Cetaphil Gentle Skincare Experience, Lembut Tanpa Sabun dan Parfum

Urusan memilih skincare atau produk perawatan kulit memang gampang gampang susah. Apalagi sekarang banyak banget beredar produk skincare yang bisa dibeli secara online dengan harga fantastis murahnya. Iya…saya bilang fantastis murahnya karena efeknya yang fantastis. Dalam waktu singkat jadi putih dan mengkilat.

Tapi tentu saja bukan produk seperti itu yang bikin saya pengen coba atau bahkan memakainya dalam jangka panjang. Karena pertimbangan kesehatan dan keamanan produk adalah yang utama. Baru kemudian melihat harga 😀

Cetaphil

Saya mendapat kesempatan mencoba produk Cetaphil Gentle Skincare secara cuma-cuma. Gemana rasanya? Saya kasih tau nih… 😀 Cairan pembersihnya berwarna putih bening dan agak kental. Saya coba pada bagian wajah. Sesuai petunjuk di kemasan,  Cetaphil ini bisa dipakai dengan atau tanpa air. Saya pakai dengan air seperti pembersih biasanya. Begitu diusapkan di wajah..waw..lembut…tidak ada sabun. Saya juga tidak mencium adanya aroma wewangian sama sekali. Bener-bener soap and fragrance free.

Awalnya memang agak asing dengan pembersih tanpa wangi dan sabun… Apa iya bisa bersih wajah kita? Setelah dibilas dengan air..wajah berasa bersih..ringan..dan lembut. Setelah wajah dikeringkan, kulit terasa lembut dan lembab dalam jangka waktu yang cukup lama.

Bagaimana kalau pemakaian tanpa air? Sama saja…tinggal usapkan pembersih Cetaphil pada bagian wajah secara merata, lalu bersihkan dengan handuk. Ah gitu aja…dan kulitpun terasa lembut  dan lembab sepanjang hari.

Kemudahan memakai tanpa air sangat membantu untuk yang sedang dalam perjalanan atau beraktivitas di luar ruangan. Membersihkan wajah gak ribet lagi dan bisa dilakukan kapan saja kan? Apalagi untuk yang kemasan 125 ml, gampang dibawanya tanpa takut tumpah.

Cetaphil Gentle Skin Cleanser cocok untuk semua jenis kulit, untuk segala usia juga. Jadi untuk kulit bayi dan anak-anak juga aman…. Kalau untuk bayi dan anak-anak saja sudah aman…apalagi buat yang dewasa 🙂  Sesuai dengan yang dicantumkan dalam kemasannya, kalau Cetaphil Gentle Skin Cleanser itu for every age, every stage, every day…

Harga untuk Cetaphil Gentle Skin Cleanser ukuran 125 ml yang lebih dari 100 ribu memang relatif mahal, setidanya buat saya… 😉 Tapi sebanding dengan manfaat yang didapat kok…  Mau coba juga?

Advertisements

Belajar Jadi Blogger Berbasis Good News

Masih belum hilang kan dari ingatan kita tentang ungkapan Good News is Bad News? Ungkapan tersebut dulu sangat populer di kalangan awak media dan pengamat media. Sebuah berita dikatakan bagus kalau yang diangkat adalah sisi jelek dari berita itu.

Bagaimana dengan sekarang? Apakah Good news is a bad news masih dipakai? Apakah blogger yang juga berperan penting dalam menyampaikan pesan atau informasi juga menganutnya?Hmmm….kalo dari pandangan saya sih…masih ada kok yang menganut paham good news is bad news. Tapi memang lebih banyak yang sudah meninggalkannya, setidaknya orang-orang di sekitar saya..

Menuliskan kabar baik adalah pilihan. Karena kabar buruk atau bad news pasti ada dan memang menggelitik untuk diulas. Ulasan yang baik dari hal buruk itulah yang menurut saya gampang-gampang susah untuk dilakukan. Beberapa hal yang mempengaruhi untuk tidak bisa menghindar dari tulisan negativ diantaranya : emosional saat membaca sebuat berita atau postingan blog, lagi capek saat membaca sehingga sulit berpikir obyektif, dsb.

Nah…mau tau caranya biar bisa selalu membuat tulisan yang positiv…sukur-sukur bisa menginspirasi pembaca? Hmmm…ini beberapa hal penting yang menurut saya perlu diperhatikan atau dilakukan :

  • Anti baper, artinya gak perlu baper setiap membaca hal-hal yang menjadi sumber kita menulis.
  • Bersikap positiv, maksudnya ya sikapi setiap bacaan dengan positiv. Kalopun yang ditulis itu sangat negativ …ya gak perlu terpengaruh kan? Kalau saya sih saya lewati aja postingan yang auranya negatif 😀
  • Menulis dengan tenang, menulislah saat suasana hati sedang happy atau setidaknya tidak dalam kondisi emosional..Kalau lagi emosi..mending jalan-jalan atau tidur 😀
  • Posisikan kita sebagai pembaca, jadi kita bisa membayangkan respon pembaca setelah membaca tulisan kita.

Sebagai blogger daerah terpencil (hehehe terpencil niye…), saya memang tidak punya pilihan lain untuk tidak menulis apa yang ada. Undangan ini itu yang umum diterima blogger di kota-kota besar..sangat mustahil bisa saya dapatkan. Ya kecuali saya niat bangeeeetttttt menempuh perjalanan beberapa jam dulu 😀 Tapi bukan berarti itu halangan untuk menulis untuk postingan di blog kan? Banyak hal tentang daerah saya yang bisa saya ekspose baik lewat blog atau lewat media sosial lainnya. Seperti tempat wisata, kuliner, budaya, nahh..itu saja sudah antri aja di draft… Hahaha iya nge draft aja gak posting-posting… Sabaarrr nanti juga saya posting… 😀  *umbar janji*. Ya intinya…lokasi bukan halangan. Kalo koneksi internet bisa jadi halangan…hahaha.

Saya beruntung bergabung dengan beberapa komunitas blogger, yang anggotanya dari berbagai pelosok Nusantara. Bukan cuma dari kota besar….tapi juga blogger-blogger dari daerah terpencil yang bahkan aksesnya mungkin lebih sulit dari daerah saya.

Salah satunya adalah KOPI. Hmmm…langsung kebayang aroma yang menghilangkan kantuk… 😉 KOPI atau Koalisi Online Pesona Indonesia ini isinya jurnalis dan blogger. Saya sendiri awalnya tertarik bergabung karena ‘Pesona Indonesia’ nya…Ya…Pesona Indonesia yang tidak ternilai dan tidak kita temui di belahan bumi manapun…(eh ini benaran loh…nggak lebay hehe). KOPI dideklarasikan di Jakarta 26 November 2015. Mau tau isi deklarasinya? Ada 3 poin, yaitu :

  1. Peduli Merah Putih dengan turut serta berperan aktif menginformasikan dunia pariwisata, perfilman, budaya, musik, fashion, dan kuliner Indonesia yang berbasis good news.
  2. Mengedepankan Informasi positif mengenai pesona indonesia untuk dunia.
  3. Berupaya menjadi saksi pertama kreativitas anak negeri dan akan mengapresiasinya dalam bentuk tulisan persembahan untuk bangsa dan dunia.

IMG-20160626-WA0003

Hmm…saya bangettttt itu… 😀 😀  Oiya…sejak gabung dengan KOPI saya juga jadi update film-film Indonesia…Yaaaaa meskipun di daerah saya ini gak ada bioskop buat nonton film-film itu…yang penting saya tau bahwa film Indonesia tidak hanya berhenti sampai di Tjoet Njak Dien saja… 😀 Semakin banyak film Indonesia berkualitas dan bukan melulu film horor lucu yang dari judulnya saja sudah terbayang isinya 🙂

Semoga KOPI benar-benar bisa mencapai apa yang dideklarasikan dan bermanfaat bagi Indonesia…

Pengalaman Menjenguk ke Rutan

dianesuryaman1

Selama ini saya belum pernah membayangkan atau berpikir sedikitpun bakal menjenguk tahanan di rutan. Hmm..tapi kejadian juga..gara-gara seorang teman dekat saya ditahan karena kasus pidana. Gemana rasanya menjenguk ke rutan?

Sejak merencanakan menjenguk saja..saya udah deg-deg kan. Duhh gemana ya..apalagi teman yang akan saya jenguk adalah teman dekat yang gak pernah terbayangkan kalo dia bakal menjalani hari-hari di balik jeruji besi.

Teman saya ini teman sejak SMA..teman main basket dan Pramuka. Selama masa kuliah nyaris tak ada komunikasi..tapi silaturahmi terjalin lagi setelah saya kembali dan tinggal di Madura. Kadang ketemuan..dan seringnya sih chit chat aja.. Dia adalah direktur sebuah perusahaan kontraktor dengan proyek-proyek besar di tingkat propinsi.

Baca juga : Pegadaian, Solusi Kini dan Masa Depan

Sampai suatu ketika ada kawan lain mengabarkan kalau teman saya ini ditahan karena tuduhan tindak pidana korupsi. Rasanya gak percaya aja dia melakukan itu..karena dari sisi penampilan dia sangat biasa.. Gak banyak berubah sejak saya kenal sampai sekarang. Pake celana ..kaos..paling ditambahin jaket. Udah gitu aja. Kalau ketemu ya paling dia sibuk telponan pake headset.. Bahasanya juga sama aja lah kayak jaman SMA. Padahal proyek yang dikerjakannya nilainya milyaran..gak sebanding dengan gaya penampilannya yang sangat biasa aja.

Tapi kenyataannya dia memang ditahan dan memang pekerjaan sebagai kontraktor rawan sekali ya dengan tindak pidana korupsi. Duhhh saya bener-bener belom bisa percaya sampai sekarang. Meski sudah berhasil menemuinya di Rutan Kelas II B Sumenep.

Teman saya ini masih dalam masa pemeriksaan oleh pihak Kejaksaan  Negeri Sumenep. Jadi statusnya tahanan titipan Kejaksaan. Tahanan bisa dijenguk hanya Senin sampai Jumat jam 9 pagi sampai jam 1 siang. Sabtu – Minggu tidak boleh dijenguk. Selain itu bagi penjenguk harus mendapat ijin dari Kejaksaan untuk bisa menjenguk tahanan. Setelah mendapat ijin dari Kejaksaan…barulah di rutan para calon penjenguk ini menyerahkan surat ijin dari Kejaksaan dan KTP asli.

Saya sendirian menjenguknya di rutan. Pengunjung lainnya bawa teman dan ada yang berombongan. Saya menunggu giliran dipanggil petugas, di depan pintu masuk Rutan yang terbuat dari kayu dengan sedikit lubang intip berbentuk kotak. Hffffttt..takut-takut gemana gitu ya… Meski petugas yang jaga pintu ngajak ngobrol..tetep aja takut.

Setelah menunggu hampir 30 menit di depan pintu rutan akhirnya dipanggil juga. Masih deg-deg an  lah ya… Begitu berada di balik pintu, saya menuju ruang pemeriksaan tepat di sebelah kiri pintu masuk. Disitu saya diminta menyimpan HP di locker yang sudah disediakan dan memegang kuncinya. Tas diletakkan di meja lain agak jauh dari locker. Di ruang tersebut ada sekitar 4 orang petugas. Barang bawaan untuk teman saya juga diperiksa..termasuk kalau penjenguk membawa rantang berisi nasi. Pasti dicek dalam nasinya.

Masih di ruang itu juga…ada 2 bilik pemeriksaan terbuat dari triplek ditutup korden. Satu bilik untuk laki-laki..satu bilik untuk perempuan. Well..saya lalu diminta untuk masuk ke bilik perempuan. Disana sudah ada seorang petugas perempuan yang siap memeriksa dari bagian kepala, leher, bahu, dada, perut, pinggang, semua saku, sampai bagian kaki.

Pemeriksaan disitu gak berlangsung lama…dan saya pun akhirnya dipersilahkan menemui tahanan yang ternyata sedang ada tamu juga. Dari ruang pemeriksaan jaraknya hanya 20 meter an.

Teman saya terkejut melihat saya datang sendirian pula. Kami bersalaman dan berpelukan. Dia menyesalkan kami harus bertemu lagi di tempat yang tak pernah kami duga.

Saya agak lega karena teman saya tidak terlihat sedih. Kami ngobrol di sudut seperti teras..di bangku yang terbuat dari beton. Sekitar 3 meter di depan kami ada seorang petugas yang duduk di bangku kayu mengawasi. Santai aja petugasnya…tapi matanya senantiasa awas.

Teman saya menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Dia juga menyebutkan kalau teman satu SMA kami dan sesama Paskibra waktu SMA dulu juga ditahan karena kasus yang sama. Duh… saya sih cuma bisa berdoa semoga yang dituduhkan kepada 2 teman saya ini tidak terbukti sehingga mereka bisa bebas dari semua tuduhan. Kalaupun terbukti bersalah…semoga menjadi pelajaran dan tidak terulang lagi.

Sekitar 30 menit kami ngobrol. Sambil sesekali bercanda dengan tahanan lain yang kebetulan 1 sel dengan teman saya. Perempuan juga…kasus pencurian. Waktu pun berlalu dan saya harus segera meninggalkan rutan karena harus menjemput anak-anak pulang sekolah.

Lega sudah berhasil menemui teman saya meski di tempat yang seperti itu. Saya pun meninggalkan teman saya dan tak lupa menguatkannya agar sabar dan semoga mendapat keadilan.

Saya kembali ke ruangan depan untuk mengambil tas dan HP saya lalu keluar melewati pintu kayu yang sama dengan saat masuk tadi. Terima kasih bagi yang sudah membantu saya untuk bisa menemui teman saya ini. Semoga kasus teman saya segera tuntas..dan dia bisa menjalankan hari-harinya seperti biasa lagi….Amin….

 

 

 

Tips Anti Ketombe dari Elisa Monic

elisamonic

Beauty blogger emang ngehits banget ya… 😀 Termasuk yang saya kenal di Arisan Link Blogger Perempuan yang satu ini. Namanya Elisa Monic blogger Bekasi. Jalan-jalan ke blognya Monic, saya menemukan kesegaran…cieee kesegaran… Iya segar lah…disambut sama senyum imutnya begitu ‘Start Here’. Nah di ‘Start Here’ ini saya jadi langsung tau siapa dan bagaimana Monic nge-blog.

Monic yang ngeblog sejak usia 17 tahun ini memposisikan diri sebagai beauty blogger dan lifestyle blogger. Jadi selain mengulas tentang produk kecantikan, blognya berisi berbagai hal tentang kesehariannya. Kalau beauty blogger kebayang kan postingan ulasannya kayak apa… 🙂 Nah..ada yang menarik ketika saya membaca tentang sesuatu yang menjadi masalah saya juga. Ketombe.

Hohoho…beberapa tips sudah saya lakukan. Tapi memang ketombenya kadang suka bandel gitu.. Kalau Monic menyarankan gak gonta ganti merk shampo. Yah…pernah mencoba setia pada satu merk, tapi ya gitu…tiba-tiba muncul lagi tu ketombe. Emang sih…ada faktor lain yang mungkin berpengaruh. Seperti misalnya jadwal keramas yang tetap, perawatan rambut, dan hindari stress. Ternyata urusan beresin ketombe complicated juga ya…hahahaha.

Saya juga terkesima ketika Monic menyebutkan kalau dia memakai minyak kelapa aseli untuk mencegah ketombe balik lagi. Waaahhhh minyak kelapa buatan sendiri? Di jaman semodern ini? Saluutt saya…karena untuk membuat minyak kelapa sendiri kan bukan perkara mudah. Tapi itulah yang terjadi… 😀 Baiklah Monic…tampaknya saya harus mencoba membuat minyak kelapa sendiri yang udah kebayang tuh nongkrongin kompor menunggu proses perubahan dari santan menjadi minyak.

Keseriusan Monic ngeblog juga sudah terlihat di jadwal posting yang dibuatnya. Senin dan Jumat dengan topik berbeda. Konsistensi menulis dan posting itu gak gampang padahal.. 🙂 Apalagi buat perempuan sibuk seperti Monic. Lah emang kesibukannya apa lagi?

Ya kan Monic juga karyawan di perusahaan milik orang tuanya. Waaaiiinii…enak donk di perusahaan ortu sendiri… 😉 hehehee…jangan dikira ya…. Ternyata bekerja di perusahaan ortu sendiri gak seenak yang kebanyakan orang bayangkan lo… Baca aja ulasan Monic tentang bekerja di perusahaan ortunya…di blognya… Cari sendiri di tekape ya….artikelnya… 😀 😀

Pegadaian, Solusi Kini dan Masa Depan

Sudahkah Anda bersahabat dengan Pegadaian?Saya sudah … 😀 Kok bisa? Ya bisa lah… Udah banyak loh yang jadi sahabat Pegadaian… 😀 Salah satu alasan bersahabat dengan Pegadaian adalah karena Pegadaian bisa menyelesaikan masalah tanpa masalah. Masalah apa yang bisa diselesaikan oleh Pegadaian?Yang paling favorit adalah masalah keuangan hehehe.

Hmmm…tadinya saya gak pernah melirik Pegadaian untuk menyelesaikan masalah keuangan…alias butuh uang cepat. Ya malu…ya sungkan…ya males nanya-nanya…hahaha..banyak lah alasannya. Tapi gara-gara ada teman saya, saya jadi gak malu atau sungkan lagi ke Pegadaian.

Lah emang teman saya ngapain? Teman saya itu pengusaha besar…di sebuah grup chat curhat tentang kebutuhannya membayar gaji karyawan menjelang lebaran. Sementara dana dari orderan ke perusahaannya belum cair-cair. Nah …teman saya langsung deh bercerita kalo mau ke Pegadaian untuk ‘menyekolahkan’ perhiasannya. Selesai…uang untuk gaji karyawan langsung didapatnya seketika itu juga. Kalau jual perhiasan sayang…kalau ‘disekolahkan’ kan masih tetap miliknya… Perhiasan itu diambilnya lagi setelah dana orderan cair.

Nah…pengusaha yang sebesar itu aja gak malu atau sungkan…(hahaha kalo dipikir-pikir ya ngapain juga malu ya…). Akhirnya saya jadi ikut-ikutan deh…kebetulan lagi BU (Butuh Uang) untuk bayar sekolah anak-anak. Waw banget…amazing…pengurusannya emang cepet banget. Cuma isi formulir ama nunjukin KTP…lalu menyerahkan barang yang akan ‘disekolahkan’ atau digadaikan 😀 Barang tersebut (bisa perhiasan, bisa barang berharga lainnya seperti surat tanah, BPKB, bahkan HP dan laptop pun bisa) ditaksir nilainya oleh petugas.. Setelah diberitahu nilainya…setuju..udah deh..uang cash di tangan.

Pegadaian 3

Surat Bukti Kredit

Yes…semudah itu.. Gak pake ribet survey ini itu…tunggu ACC ini itu.. Prosesnya paling 15 menitan.. Nah setelah selesai bertransaksi kita kita akan mendapatkan Surat Bukti Kredit dan Nota Transaksi. Selain data transaksi di surat itu juga tertulis tanggal jatuh tempo. Nah…jatuh tempo itu adalah tenggat waktu pengembalian dana kita. Kalau belum ada dananya, bisa diperpanjang kreditnya sebelum jatuh tempo. Biaya perpanjangan tergantung dengan nilai barang yang kita jaminkan.

Setelah pengalaman bertransaksi dengan Pegadaian untuk urusan kredit begitu, saya jadi berpikir…enak juga ya punya perhiasan…punya simpanan emas…Meski saya gak suka pake perhiasan, ya…bolehlah kalau ada dana lebih beli perhiasan… Ya untuk disimpen aja gituh…hehehe. Tapi emang beli perhiasan emas begitu rasanya kok susah juga ya. Harus punya uang banyak dulu…baru bisa beli perhiasan emas..atau bahkan logam mulia. La kalo punyanya uang dikit..dikit..gitu?Apa mungkin bisa punya emas?

Saya pernah dapet cerita cara investasi emas… Caranya konvensional dan tradisional banget. Punya uang…belilah anting bayi. Iyaaaa anting bayi yang kecil mungil itu… Nah.. begitu seterusnya sampe terkumpul beberapa anting bayi. Kalau sudah banyak..yaaaa sekitar 10 gram gitu kalau ditotal..tukarkan dengan perhiasan yang senilai. Wahhh boleh juga tuhh…

Tapi cara itu belum saya terapkan. Hehehe…ya kan harus kumpulin duit dulu atuh untuk beli anting bayi…belum lagi kalau perhiasannya ilang…duhhh resiko juga kan..

Lalu dalam sebuah komunitas ibu tunggal, ndilalah…ada yang share dengan sangat detail tentang investasi emas. Ya lewat Pegadaian. Waaahhhh ini….Nama programnya Tabungan Emas. Dari sekian banyak penjelasan…yang saya tangkap adalah bisa nabung emas dengan uang 5 ribu rupiah. Nahlooo…kalo nabung segitu mah insyaallah kejangkau banget ya…

Saya sempatkan ke Pegadaian terdekat di kota saya untuk menanyak tentang tabungan ini. Tapi ohh tapi…Petugas Pegadaian di tempat saya ini  bilang kalau belum siap buku dan perangkat lainnya. Baru bisa sebulanan lagi lah.. Hmmmm… ya sudah…akhirnya tertunda untuk bisa menabung emas.

Nah..saat saya ikut Roadblog10Cities yang diadakan Excite Indonesia bekerjasama dengan Blogger Plat M di Bangkalan, ada Pegadaian yang jadi nara sumber dan buka lapak untuk buka rekening tabungan emas. Woiiillaaaa…bener-bener kayak pucuk dicinta ulam tiba dah… Etapi ternyata saya belum beruntung buka rekening pas acara itu. Tertunda lagi…. 😀

Akhirnya saya bisa buka rekening tabungan gak lama setelah ikutan Roadblog 10 Cities. Saya buka rekening di Pegadaian tempat saya biasa ‘menyekolahkan’ perhiasan. Prosesnya juga mudah dan cepat.. Alhamdulillah…. Bismillah…. Sebagai orang yang agak susah nabung…saya berharap ini bisa jadi salah satu cara saya menabung karena cukup dengan 5 ribu rupiah udah bisa disetor tuh.. Dan memang harus konsisten ya… 😀

Pegadaian1

Buku Tabungan Emas

Kenapa emas gituh? Alternatif pilihan investasi memang banyak dan ada resikonya masing-masing. Saya sampai sekarang memang masih percaya dengan investasi emas, karena emas adalah sumberdaya yang tidak dapat diperbarui. Tentu saja ini berpengaruh pada harga yang cenderung terus meningkat karena keberadaannya semakin lama semakin terbatas kan? Itu saja alasan yang menurut saya paling sederhana. Alasan lainnya sih…ya…gampang dijualnya. Beda dengan kalau kita investasi properti kan? 😀 Mau emas batangan atau emas perhiasan menurut saya sama berharganya.

Kalau sudah ada cara menabung emas yang sudah sedemikian mudahnya..masa iya masih mikir-mikir untuk menabung emas?Ayo nabung emas…. 🙂