Trauma Pemadaman Listrik di Madura

28 Januari 2015 pas adzan isyak, listrik tiba-tiba padam. Ya…biasanya sih cuma sebentaran aja. Tapi setelah cek sana cek sini..tampaknya pemadaman bakal berlangsung lama. Bisa 1 jam…bisa 2 jam…tergantung penyebabnya. Saya hanya coba bertanya lewat twitter @pln_123. Jawabannya begini :

10931356_10153241816093676_3634414395104563665_n

Semantara info dari suarasurabaya.net :

“Mulai pukul 18.59 tadi, Perak, Tandes, dan penyulang Krian mengalami trip (gangguan,red) termasuh seluruh wilayah Madura, kelihatannya gangguan di Kenjeran merembet ke Ujung, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Kami saat ini sedang mengupayakan pemulihan,” kata M Joharifin Manager Area Pengatur Distribusi PLN Jatim.

Weh…wehh…bisa lama nih kalau begini.. Untung di rumah masih tersedia 2 buah lampu teplok bebahan bakar minyak tanah. Ada 2 buah senter yang bisa jadi emergency lamp (kepikiran untuk sedia senter begitu minimal 5 buah gitu…). Gak ada lilin…tanya tetangga yang punya warung juga gak jual lilin. Ya sudah…berharap listrik nyala tak lama lagi.

Anak-anak kruntelan aja πŸ™‚ cuaca yang mendung gerimis disertai kilat yang nyamber-nyamber bikin anak-anak tambah takut. Bener ih suasananya agak horor gitu… Nares ada jadwal ulangan 2 mata pelajaran, fiqih dan bahasa Arab. Tapi ya gemana kondisi begini malah gak bisa konsentrasi. Ya sudahlah pasrah saja…Setelah makan malam anak-anak langsung saya giring solat isyak aja.

Kelar solat isyak anak-anak langsung tidur, kebetulan jarum jam sudah menunjuk angka 9. Lampu belum nyala, hujan masih deras. Ketika anak-anak sudah siap tidur alhamdulillah listrik nyala..Lanjut tidur ato belajar? Tidurlah… πŸ˜€

Pemadaman listrik se Madura bukan hal asing. Pernah tau kan, Madura tanpa listrik 3 bulan?3 bulan tanpa listrik dan warga Madura nerimo. Itu kejadian Februari 1999, ketika jangkar sebuah kapal dagang membuat kabel listrik bawah laut milik PLN terputus. Kronologinya bisa dibaca-baca disini. Ya memang gak 3 bulan full gelap total…totalnya sekitar sebulan..setelah itu bergiliran 3 hari nyala 3 hari mati.

Saya tidak ikut merasakan langsung gelapnya Madura waktu itu karena masih kuliah di Malang. Jadi hanya tau kabarnya dari keluarga di rumah. Bagaimana lampu teplok menjadi komiditi paling dibutuhkan waktu itu. Bagaimana rasanya begitu lepas dari pelabuhan Tanjung Perak seperti masuk gua yang gelap gulita. Bagaimana aktivitas masyarakat berubah drastis. Kondisi seperti itu masih menciptakan trauma tersendiri. Setiap mati lampu..duh..jangan-jangan lama nih…duh..masa sih sampai 3 bulan kayak dulu…

Meski saya tidak merasakan, harapan saya pasti sama…semoga peristiwa serupa tidak akan pernah terjadi lagi..Bukan hanya di Madura…tapi di seluruh wilayah Indonesia…

Advertisements

6 thoughts on “Trauma Pemadaman Listrik di Madura

  1. Memang nggak enak banget kalau mati lampu,anak2 kasihan belajar terpaksa dalam gelap,apalagi kalau mati mendadak,kalau sebelumnya ada pemberitahuan kita bisa siap2,di daerah kalimantan mati lampu sudah jadi makanan sehari2 Mba, bisa berjam2 lamanya sampai lebih dari 24 jam juga sering 😦

  2. Waduuh..3 bulan tanpa listrik..?? kebayang deh ..
    Anak-anak kita sama mbak, kalo listrik padam pada kruntelan πŸ™‚ padahal ada emergency lamp.. πŸ˜€
    Daripada lilin kayaknya lebih aman emergency lamp mbak..soalnya adik saya punya pengalaman gak enak, kamar tidurnya kebakar gegara lilin jatuh.. 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s