Suramadu Dulu, Kini, dan Nanti

2004

Pembangunan Jembatan Suramadu sedang berlangsung. Saya hanya mengikuti perkembangannya lewat media cetak. Sebagai tim berita sebuah radio di Pamekasan, waktu itu saya merasa sangat perlu untuk melihat langsung peroses pembangunannya. Karena rencana pembangunan jembatan itu sempat menimbulkan pro dan kontra. Salah satu yang dikhawatirkan adalah dampak-dampak negatif yang tidak siap diantisipasi oleh masyarakat Madura.

Setelah lobi sana-sini … cari akses sana-sini … akhirnya bisa juga saya masuk ke lokasi pembangunan jembatan di sisi Madura. Saya sendiri merasa sangat terkagum-kagum dan tak bisa membayangkan kalau jembatan itu benar-benar jadi nantinya. Apakah kekhawatiran tentang dampak negatif itu akan benar-benar terjadi?Atau sebaliknya justru masyarakat tak siap dengan manfaat positifnya?

30022_391311838675_4866698_n

Di bawah Jembatan Suramadu yang sedang dibuat

2014

Ini tahun ke-2 saya pulang dan tinggal di Sumenep setelah menjadi perantau sejak lulus SMA tahun 1996. Saya merasakan begitu banyak manfaat jembatan sepanjang 5,4 km ini bagi warga Madura. Manfaat yang paling utama adalah cepat. Kalau dulu menyebrangi Selat Madura butuh waktu minimal 30 menit (tidak termasuk waktu antri masuk kapal), dengan adanya Jembatan Suramadu…seeettt..gak sampe 10 menit udah sampe. Manfaat lainnya murah. Kalau dengan kapal feri harus bayar 75.000 per kendaraan plus 2500 per penumpang di dalamnya, sementara bayar tol jembatan Suramadu 30.000 saja. Dengan adanya jembatan tentu saja kita tak perlu manyun tingkat dewa melihat antrian panjang kendaraan yang menunggu feri karena adanya perbaikan dermaga atau perbaikan kapal. Dulu…kalau udah kadung antri … bisa sampe 7 jam bookk. Sakitnya tu disiniii..!!! *nunjuk apa ya??*

67593_620

Suramadu adalah pintu utama menuju dan keluar Madura. Sejak ada Suramadu minat orang untuk ke Madura meningkat. Ke Jawa Timur atau ke Surabaya belum afdol kalau belum ke Suramadu. Tapi ya hanya untuk menikmati jembatannya saja, lewat…poto-poto. Atau paling jauh ke bebek yang satu itu. Udah abis itu pulang. Padahal.. Madura bukan sekedar Jembatan Suramadu dan bebek.

Lomba plat m

Ya..ya..ya… Halooo…Suramadu sudah 5 tahun ya…dan tentu gak pengen donk 10 atau 50 tahun ke depan hanya dilewati..poto-poto..udah balik. Trus..diapain donk enaknya..biar begitu lewat Suramadu orang jadi penasaran sama namanya Madura. Mau tidak mau…suka tidak suka, para wisatawan itu harus digoda sejak memasuki Suramadu. Harus! Digoda dengan apa? Ini loh..godaan-godaan yang menurut saya harus ada di Suramadu.

Selamat Datang

Selamat Datang yang sekarang perlu diubah :) (dok.pri)

Selamat Datang yang sekarang perlu diubah 🙂 (dok.pri)

Yes, saya tahu ucapan selamat datang sudah ada di pintu gerbang tol sisi Madura. Tapi….lihatlah..yang dipajang disitu 4 bupati dari Madura + Gubernur Jawa Timur. Lah..kan kita mau jualan pariwisata Madura… Ganti donk dengan gambar lokasi wisata yang ciamikkk dari 4 kabupaten. Lokasi wisata yang tak banyak disangka orang ternyata ada di Madura. Pajang tuh gambar wisata bawah lautnya perairan Sumenep, air terjun di Sampang, kerapan sapi Pamekasan, wisata pantai Bangkalan, atau motif-motif batik dah..Atau gambar pariwisata di Jawa Timur lainnya boleh dah… 🙂 Kayak Bromo..Kawah Ijen..

Selain lebih menjual, memasang gambar lokasi wisata lebih ekonomis karena tak perlu diganti terlalu sering. Kalau foto 4 bupati yang dipasang..kan harus 4 kali ganti karena pemilihan kepala daerah 4 kabupaten gak barengan. Jadi kalo gambar lokasi wisata bisa 5 tahun sekali saja digantinya, kalo para bupati itu yang dipajang kan bisa 4 kali dalam 5 tahun :p Atau katakanlah dalam 10 tahun gambar lokasi wisatanya diganti 5 tahun sekali..kalo gambar bupatinya ya tetep minimal 4 kali toh diganti? Iihhh perhitungan amat sikk..iya dong harus .. 😉 Yuukk selamat datangnya ganti dengan foto-foto lokasi wisata yang cakep-cakep..!!

Ini Contoh yang Keren (sumber advisemediagroup.com)

Ini Contoh yang Keren, gak pake pasang foto pejabatnya kan? 🙂 (sumber advisemediagroup.com)

lomba plat-m3

Kalau Kayak Gini Gemana? 😉

Atau Begini...

Atau Begini…

Begini juga boleh.. :)

Begini juga boleh.. 🙂

Branding itu penting terutama untuk pariwisata. Saya mencari-cari branding 4 kabupaten di Madura..baru Sumenep aja yang punya, The Soul of Madura. Lainnya ada sih..tapi menurut saya kurang nendang.. 😉 Nah..karena branding itu penting, Madura perlu punya brand yang menggambarkan Madura secara utuh. Saya contohkan Uniqueness of Indonesia, karena Madura memang unik. Kalau ada brand yang lebih ‘menjual’ misalnya memposisikan Madura di Asia..hayulah dibuat dan dikampanyekan..

Toko Souvenir

Nah ini menjadi penting karena berjejer tepat setelah lepas dari jembatan Suramadu. Terakhir saya lewat kok ya sepet mata saya liatnya. Bangunannya masih dari bambu dan terpal yang sudah compang-camping. Duh…mbok ya itu dibenahi..dipercantik jadi bangunan permanen yang lebih menarik untuk dilihat dan akhirnya orang tertarik untuk mampir dan beli. Bangunan yang ramah lingkungan dengan menonjolkan karakter Madura. Toko-toko yang menarik bisa menjadi ikon Suramadu.

Before..

Before..

After..Tinggal Pilih Mau yang Mana :)

After..Tinggal Pilih Mau yang Mana 🙂

Tempat Wisata

Tempat wisata yang saya maksud adalah tempat strategis di sekitar jembatan Suramadu yang asik untuk menikmati keindahan Suramadu. Saya sendiri pernah kesulitan untuk menemukan lokasi yang pas untuk memotret jembatan Suramadu, baik di sisi Barat maupun sisi Timur. Tanya sana..tanya sini..ya akhirnya cari-cari sendiri lokasi yang bagus (dan saya gak dapet.. :p ). Alangkah baiknya kalau keinginan wisatawan menikmati keindahan jembatan Suramadu difasilitasi dengan menyediakan tempat khusus yang memadai. Ibaratnya mengembangkan wisata pantai dengan bonus pemandangan jembatan Suramadu dan kilauan lampu kota Surabaya (kalau malam hari). Eh kalau cuaca cerah, dari sisi Madura kita bisa melihat puncak gunung Penanggungan, Arjuno, dan Welirang loh…

Berburu Suramadu (dok.pri)

Berburu Suramadu..di atas bahu kanan  fotografernya keliatan tu gunung Arjuno-Welirang..(dok.pri)

Sebagai daerah pesisir, kawasan Suramadu sangat bisa dikembangkan sebagai salah satu area wisata kuliner laut (seafood). Meskipun sudah sangat identik dengan bebek, potensi makanan laut di sekitar Suramadu tentu sangat besar.  Bentuk wisata lain yang bisa dikembangkan adalah tour di laut menikmati pemandangan Jembatan Suramadu. Kawasan pelabuhan juga menarik untuk dijadikan sasaran tour tersebut. Jadi wisatawan diangkut dengan kapal khusus wisata untuk melihat konstruksi bawah jembatan lalu melihat patung Jalasveva Jayamahe dari laut. Bentuk pariwisata ini bisa diadakan baik di sisi Madura maupun di sisi Surabaya.

Meniru di Jimbaran boleh kan? 🙂 (sumber : rainbowholidaytour.com)

Nah...wisata kayak gini kan bisa dibuat di seitar Suramadu..? ;) (sumber: milleniumhotels.co.uk)

Nah…wisata kayak gini kan bisa dibuat di sekitar Suramadu..? 😉 (sumber: milleniumhotels.co.uk)

Rest Area dan Pusat Informasi

Sarana ini sangat perlu ada tak jauh dari pintu keluar jembatan Suramadu dan berada di sisi kiri jalan. Rest area ini bisa menampung banyak bis dan kendaraan bermotor baik roda 4 maupun roda 2. Khusus angkutan barang sebaiknya dipisah.

Rest area ini menyediakan fasilitas parkir yang luaaasss, tempat istirahat yang nyaman, ada tempat bermain anak yang bersih, stasiun pengisian bahan bakar, musholla, toilet yang bersih dan jumlahnya banyak, dan tempat beli makanan dan minuman ringan. Rest area ini akan lebih keren lagi kalau menjadi satu dengan fasilitas pusat informasi tentang pariwisata Madura.

Nah disinilah diperlukan adanya kecanggihan teknologi informasi yang menarik. Bukan hanya sekedar pusat informasi yang menyediakan brosur dan foto. Tapi pusat informasi ini menjadi etalase bagi wisata Madura. Etalase bukan lagi sekedar foto-foto yang dipajang, tapi video digital yang ditampilkan di monitor layar lebar. Disitu ditampilkan berbagai dokumentasi pariwisata mulai dari Sumenep sampai Bangkalan.

Informasi berupa lokasi wisata, akomodasi, transportasi untuk menuju lokasi dan tempat-tempat menarik lainnya yang bisa dikunjungi. Informasi ini menjadi penting karena belum banyak orang tahu apa sih wisata yang keren di Sumenep selain pantai Lombang dan Slopeng? Apa sih yang menarik dilihat di Pamekasan dan Sampang? Apakah wisata Bangkalan hanya kuliner bebek?

Meniru Stonehenge Visitor Center boleh kan..? :)

Meniru Stonehenge Visitor Center boleh kan..? 🙂

Bis Wisatanya juga boleh ditiru.. :)

Konsep bis Wisatanya yang siap mengantar dari pusat informasi ke berbagai tujuan wisata di Bangkalan juga boleh ditiru.. 🙂

Sarana Transportasi Umum

Transportasi umum sangat dibutuhkan untuk bisa mengakses berbagai tujuan pariwisata di Madura. Tapi dari jembatan Suramadu belum ada sarana transportasi umum yang memadai untuk menuju ke Sumenep, Pamekasan, dan Sampang. Terminal Purabaya sebagai satu-satunya terminal yang menyediakan transportasi ke Madura lokasinya sangat jauh dari jembatan Suramadu. Untuk itu diperlukan terminal yang memadai tak jauh dari jembatan Suramadu, baik di sisi Surabaya maupun di sisi Madura. Terminal Bangkalan sebenarnya bisa dioptimalkan untuk menunjang percepatan pengembangan pariwisata di Madura. Tapi karena letak terminal kurang bersahabat dengan pengguna jembatan Suramadu, terminal di kota Bangkalan itu jadinya tidak menunjang. Kalau jembatan timbang yang semula di Kamal Bangkalan saja bisa dipindah ke Sampang, kenapa tidak dengan terminal Bangkalan digeser ke lokasi yang lebih strategis tak jauh dari Suramadu. Lebih keren lagi bila terminal ini terintegrasi dengan rest area dan pusat informasi yang saya sebutkan sebelumnya.

Alternatif Transportasi

Akses menuju 3 wilayah kabupaten lain di Madura dari Surabaya atau Bangkalan sampai sekarang hanya lewat darat. Tak sedikit yang mengeluh betapa jauh dan lamanya perjalanan menuju Sampang – Pamekasan – apalagi Sumenep. Untuk keluar dari wilayah kabupaten Bangkalan saja normal dibutuhkan waktu setidaknya 1,5 jam. Padahal berbagai tujuan wisata alam, budaya, religi, dan kuliner yang lengkap tersedia di ujung timur Pulau Madura.

Kalau jaman dulu bangettt…masih ada kereta api. Hehe..saya Cuma tahu dari bekas-bekas relnya di sepanjang jalan Sumenep-Bangkalan. Kalau ini memungkinkan dihidupkan kembali pasti keren sekali. Kalau pun tidak, masih ada alternatif transportasi lainnya yang bisa digarap, yaitu jalur laut. Yes, saya berharap ada layanan transportasi kapal cepat dari sekitar Suramadu (bisa dari Surabaya atau Bangkalan) sampai ke Sumenep. Moda transportasi ini akan menyingkat waktu perjalanan Surabaya/Bangkalan – Sumenep menjadi 1 jam saja paling lama.

Bila khusus untuk wisata, maka kapal cepat bisa diskenariokan untuk singgah di Sampang dan Pamekasan dulu sebelum sampai ke tujuan wisata di Sumenep. Jadi wisatawan berhenti dulu di Sampang untuk berkunjung ke tempat wisata di Sampang. Begitu pula saat singgah di Pamekasan. Barulah kemudian kapal akan sampai di Sumenep dan wisatawan akan mengeksplore macam-macam lokasi wisata.

Asik lah kalo ada kapal begini sebagai alternatif transportasi Surabaya-Sumenep :) (sumber : atlantisline.ru)

Asik lah kalo ada kapal begini sebagai alternatif transportasi Surabaya-Sumenep 🙂 (sumber : atlantisline.ru)

Nah..sekarang…pengen tahu apa saja sih yang bisa dijadikan tujuan wisata di Madura? Nih saya kasih contoh-contoh lokasinya ya…..

Bangkalan

Ini adalah kabupaten pertama setelah melewati Jembatan Suramadu. Ada beberapa tempat wisata di Bangkalan, diantaranya Mercusuar Bangkalan, dan berbagai tujuan wisata kuliner yang memang sangat unik dan berkarakter. Tradisi kerapan sapi juga menjadi tujuan wisata budaya di kabupaten ini dan 4 kabupaten lainnya di Madura.

Mercusuar di Bangkalan. Keren ya...

Mercusuar di Bangkalan. Keren ya…

Sampang

Ini adalah kabupaten kedua setelah Bangkalan. Air terjun yang unik terdapat di kabupaten ini disamping tujuan wisata religi.

Air Terjun Toroan Sampang (Sumber: pinterest.com)

Air Terjun Toroan Sampang (Sumber: pinterest.com)

Pamekasan

Pamekasan adalah kabupaten sesudah Sampang. Dulu…Pamekasan menjadi ‘pusat kotanya’ Madura. Jadi sampai sekarang beberapa kantor penting ada di kabupaten ini, seperti Kantor Imigrasi. Tempat wisata disini antara lain Api Tak Kunjung Padam, tempat wisata yang menyajikan fenomena alam api yang menyala dari permukaan tanah.

Api Tak Kunjung Padam - Pamekasan (sumber : pegipegi.com)

Api Tak Kunjung Padam – Pamekasan (sumber : pegipegi.com)

Yang kas banget i Pamekasan itu Soto Lorjuk :) (Sumber : wisata.kompasiana.com)

Yang kas banget di Pamekasan itu Soto Lorjuk 🙂 (Sumber : wisata.kompasiana.com)

Sumenep

Inilah kabupaten yang terletak di paling timur Madura. Sumenep wilayahnya paling luas diantara 3 kabupaten lainnya dan memiliki 126 pulau, sehingga sangat pantas bila potensi wisata baharinya sangat besar. Sementara wisata budaya dan religi di Sumenep juga berhasil menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara. Sebagai satu-satunya kabupaten di Madura yang mempunyai peninggalan sejarah keraton, tentu obyek wisata di Sumenep menjadi lebih lengkap. Event budaya yang rutin digelar di Sumenep juga sangat banyak (baca : Ketika Musim Pawai Tiba, Inilah Pestanya Rakyat Sumenep, Hari Minggu di Sumenep) dan selalu disambuat dengan sangat antusias oleh warga Sumenep.

Wisata Bahari di Sumenep. Bisa snorklingan..diving juga boleh..

Wisata Bahari di Sumenep. Bisa snorklingan..diving juga boleh..

 

Ini juga di Sumenep, Pulau Saur (sumber : radamadura.co.id)

Ini juga di Sumenep, Pulau Saur (sumber : radamadura.co.id)

Gugusan Kepulauan di Sumenep (dok. plat-m.com)

Gugusan Kepulauan di Sumenep (dok. plat-m.com)

Masjid Agung Sumenep, salah satu masjid tertua di Indonesia :)

Masjid Agung Sumenep, salah satu masjid tertua di Indonesia 🙂 dibangun pada tahun 1700 an.

Taman Sari Keraton Sumenep

Taman Sari Keraton Sumenep

Musik Tong-tong

Musik Tong-tong

Tari Topeng Sumenep

Tari Topeng Sumenep

 

Sumber gambar : afspot.net

Sumber gambar : afspot.net

Ketika seluruh sarana dan prasarana di pintu masuk sudah dibuat sedemikian rupa untuk menunjang maka tempat-tempat wisata yang ditawarkan otomatis juga harus berbenah. Berbagai fasilitas yang dibutuhkan wisatawan harus dipenuhi dengan baik. Ini penting agar wisatawan yang datang bisa menjadi duta wisata yang akan dengan senang hati dan sukarela mempromosikan kepada teman dan keluarganya untuk juga mengunjungi tempat wisata yang pernah dikunjungi di Madura. Dan berbenahnya tempat wisata wajib dilakukan seluruh kabupaten di Madura. Jangan jalan sendiri-sendiri lagi..

Siapa yang bisa mengoordinir ini semua ? Tahu kan ada lembaga yang khusus menangani pengembangan Suramadu? Yes, ada Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura yang sudah dibentuk sejak tahun 2008. ada 3 wilayah yang menjadi tugas pengembangan lembaga ini, yaitu Kawasan Kaki Jembatan Sisi Surabaya (600 ha), Kawasan Kaki Jembatan Sisi Madura (600 ha), dan Kawasan Khusus di Utara Pulau Madura (600 ha, rencana akan dibangun pelabuhan peti kemas dan sarana pendukungnya). Lembaga ini bukan cuma ngurusin Suramadu aja, tapi juga Madura secara keseluruhan dan mengintegrasikan dengan pembangunan di Jawa (khususnya Jawa Timur).

Kalau BPWS sudah ada tinggal jalan aja donk ya.. 😉 dari mulai dibentuk sampe tahun 2014 ini harusnya Suramadu udah keren donk ya.. 😉 Okelah..kita tunggu eksekusi dari sekian banyak rencana yang sudah dirangkum dan disusun dalam masterplan. GPL..Gak Pake Lama .. 😀 .

 

Advertisements

12 thoughts on “Suramadu Dulu, Kini, dan Nanti

    • Kau buat aku tersipu malu mak Nurul yang baik hati dan tidak sombong 🙂 … Makasih mak…gak menangpun udah legowo mak..xixixi peserta lainnya keren2.. Hehehe memenya bikin jeles fansnya mak…hahah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s