Pengalaman Menjenguk ke Rutan

dianesuryaman1

Selama ini saya belum pernah membayangkan atau berpikir sedikitpun bakal menjenguk tahanan di rutan. Hmm..tapi kejadian juga..gara-gara seorang teman dekat saya ditahan karena kasus pidana. Gemana rasanya menjenguk ke rutan?

Sejak merencanakan menjenguk saja..saya udah deg-deg kan. Duhh gemana ya..apalagi teman yang akan saya jenguk adalah teman dekat yang gak pernah terbayangkan kalo dia bakal menjalani hari-hari di balik jeruji besi.

Teman saya ini teman sejak SMA..teman main basket dan Pramuka. Selama masa kuliah nyaris tak ada komunikasi..tapi silaturahmi terjalin lagi setelah saya kembali dan tinggal di Madura. Kadang ketemuan..dan seringnya sih chit chat aja.. Dia adalah direktur sebuah perusahaan kontraktor dengan proyek-proyek besar di tingkat propinsi.

Baca juga : Pegadaian, Solusi Kini dan Masa Depan

Sampai suatu ketika ada kawan lain mengabarkan kalau teman saya ini ditahan karena tuduhan tindak pidana korupsi. Rasanya gak percaya aja dia melakukan itu..karena dari sisi penampilan dia sangat biasa.. Gak banyak berubah sejak saya kenal sampai sekarang. Pake celana ..kaos..paling ditambahin jaket. Udah gitu aja. Kalau ketemu ya paling dia sibuk telponan pake headset.. Bahasanya juga sama aja lah kayak jaman SMA. Padahal proyek yang dikerjakannya nilainya milyaran..gak sebanding dengan gaya penampilannya yang sangat biasa aja.

Tapi kenyataannya dia memang ditahan dan memang pekerjaan sebagai kontraktor rawan sekali ya dengan tindak pidana korupsi. Duhhh saya bener-bener belom bisa percaya sampai sekarang. Meski sudah berhasil menemuinya di Rutan Kelas II B Sumenep.

Teman saya ini masih dalam masa pemeriksaan oleh pihak Kejaksaan  Negeri Sumenep. Jadi statusnya tahanan titipan Kejaksaan. Tahanan bisa dijenguk hanya Senin sampai Jumat jam 9 pagi sampai jam 1 siang. Sabtu – Minggu tidak boleh dijenguk. Selain itu bagi penjenguk harus mendapat ijin dari Kejaksaan untuk bisa menjenguk tahanan. Setelah mendapat ijin dari Kejaksaan…barulah di rutan para calon penjenguk ini menyerahkan surat ijin dari Kejaksaan dan KTP asli.

Saya sendirian menjenguknya di rutan. Pengunjung lainnya bawa teman dan ada yang berombongan. Saya menunggu giliran dipanggil petugas, di depan pintu masuk Rutan yang terbuat dari kayu dengan sedikit lubang intip berbentuk kotak. Hffffttt..takut-takut gemana gitu ya… Meski petugas yang jaga pintu ngajak ngobrol..tetep aja takut.

Setelah menunggu hampir 30 menit di depan pintu rutan akhirnya dipanggil juga. Masih deg-deg an  lah ya… Begitu berada di balik pintu, saya menuju ruang pemeriksaan tepat di sebelah kiri pintu masuk. Disitu saya diminta menyimpan HP di locker yang sudah disediakan dan memegang kuncinya. Tas diletakkan di meja lain agak jauh dari locker. Di ruang tersebut ada sekitar 4 orang petugas. Barang bawaan untuk teman saya juga diperiksa..termasuk kalau penjenguk membawa rantang berisi nasi. Pasti dicek dalam nasinya.

Masih di ruang itu juga…ada 2 bilik pemeriksaan terbuat dari triplek ditutup korden. Satu bilik untuk laki-laki..satu bilik untuk perempuan. Well..saya lalu diminta untuk masuk ke bilik perempuan. Disana sudah ada seorang petugas perempuan yang siap memeriksa dari bagian kepala, leher, bahu, dada, perut, pinggang, semua saku, sampai bagian kaki.

Pemeriksaan disitu gak berlangsung lama…dan saya pun akhirnya dipersilahkan menemui tahanan yang ternyata sedang ada tamu juga. Dari ruang pemeriksaan jaraknya hanya 20 meter an.

Teman saya terkejut melihat saya datang sendirian pula. Kami bersalaman dan berpelukan. Dia menyesalkan kami harus bertemu lagi di tempat yang tak pernah kami duga.

Saya agak lega karena teman saya tidak terlihat sedih. Kami ngobrol di sudut seperti teras..di bangku yang terbuat dari beton. Sekitar 3 meter di depan kami ada seorang petugas yang duduk di bangku kayu mengawasi. Santai aja petugasnya…tapi matanya senantiasa awas.

Teman saya menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Dia juga menyebutkan kalau teman satu SMA kami dan sesama Paskibra waktu SMA dulu juga ditahan karena kasus yang sama. Duh… saya sih cuma bisa berdoa semoga yang dituduhkan kepada 2 teman saya ini tidak terbukti sehingga mereka bisa bebas dari semua tuduhan. Kalaupun terbukti bersalah…semoga menjadi pelajaran dan tidak terulang lagi.

Sekitar 30 menit kami ngobrol. Sambil sesekali bercanda dengan tahanan lain yang kebetulan 1 sel dengan teman saya. Perempuan juga…kasus pencurian. Waktu pun berlalu dan saya harus segera meninggalkan rutan karena harus menjemput anak-anak pulang sekolah.

Lega sudah berhasil menemui teman saya meski di tempat yang seperti itu. Saya pun meninggalkan teman saya dan tak lupa menguatkannya agar sabar dan semoga mendapat keadilan.

Saya kembali ke ruangan depan untuk mengambil tas dan HP saya lalu keluar melewati pintu kayu yang sama dengan saat masuk tadi. Terima kasih bagi yang sudah membantu saya untuk bisa menemui teman saya ini. Semoga kasus teman saya segera tuntas..dan dia bisa menjalankan hari-harinya seperti biasa lagi….Amin….

 

 

 

Advertisements

One thought on “Pengalaman Menjenguk ke Rutan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s