Gili Labak, Wisata Bahari di Timur Madura

GILI LABAK3

Akhirnya kesampaian juga untuk bisa berwisata ke pulau yang sedang naik daun ini. Pulau Gili Labak adalah salah satu pulau di kabupaten Sumenep yang mempunyai taman bawah laut. Istimewanya, keindahan itu sudah bisa dinikmati mulai kedalam 50 cm dari permukaan air. Beeehh …dangkal banget ya… Tadinya gak kebayang sih gemana snorklingan di perairan Madura..apalagi di laut sedangkal itu..apa iya emang cakep seperti taman bawah laut pada umumnya…(hahah macam yang pernah menjelajah banyak taman laut gitu ya….)

Marilah kita buktikan….Saya berangkat bareng teman-teman pendamping Upsus Pajale Sumenep.. Hehehe bosan di sawah…kita ke laut. Tadinya mau ambil waktu hari kerja, pertimbangannya pulau pasti sepi..Tapi karena jumlah rombongan cuma sedikit, akhirnya ke Gili Labaknya dipilih hari Sabtu. Kalau hari Sabtu-Minggu kita gabung dengan rombongan lain. Yaaa..nikmati saja keramaian itu nanti…

Jam pemberangkatan selepas subuh, semua rombongan berkumpul di pelabuhan Kalianget.  Saya yang naik motor dari rumah (sekitar 10 km) menitipkan motor dulu di rumah Kades Kalianget Timur tak jauh dari pelabuhan.  Karena menunggu rombongan lain, baru jam 7 an lah perahu bergerak meninggalkan pelabuhan Kalianget.

Kalianget-Gili Labak ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam. Enaknya bulan November sampai Desember masih bagus cuacanya untuk berlayar. Apalagi berlayar pagi…laut tenang dan angin masih enggan bertiup kencang. Jadi sepanjang perjalanan kami bisa menemui beberapa perahu nelayan yang sedang menarik jaring.  Pemandangan seperti itu tidak akan ditemui memasuki Desember sampai Februari karena cuaca jelek.

Menjelang sampai di Gili Labak, perahu tidak langsung menepi ke pantai. Perahu berhenti sekitar 50 meter dari pantai. Dan seluruh penumpang langsung dipersilahkan memakai alat snorkling dan tinggal byuurrr…nyemplung deh. Hehehe saya pikir perahu akan merapat dulu ke pantai…lalu kami bisa sarapan dulu..barulah snorklingan.  Rupanya disekitar pantai lagi banyak perahu parkir, jadi perahu yang saya tumpangi memilih parkir di kejauhan dan membiarkan kami snorklingan dulu. Kalau sudah puas…barulah merapat ke pantai. Sekalian nunggu kapal lain bergeser. Okelah…

Oya…dari tempat parkir ini taman bawah lautnya udah keliatan jelaaaassss banget. Air jernih, karang di bawah kelihatan, ikan warna-warni juga keliatan jelas banget. Awalnya agak takut juga untuk turun hahaha..Tapi akhirnya nyebur juga…Sukses menikmati taman bawah laut.

gili Labak 2

Yuhuuu…Kita Bermain Air… 🙂

 

gili labak 4

Tak Sabar pengen segera merapat ke pulau

Sempat terpikir untuk berenang saja sampai ke pantai…tapi ternyata pantainya full karang. Berasa berdosa juga gak sengaja kaki menyentuh karang dan  merasakan ada yang patah gitu…hiksss. Akhirnya saya dan teman-teman yang berniat ke pantai…balik lagi ke tengah. Bukan semata-mata takut kaki tergores oleh karang…tapi sayang aja kalo terumbu karangnya patah begitu tersentu kaki. Tahu donk…terumbu karang itu tumbuh cuma  1 cm dalam waktu setahun.. Jadi kalo patah secara gak sengaja terinjak apalagi kalo sengaja menginjaknya…hikss..kebayang gak pemulihannya butuh waktu sampe berapa lama..

Tak sampai 1 jam menikmati taman bawah laut di sekitar Gili Labak…kami pun lalu minta segera merapat ke pulau. Karena perut sudah lapar pake banget. Akhirnya perahu merapat ke pantai setelah ada kapal yang bergeser keluar dari area pantai. Katanya sih perahu-perahu itu memang sudah ditentukan  jalurnya agar tidak merusak terumbu karang.

Sampai di pulau banyak tersedia bale bambu untuk wisatawan beristirahat…bebas sih pilih yang mana. Tapi kayaknya tiap trip organizer punya tempat sendiri-sendiri ya…  Kami lalu memilih tempat buat bongkar logistik dan perbekalan di emperan warung milik Pak RT Gili Labak, Abd. Jalil. Bekal nasi bungkus, rujak, dan kelapa kopyor kami eksekusi satu persatu. Hahah paket ekonomi fasilitas VVIP ini namanya… Setelah menghabiskan bekal nasi bungkus, kami lanjut rujakan, dan dditutup dengan minum es kopyor yang dicampur kelapa muda yang kami beli di pulau. Gak usah ditanya lagi ya nikmatnya kayak apa…hehehe. Sesi makan-makan ini ternyata tidak terdokumentasikan sama sekali…karena kami terlalu sibuk menikmatinya ..

Eh bajunya yang basah apa gak diganti dulu tuh?Baju udah kering waktu masih di perahu..hahaha. Jadi kami sengaja gak buru-buru ganti baju..mana tau mau main aer lagi. Meskipun ternyata nggak maen air lagi karena takut kulit gosong…halaahhh.

Ya…setelah acara makan-makan…saya dan teman-teman hanya jalan-jalan ama poto-poto aja di pulau. Itu sudah jam 11-12 an…jadi bisa dibayangkan itu matahari cetarnya kayak apa.. Tapi ya namanya juga main di pantai…kalo ga panas-panasan ya gak seru toh…hehe… Makanya kalo kesini jangan sampai kelupaan pake sandal, topi, kacamata item, sama sunblock…ya..

Gili Labak5

Susur Pantai…

Gili5

Life is Never Flat…

gILILABAK9

Slah satu spot foto favorit di Gili Labak (model : Miss Kokom )

Kami menyusuri pantai ke arah timur..tak sampai menyusuri sekeliling pulau yang sebenarnya cukup 15 menit saja karena luas pulau hanya sekitar 5 ha. Kami putuskan untuk balik lagi ke tempat kami beristirahat. Untuk ganti baju..sholat, lalu kembali ke Sumenep.  Fasilitas MCK umum tersedia cukup disini. Airnya jerniiihh dan gratis…tapi ya airnya asin banget…Kalo mau air tawar…beli 5000-6000 per 5 liter.

Jasa trip organiser yang kami pakai tidak membatasi waktu kunjungan, jadi kapanpun kami pengen pulang mereka hayuu ajah.  Mau sampe senja pun gak papa sebenernya. Tapi  kali ini setelah selesai beres-beres..barulah kami naik ke perahu dan meninggalkan pulau. Berburu sunsetnya nanti kapan-kapan ajah..Sepanjang perjalanan pulang perahu berayun-ayun karena arus laut yang cukup kencang.  Beruntung perahunya agak besar jadi tidak terlalu terasa ayunannya. Pas dengan kondisi kami yang kelelahan dan ngantuk setelah seharian bermain. Bye..Gili Labak…Insyaallah kami akan datang lagi…Mungkin lebih lama bermain di air…hehehe.. Atauuu kita jelajah pulau lainnya di timur Madura ya…

gililabak8

Mari Kita Pulang…

Advertisements

8 thoughts on “Gili Labak, Wisata Bahari di Timur Madura

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s