Pagi dan Lalin

Aktifitas mengantarkan anak-anak ke sekolah buat saya menyenangkan. Membuat saya selalu bersyukur bisa menikmati pagi yang sejuk, hilir mudik orang yang mau berangkat kerja, melihat anak-anak masa depan bangsa yang berangkat ke sekolah penuh semangat, dan..tak lupa melihat petugas polisi yang rutin menjaga ketertiban lalu lintas di sepanjang rute menuju sekolah.

Ngomong-ngomong tentang polisi…kalo ketemu dengan petugas di jalan kadang terpikir…mereka kecipratan nggak ya recehan dari rekening gendut kumendan-kumendannya…*eh*. Mereka yang di jalanan kayaknya gak ikut-ikut urusan mabes yang lagi rame itu ya… Ya deh..mending gitu…

Nah, setiap pagi para petugas dari kepolisian ini rutin menjaga di persimpangan dan di depan sekolah. Di hari-hari tertentu polwannya juga turun ke jalan. Misalnya hari Rabu dan Kamis mereka berkampanye dengan menggantungan tulisan himbauan tertib berlalu lintas. Tulisan di papan berwana biru digantungkan di leher para petugas yang mengatur lalu lintas. Himbauannya antara lain ‘Belum Cukup Umur Dilarang Membawa Kendaraan’, ‘Gunakan Helm SNI’, ‘Lindungi Anak Anda dengan Helm SNI’.

Himbauan itu ngefek rupanya, ditambah dengan aktifnya para petugas melakukan razia. Anak-anak disini umumnya pakai helm semua kalau naik motor sama ortunya. Balita sekalipun pada pake helm. Untuk orang deawasa yang gonceng juga wajib loh pake helm. Jangan coba-coba goncengan motor gak pake helm..hmmm langsung disemprit kalo ketemu petugas. heheh iya…kalo ketemu petugas… 😀

Razia terhadap anak-anak di bawah umur yang pake motor dilakukan di sekitar sekolah-sekolah, terutama SMP. Banyak banget anak SMP yang bawa motor kena razia. Karena mereka sudah dipastikan gak punya SIM kan… Sebenarnya sekolah melarang para siswanya bawa motor, tapi para siswa yang bawa motor memarkir kendaraannya diluar sekolah. Ya mungkin dengan razia seperti ini orang tua yang membiarkan anaknya bawa motor jadi mikir..

Kampanye tertib lalu lintas perlu terus digalakkan. Jadi tanpa ada operasi zebra pun disini ketertiban lalu lintas sudah sangat ketat. Oya, dampak lainnya adalah semakin banyak orang yang sadar untuk mempunyai SIM (terutama SIM C). Nah..ini harus diperbaiki…gemana caranya orang yang mau bikin SIM gak perlu antri berjam-jam, bolak-balik ngantri, dan bebas calo. Lembaga lain bisa masak Polri nggak bisa? 😀

Advertisements

8 thoughts on “Pagi dan Lalin

  1. Kadang2 yg bikin blunder pembuatan sim justru bukan dr pengguna motornya sih ya. Lah ujian praktek susah banget pake harus bikin angka 8 (klo jaman dulu sy ikutan th 90an). Kapan bisa lulusnya dooongg hihihiii….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s