Niatkan Mengelola Keuangan Dengan Bijak

financial_incentives

Sumber : ecohome.net

Sapa yang pengen kaya? Saya ngacung paling tinggi deh…. 🙂 Adakah yang pengen tidak kaya? Saya sih berusaha yakin bahwa tidak ada tuh yang pengen tidak kaya..Tapi ya pengen aja gak cukup sih katanya..Jadi kalo memang bener pengen kaya ya harus mau melakukan apapun (yang halal) untuk menjadi kaya. Gitu gak sih? Hehehe..

Pengen Kaya memang modal pertama untuk menjadi kaya. Kaya seperti apa? Nah itulah yang perlu digambarkan lebih jelas dan tegas. Karena ternyata kaya itu relatif ya…karena kita masing-masing punya definisi kaya yang ternyata gak sama. Ada yang menganggap kaya ketika gak punya hutang, ada yang menilai kaya kalo tabungannya milyaran, ada yang dianggap kaya karena asetnya dimana-mana, ada juga yang gak punya harta seperti rumah-mobil dan sejenisnya tapi tetap aja merasa kaya. Mau yang mana, ya terserah saja. Karena yang terpenting adalah bagaimana mengelola apa yang kita punya.

Mengelola aset, mengelola gaji, mengelola hutang..Nah…mengelola keuangan dengan bijak menjadi salah satu yang penting untuk diterapkan untuk bisa menjadi kaya dengan definisi apapun. Agar bisa mengelola keuangan dengan baik dan bijak…

Untuk bisa mengelola keuangan dengan bijak, ada beberapa hal penting yang selama ini dihindari ternyata justru penting untuk ditekuni. Hal-hal tersebut disebut oleh Alviko Ibnugroho, seorang financologist, disebut sebagai dosa sifat manusia dalam mengelola keuangan. Dosanya apa aja tuh?

#1 Terperangkap berbagai mitos yang justru menjerumuskan, seperti mitos bahwa menjadi karyawan lebih meringankan hidup, lebih baik memikirkan karya daripada membangun kekayaan, menjadi penulis atau blogger hanya hobi, bukan profesi yang bisa memberikan kemapanan keuangan.

#2 Memilih buta finansial, ya…memilih… Karena tidak meluangkan sedikitpun waktu untuk mengenali berbagai hal tentang keuangan.

#3 Cenderung berjuang untuk bertahan hidup bukan untuk keinginan hidup

#4 Tidak menetapkan Target Finansial

#5 Tidak memporioritaskan kemakmuran finansial

#6 Tidak menggunakan uang dengan bijak, alias membelanjakan keuangan berdasarkan keingininan bukan kebutuhan.

#7 Tidak membuat Anggaran..ya entah itu anggaran bulanan, atau mingguan…

#8 Tidak Melakukan Investasi..karena yang dipikirkan adalah investasi yang besar.

Nah dari sekian banyak dosa itu, ya harus dicarikan solusinya agar kemapanan finansial tercapai hidup pun makmur dan bahagia J Solusi yang memang tergantung masalahnya. Meyakini mitos yang salah tentang keuangan?Maka buanglah jauh-jauh mitos itu. Bila kita terperangkap pada buta finansial, ya solusinya mulailah untuk melek finansial. Mulailah dengan hal-hal yang kecil dulu yang akan memudahkan menuju solusi selanjutnya. Mulai baca-baca tentang finansial, ikut acara yang isinya mengulas tentang keuangan, ngobrol tentang keuangan dengan keluarga atau teman dekat, dll.

Dosa sifat manusia yang cenderung berjuang demi bertahan hidup harus diubah menjadi demi keinginan hidup. Untuk solusi ini harus banyak belajar dari kesuksesan orang lain yang tentu saja juga tidak pernah lepas dari kegagalan. Disinilah pentingnya mempunyai mimpi dan pentingnya mewujudkan mimpi itu.

Target finansial sama pentingnya dengan keinginan hidup atau mimpi. Pengennya di umur 40 misalnya punya tabungan sekian, tentu saja akan lebih mudah mengatur keuangannya untuk bisa mencapai target tersebut. Dengan demikian akan mudah bagi kita untuk mengejar target itu…kan?Karena targetnya jelas 😀

Ada beberapa cara agar bijak dalam memakai uang sebagai solusi dari dosa tidak menggunakan  uang dengan bijaksana. Hindari hutang kalau memang tak sanggup untuk membayar. Hutang bisa berupa aja termasuk kartu kredit. Kadang memakai cara kuno juga penting, seperti menggunakan amplop untuk membagi pos-pos pengeluaran dan konsisten menggunakan sesuai peruntukannya.

Kesalahan karena tidak membuat anggaran, solusinya adalah mulailah membuat anggaran. Hayoooo kalo liat orang yang selalu mencatat pengeluaran jangan disirikin ya…heheh ihhh gitu amat sik…Ternyata yang seperti itulah yang bener. Buat anggaran dan buat laporan pengeluarannya. Evaluasilah dan lakukan perbaikan bila ternyata ada yang tida sesuai dengan anggaran.

Investasi…saya tadinya berpikir investasi ya yang besar-besar…yang mahal-mahal…Gak terpikir untuk investasi dari yang kecil-kecil dulu. Kalau misalnya kita menganggap investasi terbaik adalah investasi emas…hmm..jangan dulu hanya berpikiran berinvestasi emas batangan 1 kilogram. Bisa kita mulai dengan investasi anting bayi..iya..anting bayi yang kecil mungil ituuuu. Beli aja sebulan sekali..kalo udah beberapa bulan tuker deh sama yang senilai beratnya. Lumayan loh kalo ini konsisten dilakukan. Menabung juga harus konsisten. Tabunglah di awal..bukan di akhir kalo ada sisa gaji..hahaha yayaya…kebanyakan gak bersisanya biasanya ya. Menabung dalam jumlah besar (kalao ada..misalnya 500.000 per bulan) dan bersifat tetap deh minimal. Kalo bisa nambah sukur…kalo dikurangi…janganlah… 🙂  Tabungan jangan diutak atik alias tidak difasilitasi ATM atau sarana lainnya yang memudahkan transaksi. Menabung dalam jangka waktu yang lama. 1 tahun?kurang….2 tahun? Kurang….5 tahun lah minimal 🙂

Nah kalo udah kenal dengan sumber masalah dan solusinya…mari kita niatkan…teguhkan niat…untuk benar-benar mengelola keuangan dengan bijak…Pasti Bisa!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s