Hamil Kebo, Berkah atau Musibah?

Kehamilan sudah pasti disambut gembira. Karena diiringi perubahan hormonal di dalam tubuh ibu hamil, banyak ketidaknyamanan yang melanda ibu hamil, terutama di 3 bulan atau trimester pertama. Salah satu yang membuat tidak nyaman adalah rasa mual di pagi hari atau morning sickness. Bahkan tak sedikit yang mengalami mual sepanjang hari selama berbulan-bulan sampai menjelang kelahiran. Kalau sudah mual begitu mana bisa makan enak? Mencium bau makanan saja sudah bikin howek-howek…

Tapi kondisi yang saya sebutkan tadi tidak berlaku bagi yang hamil kebo. E buseeettt namanya serem amat yak. Ya hamil kebo diistilahkan bagi ibu hamil yang tidak merasakan mual sama sekali sejak minggu pertama kehamilan sampai melahirkan.. Otomatis selama masa kehamilan tak ada hambatan apapun untuk makan apa saja. Bebas. Saya merasakan loh..enaknya hamil kebo.. Saat hamil Nares dan Kinar saya sama sekali tidak merasakan mual..apalagi muntah. Nafsu makan jadi berlipat-lipat boookk… Semua makanan terasa enaaaakkk banget ..sayang kalau gak dihabiskan. Alhasil, kenaikan berat badan saya sampe 30 kiloan *sssttt…gak usah dibayangkan…badan saya segede apaaah..* 😀

Meski sukses makan enak, perlu diwaspadai dan pilih-pilih makanan agar berkah hamil kebo tidak menjadi musibah. Lah..emang bisa jadi musibah. Ya bisa banget. Kalau makannya gak dikontrol, tentu gangguan kehamilan bisa menghampiri. Ini beberapa resiko kalau tidak waspada mengontrol makanan saat hamil kebo :

  • Diabet, bila hamil kebo asupan gula dan karbohidratnya tak dikontrol sangat besar resiko gula darahnya tinggi. Tingginya kadar gula dalam darah tentu sangat berbahaya. Resikonya akan semakin meningkat bila ibu hamil secara genetik berpotensi diabet.
  • Hipertensi, asupan garam yang berlebih sangat beresiko meningkatkan tekanan darah. Namanya juga ibu hamil kondisinya mungkin tidak seperti saat tidak hamil. Jadi harus lebih berhati-hati mengkonsumsi garam.
  • Anemia, meski banyak makan saat hamil kebo tapi tidak pilih-pilih malakan yang sehat..anemia bisa saja dialami ibu hamil. Untuk mengetahui kecukupan zat besi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
  • Sembelit, gangguan ini bisa dialami saat hamil kebo bila makanan berseratnya kurang. Kurangnya konsumsi air putih juga bisa menyebabkan sembelit. Untuk itu selain makan makanan berserat, perlu diperhatikan agar konsumsi air putih minimal 8 gelas sehari.
  • Overweight, nah…ini resiko paling logis bagi ibu hamil kebo. Karena banyak makan, otomatis kenaikan berat badan akan sangat signifikan. Kenaikan berat badan yang diperbolehkan sekitar 12-16 kg. Kenaikan lebih dari itu akan meningkatkan resiko gangguan kehamilan, seperti preeklampsia dan gangguan lain seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Bayi juga beresiko overweight..kasihan kan kalo bayinya sampe overweight…

Nah..agar berkah hamil kebo tidak menjadi musibah…coba tips berikut ini :

Makanan Sehat (Sumber : www.webmd.com)

Makanan Sehat (Sumber : http://www.webmd.com)

  • Pilih makanan segar, misalnya sayur, buah, dan lauk yang segar dan olahan sendiri. Hindari makanan-makanan cepat saji. Upayakan mengutamakan camilan buah-buahan segar, seperti apel, pir (jangan durian ya….. :)). Selain kaya vitamin dan mineral, buah dan sayur kaya dengan serat yang baik untuk pencernaan.
  • Batasi asupan karbohidrat (nasi). Nasi bisa diganti dengan karbohodrat lain yang kalorinya relatif lebih bersahabat, misalnya kentang, jagung, ubi.
  • Batasi konsumsi gula dan garam, ini penting untuk mengurangi resiko diabet dan hipertensi.
  • Batasi asupan lemak, seperti dari susu. Bila membutuhkan kalsium dari susu, bisa diganti dengan makanan sumber kalsium yang lebih sehat, misalnya dari tulang ikan (makan ikan teri).
  • Olahraga, bisa dipilih olahraga jalan kaki setiap pagi hari, berenang, atau senam hamil. Banyak melakukan aktifitas yang aman dan ringan di rumah juga baik untuk kesehatan ibu hamil kebo. Rasa malas dan ngantuk perlu dilawan dengan berbagai aktifitas bermanfaat.
  • Pemeriksaan rutin ke dokter atau bidan wajib dilakukan agar hamil kebo tetap bisa dinikmati dan menjadi berkah.

Semoga bermanfaat ya…

Advertisements

9 thoughts on “Hamil Kebo, Berkah atau Musibah?

  1. aku 2 kali hamil ya kebo banget maaak…di satu sisi alhamdulillaaah..tapi di sisi lain harus ekstra hati hati dengan gestational diabetes saya…tapi saya merasa justru pas hamil sehat bangeeet..karena makan ekstra dijaga dan berat badan malah turun..sementara bayi alhamdulillah tetap sehat…

  2. alhamdulillah waktu hamil pertama aku “hamil oke” (ga mau kebo ah)…seneng banget rasanya jadi pengen hamil lagi,,tp ya itu harus menjaga pola makan,,BB aku aja naik nyampe 17 kg..tp alhamdulillah sehat dan selamat,,dan yg jadi masalah nya adalah suamiku,,tiap pagi mual dan owe owe,,kaya kebalik gitu,,kalo cium bau masakan langsung owe owe,,,tiap malem ngerujak mangga,,,ampuuun dah,, 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s