Pajak Bagi Pelaku Bisnis Online

PAJAK BISNIS ONLINE

sumber gambar : ohpi.org.au

Bisnis online semakin menjamur di Indonesia. Pertumbuhannya tercatat sangat pesat, pada tahun 2014 pertumbuhan bisnis online 40% dan pada tahun 2015 bertambah lagi sampai 53%. Angka ini tentu saja akan terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi yang memudahkan transaksi.

Keberadaan bisnis online sudah diatur dalam Undang-undang nomer 7 tahun 2014 tentang Perdagangan. Salah satu yang wajib dilakukan oleh pebisnis online berdasarkan undang-undang tersebut adalah tentang data yang wajib disediakan oleh pelaku usaha bisnis. Data yang dimaksud antara lain identitas, legalitas pelaku usaha sebagai produsen atau distributor, persyaratan teknis barang yang ditawarkan atau kualifikasi jasa yang ditawarkan, harga dan cara pembayaran, serta cara penyerahan barang.

Selain itu pertumbuhan bisnis online yang pesat menjadi potensi pajak yang juga besar. Karena para pebisnis online punya kewajiban membayar pajak, sekalipun skalanya masih usaha kecil menengah. Berapa besar yang harus dibayarkan? Bila omsetnya kurang dari 4,8 milyar dalam 1 tahun, maka pebisnis online dikenai pajak 1% dari omzet. Jadi setelah nilai transaksi per tahun diketahui, tinggal kalikan saja 1% maka hasilnya itulah nilai pajak yang harus dibayarkan. Contohnya bila omset dalam satu tahun 500.000.000 , maka pajak yang harus dibayar 5000.000.000 x 1% = 5.000.000 per tahun. Cara pembayaran pajaknya memakai bukti setoran pajak dan membayarkannya melalui bank dan dilaporkan ke kantor pajak. Pembayaran pajak juga bisa dilakukan secara online.

Menurut konsultan pajak Zeti Arina, besaran pajak tersebut mengacu pada peraturan Pengusaha Kena Pajak (PKP) atau memakai aturan PP No 46 tahun 2013. Zeti juga menjelaskan semua usaha bisnis online harusnya terkena pajak, sesuai dengan peraturan pemerintah tentang Penegasan Ketentuan Perpajakan Transaksi E-commerce dalam SE-62/PJ/2013. Pemerintah menetapkan ada 4 jenis e-commerce, yaitu Classified Ads, Online Retail, Market Place, dan Daily Deals.

Online Marketplace adalah kegiatan menyediakan tempat kegiatan usaha berupa Toko Internet di Mal Internet sebagai tempat online Marketplace Merchant menjual barang atau jasa.

Classified Ads adalah kegiatan menyediakan tempat dan atau waktu untuk memajang content barang dan atau jasa bagi Pengiklan untuk memasang iklan yang ditujukan kepada Pengguna Iklan melalui situs yang disediakan oleh Penyelenggara Classified Ads.

Daily Deals adalah kegiatan menyediakan tempat kegiatan usaha berupa situs Daily Deals sebagai tempat Daily Deals Merchant menjual barang atau jasa kepada pembeli dengan menggunakan voucher sebagai sarana pembayaran.

Online Retail adalah kegiatan menjual barang dan atau jasa yang dilakukan oleh penyelenggara Online Retail kepada pembeli di situs Online Retail.

 

Meskipun peraturan tersebut sedang dikaji ulang, Zeti mengingatkan pentingnya pajak bagi pebisnis online. Salah satunya adalah akan terhindar dari sanksi sehingga kelangsungan bisnis akan terjaga. Selain itu jika penghasilan sudah dilaporkan maka profile harta pebisnis online secara perpajakan akan bertambah, sehingga bila suatu saat membeli aset tidak akan dipertanyakan lagi asal usul penghasilannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s