Selamat Hari Radio Sedunia

World Radio Day (td1radio.com)

World Radio Day (td1radio.com)

Hari Radio Sedunia atau World Radio Day diperingati setiap 13 Februari. World Radio Day pertama kali diperingati tahun 2013, setelah disetujui oleh Konferensi Umum UNESCO 3 November 2011 di Paris. Harapannya…hari radio sedunia ini bisa meningkatkan kesadaran pentingnya media ini dan kerjasama lembaga penyiaran di tingkat internasional.

Jadi ingat masa-masa di radio 🙂 Radio adalah dunia kerja pertama saya. Waktu itu sekitar tahun 2001, jadwal kuliah kosong karena proses penelitian sudah mulai. Ada perempuan berkacamata menyebarkan brosur di kampus. Isi brosurnya rekrutmen jurnalis radio di Radio MAS FM, sebuah radio swasta di Kota Malang. Iseng aja saya ngajuin lamaran di radio itu. Keterima sukur…nggak ya nggak papa. Toh saya bakal sibuk penelitian untuk skripsi.

Ternyata..eh ternyata..diterima. Alhamdulillah…selamat datang di dunia kerja! Selamat datang di dunia radio! Dunia media yang unik. Gak pernah terbayang… betapa suara enak yang keluar dari perangkat radio melalui proses yang gak asal-asalan. Suara enak aja gak cukup rupanya. Banyak hal yang harus dipenuhi untuk bisa menjadi radio berkualitas. Konten bagus, kualitas perangkat yang bagus, managerial yang bagus, tim marketting yang bagus, bahkan sampai tim off air yang bagus. Kompleks.

Saya beruntung merasakan tempaan dunia radio di Jawa Timur. Apalagi 2 radio tempat saya pernah bekerja adalah anggota PRSSNI (Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia) yang tidak pernah bosan untuk terus menerus memberikan pelatihan-pelatihan di berbagai bidang. Selain pelatihan-pelatihan dari pihak luar, 2 radio tempat saya bekerja juga sering mengadakan pelatihan internal atau inhouse training.

Tidak mengherankan bila Jawa Timur menjadi barometer di Indonesia karena radio di Jawa Timur mempunyai kekuatan lokal yang luar biasa. Radio-radio lokal di Jawa Timur masih menjadi raja di daerahnya masing-masing, tak terkalahkan oleh jaringan radio-radio besar seperti di sekitar ibu kota. Sebut saja Radio Suara Surabaya, Radio Andika FM Kediri, Radio Karimata Pamekasan, radio Swara Giri FM Gresik, Radio Prosalina FM Jember, Radio Mayangkara FM Blitar. Itu baru sebagian saja radio-radio tangguh di Jawa Timur. Radio-radio yang didirikan sejak belasan bahkan puluhan tahun lalu dan eksis sampai sekarang. Bukan instan ..

Mata saya semakin terbuka lagi setelah bekerja di Internews Indonesia di Jakarta. Saya keliling ke radio-radio di wilayah Jawa-Sumatera termasuk Aceh. Radio yang di manage dengan baik..banyak.. radio yang asbun alias asal bunyi..lebih banyak..hahaha..

Selain radio swasta , dunia radio juga semakin meriah dengan adanya radio komunitas. Radio komunitas lebih spesifik dan menjangkau pendengar dalam radius yang lebih pendek (sekitar 2,5 km dengan kekuatan 50 watt). Beberapa radio komunitas didirikan karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekitarnya. Misalnya Radio Komunitas Merapi Merbabu Community yang awalnya didirikan karena kebutuhan informasi pertanian masyarakat di sekitar kaki Merbabu dan Merapi.

Huaaaaahh… jadi kangen dunia radio…. dunia yang terus berkembang. Tapi dunia radio tetaplah sunyi dan bunyi. Selalu ada sunyi dalam bunyi, a theatre of mind… Selamat Hari Radio Sedunia.

Advertisements

2 thoughts on “Selamat Hari Radio Sedunia

  1. kangeenn sama dunia salam-salaman di radio pas jaman masih sma, trus juga dengerin cerita cinta di salah satu radio tiap malam jam 8, dan radio itu temen belajar paling OK sampai lulus kuliah juga… masihkah generasi sekarang butuh radio? ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s