Ipeh Alena, Blogger Bekasi Pecinta Buku

IPEHALENA

Membaca buku adalah nutrisi penting, termasuk bagi penulis dan blogger. Karena dengan membaca ide-ide menulis tidak akan pernah habis. Begitu juga bagi blogger Bekasi yang akan saya ulas kali ini.

Namanya Indah Purnamasari. Kalo menyebut nama itu mungkin agak asing…tapi kalo menyebut Ipeh Alena pasti ngeh donk ya…. Iyesss..Ipeh Alena bernama aseli Indah Purnamasari… Trus Alena nya?hehe menurut mbak Ipeh…Alena itu berasal dari nama penyanyi soundtrack The Mask of Zorro. Hayooo siapah….hehe iyap…Tina Arena..diutak atik dikit jadi Alena…lengkap deh jadi Ipeh Alena..

Film dan buku memang kesukaan mbak Ipeh yang aseli Bekasi ini. Makanya review buku dan film mendominasi isi blognya. Eh iya..review tentang beberapa aplikasi di smartphone juga bisa ditemui di blognya mbak Ipeh… Misalnya tentang aplikasi Al-Quran di Android dan Aplikasi Menghitung Warisan. Selain itu tentang hal-hal baru seputar blogging juga ada ulasannya.

Untuk buku mbak Ipeh bikin blog khusus.Review bukunya asik..hehe.. Berasa ikut baca tu buku. Buku apa saja lah dibaca dan ditulis reviewnya, termasuk buku-buku bergenre horor. Haha untuk yang horor itu mbak Ipeh wanti-wanti kalo gak berani..mending gak usah dibaca buku itu..karena bener-bener horor. Wahh apa gak malah tambah penasaran tuh yang baca reviewnya..hehe.

Eh buku serius yang tebalnya 500 halaman lebih…juga disantap ama mbak Ipeh lo. Mau tau yang bikin mbak Ipeh betah baca buku termasuk buku yang tebalnya lebih dari 500 halaman..?

“Kalau saya selalu membiasakan diri untuk kasih deadline, kapan saya harus menyelesaikan bacaan. Terus, saya simpan rasa penasaran saya biar bisa baca sampai selesai.”gitu kata mbak Ipeh yang aktif di Klub Buku Indonesia dan Tim Sosial Media Klub Buku Bekasi ini. Nah setelah selesai membaca buku…mbak Ipeh langsung menulis reviewnya dan disajikan di perpustakaan mayanya. Well… reviewnya bener-bener fresh lah ya… 🙂 Yang begini penting ditiru nih…oleh sayaaaa hehe. Karena saya bacanya kapan…selesainya kapan…nulis reviewnya kapan…postingnya kapan…gak jelas. 😀 😀

Pengen tau tips-tips lain dari Ipeh Alena?langsung aja ke tekapeh ya….

Kacamata Baru Nares

Saat menjemput Nares pulang sekolah.. Nares buru-buru menghampiri saya sambil senyum-senyum macam ada sesuatu. Bener aja..setelah berada di dekat saya….dia melaporkan kacamatanya yang patah. Olala….. Saya tanyakan bagaimana ceritanya bisa patah.. Nares mengaku tidak tahu. Karena ia meletakkan kacamatanya di meja kelas..dan ditinggal bermain. Saat kembali dan akan memakai kacamata lagi…sudah longgar dan ternyata patah.

Ya sudah..tidak ada pilihan lain selain  memperbaikinya sore itu juga. Saya khawatir kacamatanya sudah gak bisa diperbaiki lagi alias harus ganti total.

Ternyata benar..saat ke optik tempat beli kacamata Nares dulu..petugasnya memastikan kalo tidak bisa diperbaiki lagi… ya sudah..memang sudah waktunya ganti.. Itu kacamata pertama Nares yang dibuat tahun 2013. Jadi mau tidak mau harus pilih frame baru dulu deh…

Di optik pertama ini gak ada frame yang cocok selera dan harga (hahah harga yang utama sih…). Pindah ke optik lain…Alhamdulillah ada yang cocok harga dan Nares pun cocok dengan modelnya. Pilihannya jatuh pada frame berwarna ungu…dan berada di etalase untuk frame dewasa. Pas dicoba..enak katanya. Sayangnya di optik itu tidak bisa mengukur lensa sesuai dengan ukuran Nares..

Akhirnya kami kembali ke optik pertama dengan membawa frame pilihan dari optik kedua tadi. Setelah diukur dan diketahui ukurannya..kami diberitahu kalau kacamata baru bisa jadi seminggu kemudian.. Waduhh..lama yak. Iyak…karena lensanya dipesan di Surabaya..ukuran lensa untuk Nares silinder 3 dan silinder 2 tidak tersedia. Mungkin optik ini juga menunggu pesanan lainnya. Baiklah…

Kacamata Anak1

Periksa Mata 

Karena proses kacamata baru butuh waktu..petugas optik berusaha memperbaiki kacamata Nares yang patah. Alhamdulillah bisa..tapi memang gak bisa lama-lama…paling beberapa hari lagi udah patah lagi katanya.. Yaaahhh gak papa lah daripada nggak pake. Karena bayangan saya pasti Nares kesulitan di sekolah tanpa kacamata.

Setelah seminggu akhirnya kacamata Nares jadi…dan dia suka sekali dengan modelnya. Mungkin lensanya juga baru..jadi lebih bening 😊

Sekarang pun Nares lebih betah memakai kacamatanya..gak perlu dioprak-oprak. Nares tidak memakai kacamata hanya saat tidur, mandi, dan wudhu. Selebihnya dia selalu pakai..atas inisiatifnya sendiri. Rasa-rasanya kacamata baru ini lebih nyaman juga dipakai.

Kacamata Anak2

Nares dan kacamatanya

Sejak kejadian kacamata patah itu Nares juga tak lupa untuk selalu membawa kotak wadah kacamatanya saat ke sekolah. Hehe karena dia tahu sendiri…kalau sampai kacamatanya rusak lagi..prosesnya ribet..lama..dan gak murah..😊