Mendadak Piknik Itu Asik

Tidak selamanya piknik itu harus rempong. Tidak selamanya piknik itu ribet bawa ini bawa itu. Tidak selamanya piknik harus terencana jauh-jauh hari sebelumnya. Dan tidak selamanya pula piknik yang tak terencana itu tidak berkesan.

Saya sering mengalami piknik yang tak terencana. Contohnya sewaktu masih di bangku kuliah di Malang…selepas isyak duduk-duduk dengan 5 orang teman. Ada yang nyeletuk “ke Bromo  enak nih…”. Dan jadilah jam 12 malam itu juga berangkat ke Bromo naik motor. Haha seru deh dengan kenekatan waktu itu…

Mendadak piknik seperti itu kejadian lagi ketika saya mengikuti Bimbingan Teknis untuk pendamping upaya khusus padi jagung dan kedelai (Upsus Pajale) di Malang bulan Mei 2015. Bisa ke Malang aja saya udah bersyukur banget. 5 hari kegiatan di kampus, nostalgia dengan lingkungan kampus, serasa piknik aja meski lebih banyak kegiatan forumnya.

Memasuki hari ketiga, saya tiba-tiba pengen menginap di teman yang lain. Hahaha pake konsep anak kost nih. Saya terpikir untuk menginap di desa Brau di Kota Batu. Ada banyak hal yang ingin saya lakukan disana.

Tadinya saya khawatir dengan transportasi menuju ke desa yang terletak di atas kawasan wisata Songgoriti itu. Tapi kekhawatiran saya langsung sirna karena ada teman yang dengan suka cita menjemput saya di kampus. Wah…langsung deh berangkaaattt tak peduli hujan gerimis waktu itu.

Sampai di desa Brau sudah gelap. Dingin menusuk tulang. Di desa ini saya akhirnya bertemu dengan mbak Yuli, sosok yang menginspirasi  dan pernah saya tulis kisahnya disini. Mbak Yuli menyambut hangat dan seneng banget bisa ketemuan untuk pertama kalinya. Kami memang satu organisasi di Impala Unibraw, tapi beda generasi hampir 10 tahun. Sebelumnya kami hanya saling sapa dan gojekan lewat dunia maya. Karena sudah malam, tak lama kami ngobrol. Istirahat dulu…besok pagi sebelum saya kembali ke Malang, mbak Yuli ngajak keliling desa Brau melihat program biogas dan istana cacing.

Pagi yang menakjubkan di desa Brau. Mbak Yuli langsung mengajak saya keliling desa Brau. Ia menunjukkan lokasi-lokasi biogas yang dibangun oleh yayasan nirlaba yang dikelolanya. Setiap warga yang dijumpai di jalan selalu menyapa dengan ramah dan mempersilahkan untuk mampir. Tapi karena saya tak punya banyak waktu karena harus kembali ke kampus sebelum jam 8 pagi, ya tawaran warga semuanya kami tolak.

PIKNIK5

Pagi yang Menakjubkan di Brau

Salah satu kandang sapi perah yang sudah dilengkapi instalasi biogas

Salah satu kandang sapi perah yang sudah dilengkapi instalasi biogas (dok.pri)

Bersama mbak Yuli di salah satu sudut desa Brau

Bersama mbak Yuli di salah satu sudut desa Brau

Selesai berkeliling melihat progam biogas, saya diajak mengunjungi istana cacing. Wah…istana cacing kayak apa tuh. Saya pikir istananya dimana. Ternyata istananya ada tepat di depan rumah tempat saya menginap. Rak-rak bersusun rapi berisi cacing yang bisa dipanen dalam waktu tertentu. Biogas dan cacing-cacing ini menjadi harapan baru warga desa Brau.

Nah ini dia....Istana cacingnya..... (dok.pri)

Nah ini dia….Istana cacingnya….. (dok.pri)

Istana Cacing di depan rumah tempat saya menginap...

Istana Cacing di depan rumah tempat saya menginap…

Piknik penuh makna ini akhirnya harus berakhir ketika saya harus segera kembali ke Malang. Saya pun berpamitan dengan tuan rumah dan Mbak Yuli. Semoga ada kesempatan untuk bertemu lagi.

Etapi rupanya saya salah…pikniknya belum berakhir. Karena selepas Bimtek hari keempat, saya berpikir untuk menginap lagi di Brau. Hahahahaha belum puas euy. Desa ini bener-bener bikin ketagihan. Apalagi  kali ini lebih ramai suasananya, karena ada tambahan beberapa teman yang juga akan menginap di Brau. Cuzzz lagi deh…

Dalam perjalanan dari Batu ke Brau…teman-teman ngobrol tentang tracking ke tempat paralayang. Desa Brau memang terletak di bagian bawah wisata paralayang kota Batu yang terkenal itu. Gak pake banyak basa-basi, kami langsung sepakat besok pagi sebelum matahari terbit akan menikmati tracking adventure ke Gunung Banyak, tempat wisata paralayang itu. Waini…pasti seru ini…

Saya tanya-tanya dulu…berapa kilo jarak dari Brau ke Gunung Banyak itu…bagian paling ekstrimnya berapa lama..Pertanyaan gak penting, jadi ya pantas aja kalo ditertawakan teman-teman. Kesannya takut gituh ya…hahaha. Harap maklum…sudah lama gak berpiknik begini. Mendadak piknik…piknik alam bebas pulak.

Start pagi buta setelah subuh mengingatkan saya dengan summit attack yang biasa dilakukan di gunung-gunung dengan ketinggian lebih dari 3000 mdpl. Hahaha…kali ini cukup yang 1300 an mdpl ajah udah seneng banget. Sensasinya nyaris sama..

15 menit pertama kami menyusuri jalan aspal menuju titik start. Lumayan pemanasan…hawa dingin jadi tidak terlalu terasa karena terbakarnya kalori. Titik startnya sebenarnya hanya berupa jalan potong yang panjangnya sekitar 50 meter lah..Tapi kemiringannya yang nyaris….tegak lurus..Teman-teman yang sudah terbiasa ya santai saja melalui jalur itu. Kalo saya..hehehe menggeh-menggeh alias ngos-ngosan deh…Tapi perlahan dan pasti..akhirnya selesai juga lewat jalur itu.

Ini dia jalurnya...

Ini dia jalurnya…

Lanjut kemudian menuju ke puncak Gunung Banyak, tentu saja kami gak lewat jalur konvensional yang beraspal dan lebar serta tak terlalu menanjak. Kami lewat jalur selatan yang tidak biasa dilalui orang. Meski curam tapi masih aman kok.

Saat beberapa meter menjelang puncak, matahari mulai terbit…dan kami pun berhenti sejenak untuk menikmati moment yang selalu ditunggu itu. Subhanallah cakep banget pemandangannya.

Selamat Datang Pagi....(dok. tim)

Selamat Datang Pagi….(dok. tim)

Menuju Puncak (dok. tim)

Menuju Puncak (dok. tim)

Sambil lalu kami melanjutkan perjalanan ke puncak yang tinggal beberapa langkah lagi. Di puncak rupanya sudah ramai anak-anak muda dengan kamera mereka masing-masing. Meski memang tak seramai di Penanjakan Bromo tentunya. Atau mungkin karena waktu itu bukan hari libur ya…

Di Puncak Gunung Banyak (dok. pri)

Di Puncak Gunung Banyak (dok. pri)

Hanya sekitar 30 menit kami disitu dan puas-puasin menikmati pemandangan yang memang sudah lama saya rindukan. Pegunungan…hutan..kabut…angin yang dingin semilir..ahhhhh jadi rindu lagi kan… Akhirnya kami harus segera kembali ke Brau…siap-siap.. jam 8 saya sudah harus sudah di dalam kelas lagi untuk ikut Bimtek hari terakhir.

Karena sudah puas piknik di Brau…kegiatan di kelas yang biasanya bikin ngantuk dan lesu…bawannya jadi fresh terus deh… Sampai pulang ke Sumenep pun efek nya masih terasa 😉 Bener-bener piknik mendadak yang berkesan…pengobat rindu pada alam…

Itulah kenapa bagi saya piknik itu penting.. Karena piknik bisa menjernihkan pikiran yang keruh…bikin hati senang. Kalau hati senang dan pikiran tenang…insyaallah fisik akan sehat..penyakit enggan mendekat 🙂 Makanya pilih piknik yang gak bikin stress. Pengen piknik…ya piknik aja…gak harus jauh.. Ada tempat piknik yang dekat..silahkan dijadikan tempat piknik. Pengen yang jauh…ya disiapkan aja. Piknik nekat juga boleh…yang penting aman..hehehe.

Kalau contoh piknik yang jauh dari tempat saya tinggal…ya pengennya ke Bali, Jogja, atau Bogor. Nah…kalau liburan ke Bogor kemana aja enaknya?Kalau saya yang wajib dikunjungi ya Kebun Raya Bogor lah ya…Taman Safari…Gunung Pancar….Jungleland..ahhh banyakkkk kalo Bogor mah… Saya juga pengen main ke kampus IPB hehehe..yakin nih cuma pengen main…? Gak pengen sekolah disono…? 😉

Tulisan ini untuk “Lomba Blog Piknik itu Penting” 

banner-lomba-blog-piknik

Advertisements

15 thoughts on “Mendadak Piknik Itu Asik

  1. Ternyata kita sama mbak.. 🙂 suka ada acara mendadak piknik waktu masih kuliah. Saya dan teman-teman juga suka mendadak ingin naik gunung deket kampus. Gunungnya gak terlalu tinggi, jadi gak masalah kalo kami berangkat kapanpun, termasuk malam hari he.. he

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s