2015 My Work My Adventure

Well..2015 tersisa beberapa hari lagi. Menoleh sebentar ke belakang untuk melihat apa saja yang sudah saya lewati selama 2015 ini. Owh…luar biasa ternyatah… 😀 benar-benar tahun yang amazing buat saya. Skenario Tuhan yang membuat saya tak henti-hentinya bersyukur. Setelah hampir 2 tahun saya tidak banyak beraktifitas diluar rumah..tahun 2015 ini banyak sekali aktifitas saya diluar rumah…diluar kota…diluar propinsi..di luar Jawa. Dan semuanya dalam rangka BEKERJA. Itulah kenapa saya mantapkan menganggap kalau MY WORK MY ADVENTURE… and I really love and enjoy it.

Emang travel blogger…kok my work my adventure?Hehehe bukanlah…saya bukan travel blogger meski saya suka travelling dan suka ngeblog… 🙂 Etapi terserah juga sih mau dibilang travel blogger atau bukan.. Yang pasti meski banyak perjalanan yang saya lakukan tahun ini…ternyata saya gak banyak menuliskannya di blog. Nah lo… Saya liat-liat sempat blog ini nganggur sebulan lebih..hahah..gitu kok ngaku blogger yak..Gapapa lah…karena memang setelah perjalanan saya dikejar-kejar laporan yang harus dikirim setidaknya seminggu sekali. Begitulah…selalu ada alasan untuk gak update blog…hehehe.

Jadi kemana saja tahun 2015 ini?Work nya apa…Adventure nya apa… Hmm…adventure berawal ketika saya mulai ikut bimbingan teknis untuk pendamping Upsus Pajale di kampus UB. 5 hari saya kombinasikan kegiatan di kelas dan adventure. Kisahnya sudah saya tulis di  ‘Brau Tracking Adventure’ . Seru lah..

Selama 6 bulan setelah bimtek itu…hampir setiap hari saya berkeliling menyusuri pematang sawah…jalan desa..jalan kabupaten dan jalan propinsi ..halah! hahah ya karena pekerjaan ini membuat saya harus berkeliling bukan saja di tempat saya bertugas di kecamatan Ambunten (sekitar 27 km lah dari tempat saya tinggal). Saya juga ke kecamatan lain yang ada di Sumenep, tempat tugas teman-teman lainnya. Sungguh baru kali ini saya berkesempatan mengeksplore pelosok Sumenep. Banyak tempat asik ternyata… Sebagian ceritanya bisa disimak postingan ‘Dari Sawah Ke Sawah’ ya….Di Upsus Pajale Sumenep : Uji Genotype Jagung. Oya saya juga menuliskan sedikit di Kompasiana.. ‘Swasembada Pangan (Harusnya) Bukan Angan-angan’.

Menjelang akhir tahun ada ajakan teman untuk ikut pekerjaannya di bidang kelautan, jadi fasilitator nasional untuk program Sekaya Maritim (Seribu Kampung Nelayan Mandiri Tangguh Indah dan Maju). Waini….another adventure will begin…Bidang yang baru buat saya. Saya bertugas di kecamatan Pasongsongan (masih di Sumenep juga) sekitar 40 km lah dari tempat saya tinggal. Kali ini menyusuri kampung-kampung nelayan..bertemu dengan nelayan…pemilik perahu…pelaku usaha perikanan…juga perempuan-perempuan tangguh yang hidup dari hasil laut.

SEKAYA MARITIM1

Di salah satu Perahu di Pasongsongan

SEKAYA MARITIM 2

Perbaikan Jaring di PPI Pasongsongan

Dari pekerjaan ini saya melihat sendiri perbedaan pola kerja petani dan nelayan. Perbedaan yang sangat signifikan berdampak pada perkembangan keorganisasian dan kelembagaan petani dan nelayan. Meski singkat…banyak hal yang bisa saya pelajari dari pekerjaan ini. Dan yang terpenting buat saya selain saya bisa menyelesaikan pekerjaan ini…adalah unsur adventure yang mengiringi pekerjaan ini.. 🙂 Saya belum menuliskan tentang adventure di kampung nelayan ini..semoga sebelum tahun 2015 ini berakhir sudah saya posting ya di blog. Hehehe.

Dan menutup tahun ini… saya mengajak anak-anak menghabiskan liburan di luar propinsi 😉

Terima kasih 2015!

 

 

Advertisements

Diskon Pajak untuk Revaluasi Aset pada 2015 dan 2016

pajak-rumah

sumber gambar: mappijatim.or.id

Revaluasi aset menjadi salah satu paket kebijakan ekonomi ke-5 yang dirilis oleh pemerintah pada 22 Oktober 2015. Salah satu kebijakan adalah memangkas persentase pajak penghasilan (PPh) final revaluasi aset. Tujuannya tidak lain adalah untuk menggairahkan perekonomian karena dengan perlambatan ekonomi banyak perusahaan yang merugi bahkan modalnya negatif. Kebijakan ini berlaku untuk swasta, BUMN, maupun perorangan. Revaluasi aset diharapkan dapat mempercantik posisi neraca karena akan ada penyesuaian nilai asetnya dari nilai perolehan menjadi nilai pasar. Selain itu insentif pajak ini diberikan agar penerimaan pajak bertambah mengingat penerimaan pajak saat ini masih jauh dari target.

Normalnya pajak untuk revaluasi aset adalah 10%. Tapi dalam paket kebijakan ekonomi ke-5, pemerintah memangkas PPh untuk revaluasi yang dilakukan sebelum tanggal 31 Desember 2015 menjadi 3 % saja. Bila revaluasi dilakukan dalam waktu 1 Jauari 2016 sampai 30 Juni 2016 tarif PPh yang dikenakan 4%. Sedangkan bila revaluasi dilakukan  pada 1 Juli 2016 sampai 31 Desember 2016 tarif PPh nya 6%.

 Dampak Revaluasi Aset

Dengan revaluasi aset tentunya nilai asetnya bertambah, sehingga biaya penyusutannya juga bertambah. Bagi yang biaya penyusutannya sudah nol dampaknya tentunya akan menambah biaya dan mengurangi laba. Bila laba secara pajak berkurang tentunya pajak yang dibayarkan menjadi lebih kecil.

Sementara bagi pemegang saham juga dapat tambahan saham yang bukan objek PPh, dan secara fiskal penghasilan netto akan lebih kecil dibanding tahun sebelumnya. Bila nilai asetnya naik tentu akan berdampak ketika akan mencari pinjaman. Posisi neracanya menjadi lebih terpercaya dan meyakinkan bank pemberi kredit. Bagi perusahaan yang akan go public atau merger  bisa menaikkan nilai saham sebelum Initial Public Offering (IPO) atau  merger.

Bagaimana bila perusahaan enggan melakukan revaluasi aset?Menurut Menurut Ketua Ikatan Konsultan Pajak  Indonesia Surabaya,  Zeti Arina, namanya fasiltas boleh digunakan boleh tidak. Misalnya perusahaan yang merugi yang khawatir kompensasi ruginya tidak bisa di cover sampai 5 tahun mendatang,  maka tidak perlu melakukan revaluasi.

Untuk itu perlu dibuat perencanaan pajak atau tax planning untuk melihat apakah secara pajak menguntungkan atau tidak. Bila menguntungkan lakukan revaluais aset, tetapi bila tidak sebaiknya tidak perlu revaluasi.

Gili Labak, Wisata Bahari di Timur Madura

GILI LABAK3

Akhirnya kesampaian juga untuk bisa berwisata ke pulau yang sedang naik daun ini. Pulau Gili Labak adalah salah satu pulau di kabupaten Sumenep yang mempunyai taman bawah laut. Istimewanya, keindahan itu sudah bisa dinikmati mulai kedalam 50 cm dari permukaan air. Beeehh …dangkal banget ya… Tadinya gak kebayang sih gemana snorklingan di perairan Madura..apalagi di laut sedangkal itu..apa iya emang cakep seperti taman bawah laut pada umumnya…(hahah macam yang pernah menjelajah banyak taman laut gitu ya….)

Marilah kita buktikan….Saya berangkat bareng teman-teman pendamping Upsus Pajale Sumenep.. Hehehe bosan di sawah…kita ke laut. Tadinya mau ambil waktu hari kerja, pertimbangannya pulau pasti sepi..Tapi karena jumlah rombongan cuma sedikit, akhirnya ke Gili Labaknya dipilih hari Sabtu. Kalau hari Sabtu-Minggu kita gabung dengan rombongan lain. Yaaa..nikmati saja keramaian itu nanti…

Jam pemberangkatan selepas subuh, semua rombongan berkumpul di pelabuhan Kalianget.  Saya yang naik motor dari rumah (sekitar 10 km) menitipkan motor dulu di rumah Kades Kalianget Timur tak jauh dari pelabuhan.  Karena menunggu rombongan lain, baru jam 7 an lah perahu bergerak meninggalkan pelabuhan Kalianget.

Kalianget-Gili Labak ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam. Enaknya bulan November sampai Desember masih bagus cuacanya untuk berlayar. Apalagi berlayar pagi…laut tenang dan angin masih enggan bertiup kencang. Jadi sepanjang perjalanan kami bisa menemui beberapa perahu nelayan yang sedang menarik jaring.  Pemandangan seperti itu tidak akan ditemui memasuki Desember sampai Februari karena cuaca jelek.

Menjelang sampai di Gili Labak, perahu tidak langsung menepi ke pantai. Perahu berhenti sekitar 50 meter dari pantai. Dan seluruh penumpang langsung dipersilahkan memakai alat snorkling dan tinggal byuurrr…nyemplung deh. Hehehe saya pikir perahu akan merapat dulu ke pantai…lalu kami bisa sarapan dulu..barulah snorklingan.  Rupanya disekitar pantai lagi banyak perahu parkir, jadi perahu yang saya tumpangi memilih parkir di kejauhan dan membiarkan kami snorklingan dulu. Kalau sudah puas…barulah merapat ke pantai. Sekalian nunggu kapal lain bergeser. Okelah…

Oya…dari tempat parkir ini taman bawah lautnya udah keliatan jelaaaassss banget. Air jernih, karang di bawah kelihatan, ikan warna-warni juga keliatan jelas banget. Awalnya agak takut juga untuk turun hahaha..Tapi akhirnya nyebur juga…Sukses menikmati taman bawah laut.

gili Labak 2

Yuhuuu…Kita Bermain Air… 🙂

 

gili labak 4

Tak Sabar pengen segera merapat ke pulau

Sempat terpikir untuk berenang saja sampai ke pantai…tapi ternyata pantainya full karang. Berasa berdosa juga gak sengaja kaki menyentuh karang dan  merasakan ada yang patah gitu…hiksss. Akhirnya saya dan teman-teman yang berniat ke pantai…balik lagi ke tengah. Bukan semata-mata takut kaki tergores oleh karang…tapi sayang aja kalo terumbu karangnya patah begitu tersentu kaki. Tahu donk…terumbu karang itu tumbuh cuma  1 cm dalam waktu setahun.. Jadi kalo patah secara gak sengaja terinjak apalagi kalo sengaja menginjaknya…hikss..kebayang gak pemulihannya butuh waktu sampe berapa lama..

Tak sampai 1 jam menikmati taman bawah laut di sekitar Gili Labak…kami pun lalu minta segera merapat ke pulau. Karena perut sudah lapar pake banget. Akhirnya perahu merapat ke pantai setelah ada kapal yang bergeser keluar dari area pantai. Katanya sih perahu-perahu itu memang sudah ditentukan  jalurnya agar tidak merusak terumbu karang.

Sampai di pulau banyak tersedia bale bambu untuk wisatawan beristirahat…bebas sih pilih yang mana. Tapi kayaknya tiap trip organizer punya tempat sendiri-sendiri ya…  Kami lalu memilih tempat buat bongkar logistik dan perbekalan di emperan warung milik Pak RT Gili Labak, Abd. Jalil. Bekal nasi bungkus, rujak, dan kelapa kopyor kami eksekusi satu persatu. Hahah paket ekonomi fasilitas VVIP ini namanya… Setelah menghabiskan bekal nasi bungkus, kami lanjut rujakan, dan dditutup dengan minum es kopyor yang dicampur kelapa muda yang kami beli di pulau. Gak usah ditanya lagi ya nikmatnya kayak apa…hehehe. Sesi makan-makan ini ternyata tidak terdokumentasikan sama sekali…karena kami terlalu sibuk menikmatinya ..

Eh bajunya yang basah apa gak diganti dulu tuh?Baju udah kering waktu masih di perahu..hahaha. Jadi kami sengaja gak buru-buru ganti baju..mana tau mau main aer lagi. Meskipun ternyata nggak maen air lagi karena takut kulit gosong…halaahhh.

Ya…setelah acara makan-makan…saya dan teman-teman hanya jalan-jalan ama poto-poto aja di pulau. Itu sudah jam 11-12 an…jadi bisa dibayangkan itu matahari cetarnya kayak apa.. Tapi ya namanya juga main di pantai…kalo ga panas-panasan ya gak seru toh…hehe… Makanya kalo kesini jangan sampai kelupaan pake sandal, topi, kacamata item, sama sunblock…ya..

Gili Labak5

Susur Pantai…

Gili5

Life is Never Flat…

gILILABAK9

Slah satu spot foto favorit di Gili Labak (model : Miss Kokom )

Kami menyusuri pantai ke arah timur..tak sampai menyusuri sekeliling pulau yang sebenarnya cukup 15 menit saja karena luas pulau hanya sekitar 5 ha. Kami putuskan untuk balik lagi ke tempat kami beristirahat. Untuk ganti baju..sholat, lalu kembali ke Sumenep.  Fasilitas MCK umum tersedia cukup disini. Airnya jerniiihh dan gratis…tapi ya airnya asin banget…Kalo mau air tawar…beli 5000-6000 per 5 liter.

Jasa trip organiser yang kami pakai tidak membatasi waktu kunjungan, jadi kapanpun kami pengen pulang mereka hayuu ajah.  Mau sampe senja pun gak papa sebenernya. Tapi  kali ini setelah selesai beres-beres..barulah kami naik ke perahu dan meninggalkan pulau. Berburu sunsetnya nanti kapan-kapan ajah..Sepanjang perjalanan pulang perahu berayun-ayun karena arus laut yang cukup kencang.  Beruntung perahunya agak besar jadi tidak terlalu terasa ayunannya. Pas dengan kondisi kami yang kelelahan dan ngantuk setelah seharian bermain. Bye..Gili Labak…Insyaallah kami akan datang lagi…Mungkin lebih lama bermain di air…hehehe.. Atauuu kita jelajah pulau lainnya di timur Madura ya…

gililabak8

Mari Kita Pulang…