kendaraan.  Pengunjung yang akan ke Bukit Sidengkeng ini wajib membayar tiket masuk sebesar 3000 rupiah per orang (tidak termasuk uang parkir ya..).

Oya…saat di tempat parkir ada ibu-ibu yang menawarkan masker untuk dipakai saat naik Bukit Sidengkeng. Karena katanya bau belerangnya tercium sangat kuat. Saya kebetulan bawa masker dari rumah, jadi ya..ga perlu beli lagi. Tapi kalo pas gak bawa..ya gak ada salahnya beli masker..jaga-jaga gak kuat sama bau belerangnya. Dan emang bener lah…baru masuk sekitar 50 meter dari gerbang aja…brenggggg…bau belerang udah berdesak-desakan masuk ke hidung. Tapi setelah naik lagi..ilang.. Ntar bau lagi.. Ya gitu deh..

Saya dan teman-teman tadinya mau masuk langsung ke Telaga Warna dengan harga tiket masuk 7000. Tapi karena ibu penjual masker itu juga memberi tahu kalau mau bagus pemandangan telaga warna nya dilihat dari Batu Ratapan Angin atau dari Sidengkeng, akhirnya kami batalkan masuk ke Telaga Warna. Pasti viewnya bagus dari bukit-bukit itu. Kami pilih Sidengkeng karena udah dekat, tinggal nyebrang aja dari parkiran.  Kalo ke Bukit Ratapan Angin harus ke arah Dieng Theatre lagi alias balik lagi, secara kami baru turun dari Sikunir kan… Ya daripada balik lagi keatas…  Beda viewnya kalo dari Batu Ratapan Angin…yang tampak depan adalah Telaga Pengilon, Telaga Warna jadi backgroundnya. Kalo view dari Bukit Sidengkeng…yang jadi background Telaga Pengilonnya.. Well….kami ambil Sidengkeng aja deh…dah di depan mata ini 😀

Yang khas dari Wana Wisata ini kalo menurut saya sih tanaman Hortensia. Bunganya bergerombol besar dengan warna yang cantik-cantik. Katanya sih Wana Wisata Petak 9 ini memang dirancang untuk menjadi pusat koleksi tanaman endemik Dieng. Tapi mungkin memang belom selesai pengerjaannya…jadi yang menonjol lebih banyak tanaman rumputnya.. hehehe.

Dieng1

Bunga Hortensia

Jalanan menuju atas bukit juga belum seluruhnya dipaving seperti di sekitar gerbang masuk. Jalannya masih berupa karung pasir yang disusun gitu aja. Ya sebenarnya jalan tanah aja gak masalah sih..namanya juga wisata alam. Tapi memang kawasan Dieng ini sepertinya lagi berbenah, memperbaiki segala fasilitas demi memanjakan pengunjung. Jalanan di tempat-tempat wisatanya dipaving semua, termasuk jalan menuju bukit Sikunir. Cakep juga sih…kesannya bersih banget dan rapi. Salut buat wisata Jateng (ini komentar tulus bukan karena dibayar loh 😀 ).

Dieng3

Perjalanan di Bukit Sidengkeng

 

IMG-20160809-WA0001

No Caption 😀

Di Wana Wisata Petak 9 sebenarnya tersedia camping ground, rumah pohon, dan sarana buat foto-foto lainnya. Tapi karena rumputnya rimbun untuk ke camping ground dan rumah pohon..ya kami gak mampir kesitu. Lanjut terus lah sampe separuh perjalanan ada tempat yang agak lapang dan tersedia tempat foto-foto di atas pohon.  Cukuplah foto-foto disini. Ya…maklumlah…setelah turun dari Sikunir ditambah belum tidur sejak berangkat dari kota masing-masing, kayaknya kami udah capek aja melanjutkan perjalanan ke atas sampai puncak bukit. Gak papa lah…udah sampe di setengah bukit Sidengkeng aja dah cukup dan gak merasa rugi kok. Pemandangannya cakep..bisa lihat Telaga warna sama Telaga Pengilon di belakangnya.  Cuaca cerah pagi itu ..jadi tak ada kabut yang menghalangi pemandangan dari Bukit Sidengkeng ke Telaga Warna dan Telaga Pengilon.

Dieng4

Telaga Warna Dieng dengan Latar Belakang Telaga Pengilon

Setelah puas berfoto…kami putuskan untuk turun saja, padahal masih sekitar 200 meteran lagi ke puncak bukit. Kami pengen cepet-cepet istirahat di Magelang atau di Jogja, karena  besok paginya masih ada rencana ke Punthuk Setumbu. Nanjak lagi kan itu? 😀 😀

Sunrise di Sikunir

Diantara sekian banyak daerah dengan kategori dataran tinggi di Pulau Jawa, adalah desa Sembungan yang tingginya sekitar 2300 mdpl. Inilah desa tertinggi di Pulau Jawa. Disusul kemudian desa Ngadas di Poncokusumo kabupaten Malang (2150 mdpl). Desa Sembungan berada di kawasan dataran tinggi Dieng kabupaten Wonosobo.

Saya berkunjung ke desa yang berada di kaki bukit Sikunir ini lewat Solo-Boyolali-Magelang-Temanggung. Dibutuhkan waktu sekitar 5 jam perjalanan dari Solo untuk menuju ke daerah yang terkenal juga dengan Telaga Warna nya ini.

Jalan menuju kawasan Dieng relatif bagus meski sempit. Dengan penerangan jalan dan marka jalan yang sangat minim, perjalanan pada malam hari sampai menjelang pagi harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Apalagi bila kabut mulai turun.

Perjalanan ke kawasan Dieng ini hampir sepenuhnya kami mengandalkan petunjuk neng google map. Meski sesekali suaranya memberikan petunjuk sinyal yang tidak mendukung, akhirnya sampai juga di pintu gerbang kawasan Dieng.

Jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi, ada 2 petugas yang standby di loket dan siap memberikan peta dan menarik retribusi per orang 10.000 rupiah. Dari sekian banyak tempat yang bisa dikunjungi, kami memilih Sikunir sebagai tujuan pertama. Tujuan lainnya bakal kami sambangi setelah dari Sikunir.

SIKUNIR13

Tiket Masuk Kawasan Dataran Tinggi Dieng

Karena sinyal semakin enggan membantu neng google map memandu perjalanan kami, akhirnya ya kami murni mengandalkan peta yang diberikan petugas loket tadi. Yahh..sambil celingak celinguk dan lirik peta untuk memastikan kami berada di jalur yang benar.

Semakin mendekati desa Sembungan, jalanan mulai rusak. Karena tidak melihat rambu penunjuk jalan dengan jelas dan tak ada orang yang bisa kami tanya..sempat kami pikir kami kesasar. Tapi setelah meneruskan perjalanan dan melihat kumpulan titik cahaya..kami yakin jalan kami benar. Dan alhamdulillah memang benar, kami sampai juga di Sembungan.

Desa ini mengingatkan saya pada desa Ranu Pane di kaki Semeru. Kalau di Ranu Pane terdapat 2 telaga, di Sembungan terdapat 1 telaga di tengah desa yang luasnya sekitar 12 hektar, yaitu Telaga Cebong.

Di desa berpenduduk 1400 an jiwa ini sudah tersedia fasilitas home stay, tempat parkir umum yang luas, toilet, toko-toko souvenir dan perlengkapan pelindung hawa dingin, juga warung makanan.

Tampaknya yang berniat untuk bersunrise ria di bukit Sikunir banyak juga. Buktinya parkiran sudah hampir penuh dengan mobil pengunjung, dan masih terus berdatangan. Pengunjung yang akan naik ke Sikunir..bayar retribusi dulu ya…10.000 per orang.

SIKUNIR14

Tiket Sikunir

Petunjuk untuk menuju bukit Sikunir cukup jelas dan jalan selebar 3 meter juga sudah berlapis beton. Jalannya menanjak terus dah…dengan sesekali bonus jalan datar. Etapi itu cuma sekitar 200 meter awal perjalanan aja ya… 😀 karena setelah itu jalannya ya jalan tanah…trekking seperti naik gunung biasanya itu lah… Klo petunjuknya sih sekitar 800 meter jalan trekking yang dominan tanjakan untuk sampai ke puncak.

Jalannya emang gak mudah untuk kategori wisata santai sih…Apalagi jalannya kan gelap..dan sedikit sisa hujan bikin jalanan agak licin. Ya harus ekstra hati-hati. Dan ada banyak persimpangan jalur.. Ntar ketemunya jalurnya sih sama aja..

Dibutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk mencapai puncak bukit Sikunir ini, jadi saat sampai di puncak masih gelap. Di kawasan puncaknya banyak puncak-puncak punggungan yang menjadi pilihan pengunjung menyambut momen terbitnya matahari. Eh ada warung dan musolla juga loh.. Ya alakadarnya…yang penting pengunjung masih bisa solat subuh.

Tak lama setelah sampai di puncak, terdengar kumandang azan dari arah kaki bukit. Kemudian ada warga yang mengingatkan dengan pengeras suara “bagi yang belum solat subuh…silahkan solat dulu…disini tersedia musholla… Ayo yang belum solat subuh…silahkan solat.. Air wudunya juga tersedia..”

Waktunya pas kok…setelah solat subuh…tak perlu menunggu lama..perlahan langit pun memerah di ufuk timur. Lekukan alam yang menghampar di bawah sana mulai terlihat jelas. Disini bukit..disana bukit,di kanan gunung.. Indah sekali. Rasa lelah setelah melalui tanjakan sepanjang 800 meter..hilang begitu saja. Rasa kantuk karena belum tidur..sirna disapu bentangan alam yang menakjubkan di depan mata. Hawa dingin..ahhh dinikmati saja lah… Morning has broken….dan seluruh permukaan puncak berwarna kuning seperti kunyit/kunir tertimpa sinar matahari. Sesuai dengan namanya..Sikunir.

SIKUNIR6.jpg

Sunrise di Sikunir

 

SIKUNIR5.jpg

Sunrise di Sikunir

 

SIKUNIR7.jpg

Menunggu Sunrise

 

SIKUNIR2.jpg

Menunggu Sunrise

SIKUNIR8.jpg

Ada warung di Sikunir

 

Setelah matahari sempurna menyinari puncak Sikunir..barulah kami turun lewat jalur berbeda. Katanya sih lebih landai. Tapi sebelum turun kami menyempatkan mengisi perut di warung yang ada di sekitar puncak. Lumayan..ada gorengan tahu dan tempe kemul dan minuman hangat di tengah hawa dingin yang mulai terasa. Iyaaa giliran mataharinya mulai tinggi malah dinginnya terasa…

Oke…perut sudah sedikit terisi…lumayan buat energi turun bukit ..*halahh* Dan ternyata olalaaaa jalur yang katanya lebih landai…hmmmm…curam bangetttt..dan kami harus lebih ekstra hati-hati… Karena selain curam, jalurnya sangat sempit..seperti tangga batu..kanan tebing kiri jurang. Tapi dari jalur ini..kami bisa melihat pemandangan yang mungkin tidak bisa dilihat di jalur berangkat.. Dan alhamdulillah nyampe juga…

SIKUNIR9

Jalur Turun Sikunir

 

SIKUNIR10.jpg

Jalur turun, tampak di bawah adalah Telaga Cebong di desa Sembungan

 

SIKUNIR3

Jalan yang sudah berpaving

Energi dari gorengan dan minuman hangat saat di atas bukit Sikunir tampaknya sudah habis..dan kami tak mau melewatkan kesempatan untuk mencicipi olahan kentang yang sebenarnya sudah ditawarkan pedagang sejak berangkat.

SIKUNIR11.jpg

Di kaki Sikunir

Kentangnya kecil-kecil,warga menyebutnya kentang rindil. Tanpa dikupas..kentang dimasak dan dibumbu semur atau kare.. Ehhmmhhh rasanyaaa..maknyusss..dimakan aja sama kulitnya gitu. Enak banget. Satu kotak 5.000 saja. Cocok untuk santapan pagi..diantara dinginya angin pegunungan yang berbaur dengan hangatnya sinar mentari pagi.

SIKUNIR12.jpg

Kentang Rindil Bumbu Semur

Ada juga yang memesan nasi jagung . Ahh saya pikir nasi jagung mah..makanan sehari-hari saya di rumah. Setelah melihat yang dimakan teman saya..oowhh ternyata beda. Jagungnya warna putih..dan lebih halus remahannya. Disantap bareng sayur urap, ikan asin goreng tepung, dan sambel.. Ohhh itu enaknya paten banget.. Sama aja sih…harganya juga 5000 sajahh. Seneng deh di tempat wisata kalo harga kulinernya masih wajar kayak gitu.

SIKUNIR4.jpg

Nasi Jagung Sikunir

Setelah menyelesaikan santapan ringan di halaman sebuah kafe di jalur turun dari bukit Si Kunir..kami pun bergegas melanjutkan perjalanan. Perlahan meninggalkan kawasan desa tertinggi di Jawa…menuju lokasi berikutnya. Telaga Warna Dieng.

Go….!!! Siapkan Bekal Masa Depan bersama Chil Go!!

MORINAGA.png

Haee..saya dapet tantangan nih dari mamanya Thalia, Sarwendah… Iya..Sarwendah nya Rubens Onsu itu looo…Saya ditantang untuk ikut program BMD atau Bekal Masa Depan dari Morinaga Chil Go. Ikut gak ya…ikut gak ya…Setelah saya coba liat-liat video yang disertakan di postingan Sarwendah…hmmm…menarik..juga…boleh dicoba. Okayyy saya ikutan deh… 😀

Saya merasa tertarik juga mengikuti prgram ini karena Chil Go adalah produk yang baik buat tumbuh kembang anak dan membantu dalam menciptakan generasi platinum yang multi talenta. Morinaga Chil Go merupakan produk inovasi baru dari Kalbe Nutritionals dan Morinaga dalam bentuk susu cair. Bentuk cair dan kemasan yang praktis sangat membantu saya dalam memberikan tambahan nutrisi bagi anak-anak. Tinggal dibawa aja sebagai bekal beraktifitas, termasuk ke sekolah.

Daaannn memang bukan hanya bekal itu saja yang penting… Bekal Masa Depan anak-anak berupa dana pendidikan juga sangatlah penting.  Adalah tugas saya untuk menyiapkan itu semua, agar cita-cita anak-anak tercapai. Program BMD Chil Go menjadi salah satu jalan untuk mencapai tujuan tersebut.

MORINAGA9.png

Well…jadi program BMD atau Bekal Masa Depan berupa program berbagi ide permainan anak berdasarkan kecerdasan majemuk yang dimiliki anak. Berbagi ide dengan banyak hadiah…  Siapa yang nggak mau coba…

Hadianya mulai voucher Kalbe senilai 50.000 rupiah sampai dana asuransi pendidikan dengan total nilai hadiah  Rp. 3.000.000.000.. Iya…TIGA MILYAR RUPIAH…!!!Waw…banget kan… Makanya saya langsung aja deh submit ide… Karena berbagi ide permainan menurut saya penting dan hadiahnya itu loohhhh hehehe. Banyak kok ide-ide permainan yang belum ada di Galeri Ide Masa Depan Si Kecil.

Saya membagikan ide permainan MEMBUAT ALAT PENANGKAP CAPUNG. Ide ini termasuk stimulasi kecerdasan Naturalis, yaitu kecerdasan dalam berpikir dan belajar yang berkaitan dengan pemahaman terhadap lingkungan sekitar, seperti tanaman, binatang, air, batu, pasir, atau gejala alam seperti hujan, panas, atau tentang luar angkasa. Type kecerdasan lainnya yaitu kecerdasan linguistik, musikal, inter personal, intra personal, kecerdasan visual spatial, logikal matematik, dan kecerdasan kinestetik.

Kecerdasan majemuk atau multiple intelligence adalah konsep dari Prof. Howard Gardner,  untuk membantu para orang tua agar dapat memahami potensi putra-putrinya, khususnya jika dikaitkan dengan kecerdasan. Kita bisa melihat kecenderungan kecerdasan anak-anak kita dan menstimulasinya dengan berbagai permainan atau aktifitas sehari-hari.

Membuat alat tangkapnya memakai barang bekas yang tidak perlu mengeluarkan biaya. Cukup sediakan sebilah bambu atau ranting pohon yang kuat, kantong plastik bekas yang masih bersih, dan tali atau karet. Ikat kantong plastik di ujung bambu dan biarkan bagian yang terbuka mnghadap ke bawah seperti kurungan.

CHILGO8.jpg

Alat dan Bahan

CHILGO5.jpg

Nah..dengan membuat alat penangkap capung dan menangkap capung..anak-anak jadi senang beraktifitas diluar rumah.  Mereka menangkap capung bersama teman-temannya, bekerjasama, dan saling membantu.  Anak-anak jadi tidak terpaku pada layar HP lagi deh… 😀

Chilgo1.jpg

CHILGO6.jpg

 

CHILGO4.jpg

Hasil tangkapannya disimpan dalam plastik yang dilubangi atau dalam wadah berlubang…atau dilepas lagi saja. Anak-anak akhirnya juga mempelajari tentang jenis binatang capung, makanannya, atau predatornya..Bermain sambil belajar ya… 😀

Ide permainan tersebut didaftarkan di www.bekalmasadepan.com . Sebelumnya…siapkan juga kode unik sebagai syarat untuk mendaftarkan ide kita. Kode unik ini bisa diperoleh dengan membeli produk susu cair Morinaga Chil Go sebanyak 6 buah secara online ataupun secara offline. Untuk secara online produknya bisa dibeli di Bilna.com atau di KalbeStore.com.

MORINAGA10.png

Kalau yang offline, bisa dibeli di toko-toko resmi seperrti Indomaret, Alfamart, atau toko-toko lokal lainnya yang mengeluarkan struk. Lalu siapkan formulir yang bisa di download juga di www.bekalmasadepan.com, isi dengan lengkap ya…

MORINAGA11

CHILGO9.jpg

CHIL GO3.jpg

cHILGO2.jpg

Formulir dan struk tersebut kirimkan ke PT. Bounche Indonesia, Thamrin City Office Park AA03-AA05 Jl. Boulevard Teluk Betung Jakarta. Setelah itu kita akan menerima kode unik yang dikirim melalui email dan sms . Nah…kode unik ini akan dipakai untuk login mendaftarkan ide permainan kita… Jangan lewtkan untuk mengupload foto atau video dokumentasi permainannya ya…

This slideshow requires JavaScript.

Setelah selesai proses submit nya…postingan kita akan diverifikasi lagi oleh pihak Morinaga Chil Go. Gak lama kok proses verifikasinya. Ntar sesudah terveriikasi, postingan akan muncul di Galeri masa Depan Si Kecil. Udah…tinggal share aja ke medsos kita untuk menambah peluang memenangkan kompetisi ini.

wp_ss_20160802_0001

Setelah terverifikasi dan muncul di Galeri…share ke media sosial dengan hashtag #BMDChilGo dan mention 5 teman untuk ikut program ini juga

Gampang kan ? Jadi tunggu apalagi…daftarkan sekarang juga ya…..Dengan membagikan ide permainan kamu…semakin banyak pilihan bagi anak-anak Indonesia dalam melatih kecerdasan majemuknya..dan mendapat berbagai macam hadiah, salah satunya dana pendidikan untuk Si Kecil ..

 

 

 

Baju Lebaran yang Selalu Spesial

Setiap lebaran tentu menyimpan banyak cerita.  Bukan Cuma cerita yang menyenangkan loh..cerita yang tidak menyenangkan juga ada. Tapi jangan khawatir…meskipun ada cerita tidak menyenangkan tidak akan mengurangi kegembiraan saat Lebaran. Dan tentu saja…yang akan saya bagikan ceritanya adalah yang menyenangkan…biar ikut seneng yang baca… 😀

Salah satu keseruan lebaran bagi saya adalah menyiapkan baju lebaran untuk Nares dan Kinar. Meskipun ada aja yang menghadiahi anak-anak baju lebaran, saya tetap menyiapkan. Dan biasanya sih baju lebaran anak-anak  dijahit sendiri oleh Eyang nya 😀  Iyes..bisa dibilang untuk baju lebaran nyaris gak pernah beli jadi, mukena anak-anak pun begitu.  Bikin. Pertimbangannya ya selain harga yang tentu lebih murah karena membeli bahan saja, kualitas juga oke.

Persiapannya dimulai dengan mencari ide model baju. Nah..model baju ini biasanya ngikuti  trend anak-anak. Kalau pada tahun 2014 yang  lagi trend kan Frozen tuh… Ya dibikinlah baju model Elsa yang dilengkapi dengan sehelai kain tipis di bagian belakang macam Superman…:D 😀 Tingkat kesulitan bikin baju itu lumayan.. Tapi tentunya hasilnya sangat memuaskan. Dengan bahan yang terjangkau harganya…baju lebaran pun jadinya unik dan eksklusif tentunya karena gak ada yang sama 😀

DianCeria.jpg

Baju ala Frozen Lebaran 2014

Kalo tahun 2015, mungkin karena masih kebayang ribetnya bikin baju ala Frozen…saya mengusulkan ide baju syar’i ajah… Gampang..simpel..dan bisa dipake kapan pun. Bahkan dipake ngaji pun cocok cocok aja. Kalo yang Frozen kan gak cocok kalo dipake untuk acara-acara santai gituh…haha. Wah banget soalnya…

DianCeria2.jpg

Baju Model Syar’i Lebaran 2015

Nah kalo lebaran tahun 2016 ini, tema yang kami pilih adalah India. 😉 Setelah brosing-brosing model baju…kami dapet yang cocok…mulailah mencari bahan.  Bahan yang menurut kami pas adalah bahan yang agak-agak mengkilat gitu ya…tapi masih sesuai dengan usia anak-anak. Saya menemani Mama mencari kain. Alhamdulillah gak sampe pindah-pindah toko kain, di satu toko aja udah dapet yang cocok. Kain yang mirip kain songket, mengkilat, dan tersedia beberapa warna pilihan dengan motif yang sama. Cocok lah… Oya…kami juga harus menyiapkan kerudungnya.. yang matching dengan bajunya.

Setelah urusan kain beres…tinggal mengukur anak-anak dan membuat polanya dan dijahit. Meskipun agak mepet-mepet bikinnya, Alhamdulillah…jadi juga akhirnya… Anak-anak pun seneng luar biasa bisa pake baju ala-ala India. Dengan bahan yang sederhana, dibuat dengan dengan penuh cinta…jadilah baju lebaran yang wah… Big Thanks to My Mom… 🙂

Baju Lebaran

Baju  ala India Lebaran 2016

Seru lah melihat antusiasnya anak-anak memakai baju ala India.. 😀 Bagaimana keseruanmu saat lebaran?

Masih dalam suasana lebaran juga nih…jangan lewatkan event dari Diaryhijaber, Hari Hijaber Nasional yang bakal digelar di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat. Catat ya tanggalnya…. 7 sampai 8 Agustus 2016. Disana nanti ada rangkaian acara fashionshow, talkshow, tausiah, dan acara-acara seru lainnya. Free Entry loh…alias Gratis.

WhatsApp-Image-20160721.jpeg