Waspada Demam Berdarah

Sumber : sumberilmu.blogspot.com

Sumber : sumberilmu.blogspot.com

Salah satu penyakit mematikan yang mewabah di musim hujan adalah demam berdarah. Setuju kan kalau saya sebut demam berdarah itu mematikan?Bagaimana tidak…terlambat sedikit aja..penyakit yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini bisa menyebabkan kematian. Fatal.

Saat ini di daerah saya sedang musim demam berdarah. Teman Kinar dan tetangga, terserang penyakit ini. Mereka dipastikan positif demam berdarah berdasarkan hasil pemeriksaan darah setelah demam tinggi selama 3 hari. Perlu mwaspadai kemungkinan DB bila demam yang tinggi terjadi tiba-tiba, disertai kondisi fisik yang lemah, loyo, nyeri, dan mual. Selama demam, tidak diikuti dengan gejala batuk dan pilek.Gejala lainnya adalah bintik merah di beberapa bagian badan (lengan atau tangan). Kadang untuk melihat ada tidaknya bintik merah, petugas kesehatan perlu menekan kuat-kuat bagian lengan selama beberapa menit (pakai alat pengukur tekanan darah).

Pemeriksaan darah dianjurkan dilakukan setelah 3 hari demam. Karena kalau hari pertama atau kedua sudah cek darah, gak akan kelihatan adanya serangan demam berdarah. Yang umum sih ditandai dengan hasil pemeriksaan trombosit yang menurun drastis sampai kurang dari 90.000 (normal minimal 150.000). Dengan gejala seperti itu ditambah anak tidak mau makan dan minum…dokter pasti akan merujuknya untuk dirawat di rumah sakit.

Di rumah sakit, pasien demam berdarah mendapat tindakan penambahan cairan elektrolit. Pasien juga pasti disarankan bahkan diwajibkan untuk banyak minum air, termasuk air yang manis. Karena sebenarnya katanya secara medis tidak ada pengobatan untuk demam berdarah. Karena (lagi) demam berdarah termasuk penyakit yang bisa sembuh sendiri atau self limiting disease.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Maka perlu dilakukan pencegahan terhadap penyakit ini. Jelas target utama adalah memutus mata rantai siklus hidup si nyamuk. Gerakan 4 M plus adalah yang paling efektif sampai saat ini. Menguras, Menutup, Mengubur, Memantau. Menguras smua tempat penampungan air, menutup wadah-wadah penampungan air, mengubur benda-benda yang potensial menjadi tempat genangan air, dan memantau adanya jentik-jentik nyamuk di semua tempat penampungan air di rumah.

‘Plus’ dalam pencegahan adalah hindari menggantung pakaian (di balik pintu kamar nih…biasanya..), memelihara ikan di tempat-tempat berair (misalnya pot tanaman dengan media air, biar jentiknya dimakan ikan), penggunaan abate di tempat penampungan air (bak mandi), dan hindari gigitan nyamuk. Abate bisa diperoleh gratis di puskesmas atau dibeli di apotik dan toko obat. Untuk menghindari gigitan nyamuk, anak-anak bisa memakai lotion anti nyamuk sebelum berangkat sekolah, saat bermain, bahkan saat di rumah sekalipun. Pastikan makanan dan minuman memenuhi gizi sehingga kekebalan tubuh tetap terjaga.

Semoga bermanfaat…dan sehat selalu…

Referensi : http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2011/02/07/kenali-bahaya-dbd-sejak-dini-338936.html

Advertisements

5 thoughts on “Waspada Demam Berdarah

  1. Semoga teman dan tetangganya lekas sembuh. Iya nih kenapa ya di kamarku akhir-akhir ini ada nyamuk. Gara-gara musim hujan di Bogor kayaknya. Harus segera melakukan 4 M kayak sarannya Mbak Dian nih 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s