Marhaban Ya Ramadan

Alhamdulillah..kita dipertemukan lagi dengan Ramadan. Bulan yang penuh berkah danberlimpah pahala. Mengawali Ramadan, saya mendapat 2 kabar gembira yang membuat saya jadi semangat dan yakin kalau saya bisa. Kabar gembira pertama adalah ketika mendapat kiriman foto tentang buku Budidaya Mangga di Lahan Sempit yang sudah beredar di toko buku, salah satunya Gramedia. Buku ini ditulis berdua dengan Sri Rahayu, adik kelas di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (tapi saya lebih mengenalnya sebagai Anggota Muda di Impala Unibraw).

Buku Budidaya Mangga di Lahan Sempit @ Gramedia Pondok Gede

Ah..percaya gak percaya melihat foto itu. Bagaimana tidak..saya baru aktif menulis lagi setelah hampir 10 tahun tak pernah menulis ketika menawarkan diri menjadi partner duetnya menulis salah satu topik buah-buahan untuk dijadikan buku. Waktu itu tawarannya banyak sekali topik, mulai dari kelengkeng, mangga, sampai ayam, bebek, dan lele. Saya memilih mangga karena di sekitar rumah saya sendiri berbagai macam jenis mangga tumbuh subur dan hasilnya melimpah setiap tahun. Keberadaan mangga-mangga itu menjadi referensi penting.

Tulisan saya di buku itu tentu saja masih jauh dari sempurna. Tapi sejak menulis di buku itu saya jadi semakin keras berusaha konsisten menulis. Mulai membuat blog lagi dan meng-up date nya, ikut grup-grup penulis di Facebook, semakin betah blog walking, dan ikut lomba menulis.

Dari ikut lomba menulis, di awal ramadan saya juga mendapat bingkisan cantik dari salah satu penyelenggara lomba yang digelar April 2013. Lomba menulis Radio Female dalam rangka Hari Kartini. Saya menuliskan kisah tetangga saya di Sumenep yang berjuang keras menyekolahkan putrinya sampai jenjang S1. Saya tahu kalau tulisan saya memenangkan lomba itu sebulan lebih setelah pengumuman. Tak sengaja membuka Inbox akun Facebook saya, dan melihat pada bagian ‘Lainnya’. Pesan-pesan dari bukan teman masuk di kotak ‘Lainnya’ ini. Disitu ada salah seorang yang mengucapkan selamat atas kemenangan saya di lomba menulis dan berniat untuk wawancara online. Saya kaget dan akhirnya kroscek ke Female Circle yang membenarkan informasi itu. Sampai akhirnya saya menerima hadiah berupa kain songket dan perhiasan Manjusha.

Hadiah dari Radio Female

Bahagia sudah pasti. Sebuah awal yang menakjubkan buat saya. Awal yang membuat saya harus lebih banyak belajar menulis. Menulis yang enak dibaca dan informatif. Sambil belajar saya juga mencari peluang penulisan yang ‘menghasilkan’ karena ternyata peluang itu banyak sekali.. 🙂 Tetap Semangat!

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa

 

 

Advertisements