Gaji 3 juta Tak Kena Pajak

Ambang batas Penghasilan Tidak kena Pajak (PTKP) naik dari 2.025.000 per bulan menjadi 3.000.000 per bulan. Ketentuan baru ini rencananya akan diberlakukan mulai 1 Juli 2015. Berarti perusahaan tidak lagi boleh memungut pajak bagi karyawan yang gajinya maksimal 3 juta per bulan atau 36.000.000 rupiah per tahun.

Seperti yang disebutkan di Liputan6.com, beberapa pertimbangan dari perubahan ini antara lain karena adanya perlambatan ekonomi, perlunya meningkatkan daya beli masyarakat, dan penyesuaian dengan kenaikan UMP atau Upah Minimum Propinsi 2015. Penyesuaian ini diharapkan dapat meningkatkan konsumsi masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan investasi.

Berdasarkan perhitungan pemerintah, jika langsung berlaku, kenaikan PTKP bisa mendukung pertumbuhan ekonomi sebesar 0,09 persen, konsumsi Rumah Tangga 0,07 persen, investasi 0,19 persen, dan inflasi 0,04 persen.

Bagi yang bergaji 3.000.000 ke bawah atau 36.000.000 per tahun bisa bernapas lega…Yang bergaji di atas itu?Ya tetap membayar pajak seperti biasa…Karena pajak memang tidak bisa dihindari. Menunda pembayaran pajak sama saja merepotkan diri sendiri.

Zeti Arina sebagai konsultan pajak mengingatkan taat membayar pajak sangat penting karena semua fasilitas umum yang dinikmati masyarakat berasal dari pembayaran wajib pajak. Para wajib pajak dipercaya untuk menghitung sendiri jumlah pajaknya (self asessment).

Zeti Arina, CEO Artha Raya Consultant

Zeti Arina, CEO Artha Raya Consultant

Zeti yang menjabat CEO Artha Raya Consultant dan Ketua Ikatan Konsultan Pajak Inonesia (IKAPI) Surabaya mengakui masih banyak masyarakat yang antipati terhadap pajak. Bukan hanya perorangan tapi juga perusahaan. Karena antipati itulah kemudian wajib pajak menunggak sampai besar tagihan pajaknya. Tidak heran bila ada perusahaan yang bangkrut karena tunggakan dan denda pajak yang tinggi.

Untuk itu Zeti menegaskan pentingnya edukasi tentang pajak, meliputi cara menghitung pajak dengan benar dan hemat, pola pembayaran pajak, cara pembayaran pajak, dan cara pelaporan setelah pembayaran dilakukan. Edukasi ini untuk membantu wajib pajak terhindar dari denda dan sanksi yang bisa merugikan wajib pajak sendiri. Kegiatan edukasi yang sudah dilakukan Zeti antara lain menulis artikel, menulis buku, memberi seminar, mengajar, talk show di media TV dan radio,  melalui sosial media, dan melakukan pertemuan-pertemuan non formal.

Buku Zeti Arina

Buku Zeti Arina

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s