Stop Kurikulum 2013, Trus?

Setelah menimbulkan ‘kegaduhan’ disana-sini..kurikulum 2013 akhirnya dihentikan. Sekolah kabarnya diberikan kebebasan untuk memakai kurikulum 2013 atau 2006. Sekolah Nares memilih kembali ke KTSP 2006. Ada beberapa konsekuensi dari perubahan yang dilakukan di tengah semester ini. Ya..saya sih manut saja..karena yang terpenting adalah anak-anak bisa belajar dengan baik.

Buku Pelajaran

Buku pelajaran yang disebarkan dan sudah dibayar untuk 1 tahun. Karena perubahan ini, buku pelajaran ‘Tematik Terpadu’ yang menjadi buku utama tidak diberikan untuk semester kedua ini. Cuma buku tematik aja sih yang untuk 1 semeter. Buku pendampingnya seperti IPA, IPS, Matematika, Bahasa Indonesia, PPKN untuk 2 semeter sekaligus. Pihak sekolah memutuskan uang tidak dikembalikan, tapi dipakai untuk pembelian buku tahun ajaran berikutnya.

Buku Tulis

Pada semester lalu, buku tulisnya 1 tapi tebal. Isinya gabungan semua mapel (mata pelajaran) pendamping. Dengan perubahan kurikulum, buku jadi balik kayak waktu kelas 1. Satu buku untuk 1 mapel..eeeaaa…belanja buku di tengah semester donk nih… 😉 Baiklah..baiklah…Meskipun kenyataannya…waktu kelas 1 Nares mengisi buku catatannya asal aja. Di sampul tertulis buku matematika, isinya ada bahasa Arab, ada bahasa Inggris, ada komputer juga… 😀 *terpikir untuk pakai loose leaf aja deh nak..*

Jadwal

Jadwal pelajaran otomatis berubah total. Kalo biasanya hanya tertulis Tematik di beberapa hari efektif, sekarang tertulis Matematika, IPA, IPS, dsb. Matematika porsinya paling buanyaaakk…ada 3-4 kali dalam seminggu.

Penilaian

Hmmm… Saya seneng aja sih penilaian ala Kurikulum 2013. Siswa cukup dikasi nilai yang deskriptif A, B+, B, B-, C dan seterusnya. Selain itu juga ada penilaian etika, ibadah dll. Sekolah Nares sebenarnya sejak lama menerapkan penilaian ibadah dan etika, jadi gak ngaruh dengan perubahan ini. Mereka tetap melakukan penilaian terhadap aspek ibadah dan etika. Nah untuk yang akademik penilaiannya jadi angka-angka lagi deh..Trus pake rangking juga?hmmm sebenernya sekolah tidak merilis rangking secara terbuka. Tapi ortu selalu menanyakan anaknya rangking berapa… penting gitu ya rangking?

Yah..apapun yang menjadi kebijakan dari pemerintah untuk dunia pendidikan, yang penting adalah anak-anak bisa menjadi generasi penerus yang berkarakter dan berkepribadian yang baik.

Advertisements

10 thoughts on “Stop Kurikulum 2013, Trus?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s