Gempita Menyambut Gerhana

Ilustrasi gerhana matahari total

Ilustrasi gerhana matahari total

Gerhana Matahari Total (GMT) bakal menyambangi Indonesia Rabu 9 Maret 2016 antara jam 6 sampai jam 9 pagi. GMT kali ini tidak terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Propinsi yang akan dilalui GMT yaitu : Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Bangka Belitung, Jambi, Sumatera Selatan, dan Bengkulu. Kota-kota besar di di propinsi tersebut yang bakal mengalami GMT diantaranya Ternate, Palu, Balikpapan, Palangkaraya, Tanjung Pandan, Palembang, dan Muko-muko.

GERHANA3

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, GMT 2016 disambut dengan gegap gempita. Kalau tahun-tahun sebelumnya GMT dianggap momok dan sesuatu yang menakutkan. Apalagi saat gerhana tahun 80 an (hehe kalo yang tahun 60 an saya belum lahir…). Padahal banyak hal yang bisa dipelajari dari momen langka ini. Bagaimana gegap gempitanya penyambutan terhadap GMT 2016?

Blogdetik adalah salah satu yang menyambut GMT kali ini dengan sangat antusias. Berbagai kompetisi digelar dengan hadiah yang bikin ngiler. Ada kompetisi blog, lomba membuat video kreatips, Instagram photo contest, ada juga hidden kuis atau kuis yang tiba-tiba muncul saat kita baca berita di detik.com. Pemenang yang mendapat gelar Laskar Gerhana dapat hadiah gratis berwisata gerhana di Belitung dan Ternate 2 hari 1 malam. Behhh..saya juga mau … 😉

Lomba foto dan video juga digelar di beberapa daerah yang dilintasi GMT. Diantaranya di Sumatera Selatan (Palembang),  Belitung, Kalimantan Tengah,  dan Sulawesi Tengah. Pemerintah melalui  Kementrian Pariwisata  pun tak mau ketinggalan. Lembaga ini bikin kompetisi menulis, foto, dan video gerhana matahari yang utamanya belasan juta rupiah booookk… 😀 😀

Selain menjadi obyek wisata, gerhana matahari juga menjadi obyek penelitian. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sudah menentukan 9 lokasi pengamatan GMT. Lembaga ini mengamati gerhana dan fenomena lainnya yang merupakan dampak gerhana. Misalnya perilaku orang utan, kelelawar dan burung maleo. Ini lokasi detail dan obyek pengamatan LAPAN pada 9 Maret nanti :

GERHANA4

Nah untuk yang diluar wilayah GMT apa gak bisa mengamati gerhana matahari?Bisa donk…tapi gerhananya sebagian aja…Gerhana Matahari Sebagian atau GMS bisa dilihat di hampir seluruh wilayah Indonesia.  Saat GMS terjadi, alam tidak menjadi gelap total seperti pada GMT tapi hanya seperti mendung. Persentase gerhana di daerah berbeda-beda …misalnya di wilayah Kupang gerhana hanya terjadi sekitar 65%, di Surabaya dan sekitarnya (termasuk Madura tempat saya tinggal nih… 😉  ) sekitar 83%, sementara di Manado sekitar  96 %.

Ini detailnya wilayah dan waktu terjadinya gerhana matahari sebagian (GMS) :

GERHANA1

Pada saat GMT terjadi sebenarnya bisa diamati dengan mata telanjang atau tanpa pelindung. Ingat ya…hanya saat fase total matahari tertutup bayangan bulan saja. Begitu fase total berakhir..tetep harus pake pelindung. Kalau GMS..karena matahari tidak seluruhnya tertutup bayangan bulan..maka masih tampak sinar matahari. Inilah yang membahayakan untuk dilihat tanpa pelindung. Jadi untuk mengamati GMS mutlak diperlukan alat atau pelindung selama gerhana berlangsung. Proses dokumentasi juga begitu…alat dokumentasi harus memakai filter.

Alat bantu pengamatan salah satunya adalah kacamata khusus dengan filter ND (neutral density) 5. Bisa dibuat sendiri sebenarnya dengan membeli filternya di toko optik…tapi beberapa toko online menyediakan yang sudah jadi, jadi tinggal pesan saja. Alat untuk mengamati lainnya adalah membuat kotak lubang jarum. Ini adalah cara mengamati dengan memanfaatkan pantulan obyek. Jadi mata tidak langsung melihat pada matahari. Bahannya juga hanya kotak kardus, gunting untuk melubangi kertas, kertas aluminium, kertas putih sebagai layar pantul, jarum untuk melubangi,dan lem/isolasi. Berikut ini langkah-langkah pembuatannya…Kalau kurang jelas…liat videonya DISINI ya..

Pinhole

Kalau dengan 2 cara tersebut gak bisa…tenaaanngg masih bisa kok mengamati gerhana matahari dengan cara yang sangat sederhana. Yap…dengan memanfaatkan air dalam baskom. Tinggal letakkan baskom di tempat yang pas agar tidak terguncang saat pengamatan dan bisa memantulkan obyek (matahari).  Tinggal dilihat aja ntar mataharinya melalui pantulan di air tersebut.

Persiapan pengamatan tampaknya harus dilakukan sepagi mungkin. Karena gerhana matahari diperkirakan dimulai sekitar jam 6.20 WIB , fase maksimal sekitar jam 7.20 WIB dan selesai jam 8.30 WIB. Pastikan lokasi pengamatan adalah tempat yang lapang dan bebas dari halangan pohon atau bangunan.  Jangan lupa berdoa…agar cuaca cerah dan pengamatan berlangsung aman dan lancar.

Salam gerhana!

BANNERDETIK

Advertisements

4 thoughts on “Gempita Menyambut Gerhana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s