Jamu = Gaya Hidup Sehat

Lirik lagu 'Oplosan'

Lirik lagu ‘Oplosan’

Lagu yang sebenarnya mengajak orang untuk berhenti minum miras oplosan populer banget ya… Tapi rasanya korban massal oplosan tetep ada. Minum miras saja sudah merusak tubuh, apalagi dioplos dengan bahan-bahan yang jelas bukan untuk diminum atau dimakan. Konyol atau apes?Dua-duanya bukan pilihan yang menyenangkan.

Apa alasan orang minum miras?menghilangkan stress, ngangetin badan, menyegarkan badan, atau sebagai tradisi. Waduh..mending minum jamu kaleeee…. Emang jamu bisa menghilangkan stress…??Bisa donk. Emang jamu bisa menyegarkan badan?Ya bisa lah…Jamu apa?Banyak….Asal pinter pilih-pilih jamu, terutama komposisi bahan. Bukan cuma sekedar untuk penyegar badan seperti vitamin atau makanan suplemen, jamu juga bisa menjadi obat-obatan untuk mengatasi berbagai penyakit. Penyakit yang bisa diatasi dengan jamu mulai dari penyakit ringan sampai penyakit berat. Penyakit ringan misalnya masuk angin sedangkan penyakit berat misalnya kanker.

Untuk penyakit ringan, jamu bisa menjadi pertolongan pertama sebelum mendapat penanganan medis. Untuk masuk angin, obat tradisional bisa dibuat sendiri di rumah. Misalnya membuat minuman pokak. Hmm..ini minuman tradisional Madura. Komposisinya gula jawa, jahe, sereh, kayu manis, dan cengkeh. Rebus air sekitar 500 ml bersama sekitar 100 gram gula jawa. Kompisisi gula jawa bisa ditambah atau dikurangi..karena selera manis tiap orang kan beda-beda.. 😉 Setelah gula larut, tambahkan sereh yang sudah dimemarkan, cengkeh, dan kayu manis. Parutan jahe dimasukkan terakhir dan langsung matikan api. Parutan jahe juga bisa dimasukkan saat rebusan air gula tadi sudah agak berkurang panasnya. Karena jahe mengandung senyawa yang mudah menguap bila terkena panas. Nah..pokak sudah siap…..sebaiknya minum pokak saat masih panas..Kalau ingin dibuat dingin, ya bisa saja..tinggal masukkan kulkas..tapi bukan untuk mengatasi masuk angin lagi ya…lebih tepat untuk menghilangkan haus..hehehe.

Upaya Pelestarian Jamu

Jamu sudah menjadi identitas bagi Indonesia. Bahkan sejak jaman bangsa kita ini dijajah Londo (Belanda)..bahan-bahan jamu yang juga dipakai untuk bahan bumbu masak alias rempah-rempah menjadi primadona. Rempah-rempah menjadi salah satu alasan utama kenapa Belanda menginginkan Indonesia. Karena kita kaya sodaraaa….

Jamu mestinya sama dengan batik. Dunia mengakuinya sebagai identitas bangsa Indonesia. Batik..ya Indonesia…Jamu ya Indonesia..Indonesia..ya jamu…ya batik.. Berkaca pada perjalanan batik, jamu harus digemari orang Indonesia sebelum akhirnya juga digemari orang luar. Bagaimana caranya agar berbagai kalangan di Indonesia menyukai jamu?Jamu harus menjadi gaya hidup bagi masyarakat Indonesia. Hmmmm…gaya hidup?How…how…?

4 Sehat 5 Sempurna

Slogan 4 sehat 5 sempurna sudah dianggap tidak relevan lagi saat ini, karena susu sebagai penyempurna bisa digantikan oleh bahan lain yang mengandung protein dan kalsium yang setara dengan segelas susu. Ditambah lagi banyak kejadian alergi susu sapi terutama pada anak-anak. Pernahkah terpikir untuk menjadikan jamu sebagai penyempurna keseimbangan gizi? Seberapa penting menjadikannya sebagai penyempurna gizi?

Menurut saya penting donk…Karena berbeda dengan susu, jamu sangat bisa disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan tubuh. Untuk yang nafsu makannya kurang dan butuh energi untuk aktifitas sehari-hari, maka jamu temulawak bisa menjadi penyempurna keseimbangan gizi harian. Minum jamu temulawak setiap hari dalam porsi yang pas akan memberikan manfaat bagi tubuh. Temulawak juga bisa diberikan kepada anak-anak. Untuk perempuan, mengkonsumsi jamu kunyit sirih setiap hari tentu sangat baik untuk kesehatan. Bukan hanya untuk organ kewanitaan, tapi jamu kunyit siri juga menyegarkan tubuh, menghilangkan bau badan dan bau mulut. Banyak ya…manfaatnya..

Untuk minum jamu sehari sekali tentu tidak sulit, karena jamu banyak dijual dalam keadaan segar (minuman) atau dalam bentuk kemasan (serbuk). Membuat sendiri lalu disimpan di lemari pendingin adalah salah satu cara agar jamu bisa tersedia setiap hari untuk keluarga. Ribet?Ngga sih sebenarnya…tinggal merebus air saja..lalu bahannya dimasukkan, dinginkan. As simple as that. Bahan juga tersedia supermarket kan..?Hehehe karena biasanya malas kalau harus beli bahan ke pasar tradisional. Tetep malas bikin sendiri?Bisa pesan 1-2 botol di tukang jamu lalu menyimpannya di lemari pendingin. Jadi bisa minum jamu kapan saja..

Penelitian dan Pelestarian Jamu

Tanaman Obat

Tanaman Obat

Ketika jamu sudah menjadi gaya hidup dan kebutuhan utama, maka inovasi dibutuhkan untuk terus mengembangkan jamu. Disinilah peran berbagai institusi dan lembaga pendidikan atau penelitian dibutuhkan. Lembaga seperti Pusat Studi Biofarmaka LPPM IPB, LIPI, Balitro Deptan dan lembaga lainnya didorong untuk menjadi bank data keberadaan tanaman obat dan rempah. Dilanjutkan dengan upaya penelitian-penelitian yang menunjang terhadap pengembangan tanaman obat dan rempah. Penelitian meliputi aspek budidaya, penangggulangan hama penyakit, penanganan pasca panen, sampai pemasaran. Dan yang tak kalah penting adalah hasil-hasil penelitian lembaga-lembaga itu menjadi rujukan para pelaku industri jamu dalam mengembangkan produknya. Karena hasil penelitian tidak akan bermanfaat apa-apa bila tidak diterapkan, bukan begitu?

Agroforestry Tanaman Obat

Agroforestry Tanaman Obat

Dimana peran pemerintah?Banyak peran yang bisa diambil oleh pemerintah, yang paling utama adalah kebijakan. Pemerintah mulai dari tingkat daerah sampai tingkat pusat perlu membuat kebijakan agar upaya pelestarian jamu dan kampanye terhadap pemanfaatan jamu bisa sinergi dan bergerak lebih cepat. Pada sektor hulu, pemerintah bisa membuat kebijakan dengan gerakan-gerakan penanaman tanaman obat dan rempah. Gerakan ini tidak akan sulit karena bisa dilakukan bersamaan dengan gerakan menanam pohon. Tanaman obat dan rempah sangat memungkinkan ditanam di sela-sela tanaman tinggi sehingga memberikan nilai tambah. Pemerintah punya lahan khusus untuk tanaman obat seperti lahan untuk tanaman pangan? Sangat bisa. Pemerintah juga berperan dalam memberikan berbagai kemudahan industri kecil yang bergerak di bidang pengolahan jamu. Di sektor hilir, duta besar Indonesia di berbagai negara mendapat tugas untuk mempromosikan jamu bersamaan dengan promosi wisata dan produk lainnya. Suguhkan jamu dalam setiap acara-acara berskala nasional dan internasional.

Presien Terpilih Penggemar Jamu

Presien Terpilih Penggemar Jamu

Kalau semua sektor sudah memegang peranan dan dijalankan dengan keseriusan tingkat dewa.. :p, maka jamu sebagai identitas bangsa Indonesia akan semakin kuat. Tidak ada celah untuk membuat jamu punah. Serbuan produk-produk perawatan dan obat herbal dari luar tidak akan mengalahkan jamu Indonesia. Karena semuanya memang harus diupayakan oleh kita sendiri dulu. Kalu bukan kita yang melestarikan jamu, siapa lagi?

Sumber :

http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-upt/brc-ukbb/bccs-collection
http://biofarmaka.ipb.ac.id/publication/journal

http://balittro.litbang.deptan.go.id/ind/index.php/en

Advertisements

Ramuan Madura..Dari Madura Untuk Indonesia

Suara musik yang menghentak keras perlahan reda.  Barisan ibu-ibu yang berpeluh dan ngos-ngosan pun bubar…mereka duduk seenaknya di pinggir-pinggir ruangan yang dikelilingi kaca. Ada yang langsung meraih handphone-nya, ada yang mengeringkan keringat, ada yang melepas sepatunya dan langsung berganti pakaian.

“Jamunya..jamunya…”suara seorang perempuan menyeruak diantara keriuhan ibu-ibu yang baru selesai senam aerobic.

Berbotol-botol jamu siap minum yang masih hangat pun langsung dicomot ibu-ibu peserta senam. Tak sampai 5 menit semua botol sudah berpindah ke tangan ibu-ibu itu.

“Yang gak kebagian..jangan khawatir..masih ada…”perempuan itupun menghilang sebentar dan kembali membawa beberapa botol berisi jamu. Fresh..Anget..

“Jamu apa sih ini..?”tanya seorang ibu yang tampaknya baru pertama kali ikut senam di tempat itu.

“Jamu untuk perempuan donk…biar sehat..biar badannya wangi..biar rapet…”jawaban penjual jamu yang tidak lain adalah tuan rumah sanggar senam itu spontan disambut tawa ibu-ibu lainnya. “Ayo..dicoba jamunya..”

Jamunya..Jamunya..

Jamunya..Jamunya..

**

Nah..nah..itu tadi salah satu gambaran tradisi minum jamu di Sumenep-Madura. Sudah tak asing lagi kan..dengan Ramuan Madura?? Tradisi minum jamu di kalangan perempuan Madura memang masih bertahan sampai sekarang. Apalagi untuk perempuan yang sudah menikah dan punya anak, minum jamu wajib hukumnya. Bukan hanya untuk membahagiakan pasangannya, tapi yang terpenting adalah untuk menjaga kesehatan perempuan itu sendiri.

Tradisi minum jamu di Sumenep ini, bukan lagi dengan mencegat tukang jamu keliling, atau mampir ke warung jamu dan minum jamu seduhan. Jamu segar bisa dinikmati di sanggar-sanggar senam. Dan jamu pun menjadi sarana pelepas dahaga yang berkhasiat. Kalau kebetulan tak bisa senam, jamu segar masih bisa diantar ke rumah konsumen. Biasanya mereka memesan untuk keperluan 2-3 hari ke depan.

Saya berkesempatan untuk melihat proses pembuatan jamu segar yang dibandrol 6.000 rupiah per botolnya (500 ml). Pembuat jamu bernama Diana ini menyiapkan bahan-bahannya yang cukup banyak jenisnya. Ada daun sirih, sereh, cabe jamu, secang, gula aren, pinang muda, kunyit, kunci pet, manjakani, asam, kapulaga jamu, dll.

Bahan Jamu

Bahan Jamu

Masing-masing bahan menyumbang khasiat yang berbeda-beda. Berikut ini beberapa bahan yang perlu kita tahu khasiatnya :

Manjakani : Oak Galls, Mecca majakani. Orang Madura menyebutnya Majekani. Mudah didapatkan di pasar tradisional dalam keadaan kering ataupun sudah dalam bentuk serbuk. Buah Manjakani mengandung tannin, anti oksidan, vitamin A dan C, zat besi, dan karbohidrat. Khasiat utama buah manjakani mengatasi keputihan, mengatasi kelebihan cairan dan mengencangkan otot pada organ kewanitaan. Manjakani juga berkhasiat membasmi kista.

Manjakani

Manjakani

Delima Putih : Punica granatum L., orang Madura menyebutnya Delima Pote. Data base di Biofarmaka IPB menyebutkan, buah ini mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid, sapoini, tanin, dan triterpenoid. Masyarakat Madura menggunakan bahan ini dalam campuran jamu atau ramuannya (terutama untuk perempuan) karena bermanfaat mengatasi keputihan. Di pasar tradisional, bahan ini dijual dalam keadaan kering ataupun serbuk. Manfaat lain dari Delima Putih adalah obat cacingan, anti bakteri, anti hipertensi, anti diabetes, anti kanker prostat, obat batuk, dll.

Delima Putih

Delima Putih

Cabe Jamu : Piper retrofractum, Cabe Jamu atau Cabe Jawa, salah satu bahan yang menjadi produk andalan Sumenep-Madura. Cabe Jamu yang dimanfaatkan bagian buahnya ini mengandung senyawa alkaloid dan minyak atsiri yang memberikan manfaat meningkatkan stamina. Cabe Jamu yang banyak berperan sebagai paracetamol dapat mengatasi beberapa penyakit seperti liver,diare, encok, dan mengatasi gangguan pencernaan.

Cabe Jamu

Cabe Jamu

Pinang Muda : Betel Palm, Betel Nut Tree, Areca catechu, orang Madura menyebutnya Penang. Buah yang pohonnya biasa digunakan untuk pesta rakyat setiap bulan Agustus ini mengandung senyawa arecolin, tanin, guvacoline, arecolidine, dan unsur bermanfaat lainnya. Pinang muda dimanfaatkan bijinya dan berkhasiat untuk meningkatkan stamina, mengatasi keputihan dan bau yang tidak sedap pada organ kewanitaan.

Kunci Pepet : temu rapet, Round rooted Galangal, Kaemferia rotunda, orang Madura menyebutnya Konce Pet. Umbi tanaman ini mengandung saponin, borneol,sineol, metil khavikol, dan minyak atsiri. Pada ramuan atau jamu-jamu Madura, Kunci Pepet ini memberikan khasiat mengencangkan otot organ kewanitaan, mengatasi keputihan, menghilangkan bau tak sedap. Manfaat lain dari bahan ini adalah anti radang, peluruh kentut, dan menyembuhkan luka-luka dan memar.

Kunci Pepet

Kunci Pepet

Bahan-bahan lain dalam ramuan ini sudah dikenal luas manfaatnya, seperti daun sirih dan kunyit sebagai antibiotik alami. Bahan lain digunakan sebagai penambah warna, aroma, dan rasa, seperti asam, gula aren, garam, kayu manis, secang, cengkeh, dan batang sereh.

Beberapa bahan yang dihaluskan diantaranya kunyit, jahe, kunci pet, daun sirih, buah pinang muda, manjakani, dan delima putih. Sementara cabe jamu, kayu manis, cengkeh, asam, dan secang dibiarkan utuh, kecuali sereh yang dimemarkan. Semua bahan direbus kemudian disaring dan didinginkan. Jamu pun siap dikonsumsi.

Rasanya seperti apa? Ada sedikit manis, ada pahit, ada pedas, dengan aroma yang khas jamu. Setelah meminum jamu ini secara rutin.. badan terasa segar. Manfaat lainnya? Rasakan sendiri dengan mencoba ramuannya 😉

**

Cara meminum jamu segar seperti ini adalah bagian dari tradisi di Madura, terutama Sumenep. Jamu ataupun ramuan Madura sudah menjadi kebutuhan wajib bagi masyarakat disini, terutama kaum perempuan. Sejak masa menstruasi pertama sudah dikenalkan jamu-jamu yang bermanfaat untuk kesehatan perempuan (kalau sinom, beras kencur..sudah menjadi minuman sehari-hari anak-anak). Berbagai macam ramuan untuk perawatan perempuan tersedia dalam kemasan yang sangat sederhana dan dalam satu paket, diantaranya :

  • Perawatan rambut
  • Perawatan tangan
  • perawatan kulit
  • Perawatan pasca melahirkan
  • Perawatan pra-nikah

Tak heran apabila disini saya tidak banyak menemukan gerai-gerai perawatan khusus wanita seperti Salon dan Spa yang memberikan paket perawatan pra nikah. Karena umumnya mereka melakukan perawatan sendiri di rumah, termasuk ratus dan lulur.

Harga dari masing-masing paket perawatan juga tidak kalah mahal dengan produk-produk nasional yang sudah terkenal, seperti Mustika Ratu atau Sari Ayu. Misalnya untuk paket perawatan pasca melahirkan yang berisi jamu untuk rahim, kelancaran ASI, dan kesehatan tubuh untuk pemakaian selama 40 hari, dengan kemasan biasa tanpa ada merk sudah dibandrol sekitar 300-400 ribu rupiah. Begitu juga dengan perawatan pra-nikah yang dilengkapi dengan lulur, dupa rambut, ratus, dan jamu untuk kesehatan tubuh, yang biasanya wajib dikonsumsi 2-3 bulan sebelum tanggal pernikahan.

Untuk keasliannya, tak perlu diragukan lagi. Karena para pembuat jamu benar-benar memperhatikan kualitas bahan dan kebersihan selama proses pembuatan. Meskipun ada beberapa pelaku industri yang diketahui mencampur ramuannya dengan obat tertentu dengan tujuan memberikan efek instan kepada pemakainya. Bukankah kita semua tahu, pada umumnya obat-obatan tradisional tidak akan memberikan efek yang instan. Untuk kemasan saja saya melihat ada perkembangan sejak beberapa tahun terakhir. Jamu-jamu dikemas dalam bentuk kapsul-kapsul sehingga lebih mudah dikonsumsi. Meskipun begitu konsumen masih bisa memilih bila ternyata lebih menyukai jamu seduh. Karena pembuat jamu tetap menyediakan jamu serbuk yang bisa diseduh dan dicampur dengan bahan lain seperti madu.

Dari gambaran kehidupan masyarakat Madura, terutama Sumenep yang sangat akrab dengan jamu, saya bisa menyimpulkan kalau jamu atau ramuan Madura sudah menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Hal ini penting sebelum memasyarakatkan penggunaan jamu di luar Madura. Perbaikan demi perbaikan perlu dilakukan agar jamu-jamu dari Madura ini lebih diminati lagi oleh masyarakat luas. Baik dalam hal kualitas jamu maupun kemasannya. Karena sesungguhnya ramuan Madura sudah sangat populer di Indonesia.

Sudahkah Anda minum jamu hari ini? Saya sudah.. 😉

Biofarmaka IPB

Biofarmaka IPB

Daftar Pustaka

http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-upt/brc-ukbb/bccs-collection
http://biofarmaka.ipb.ac.id/publication/journal,
http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-news/brc-info/501-info-jamu-as-world-cultural-heritage-2013

http://id.wikipedia.org/wiki/Majakani

http://ditjenbun.deptan.go.id/tanregar/berita-202-cabe-jamu-sebagai-obat-tradisional-.html