Travel Guide – Museum Keraton Sumenep

Madura memang bukan Bali atau Lombok yang panorama alamnya melimpah. Tapi bukan berarti Madura tidak layak jadi tujuan wisata. Wisata religi, sejarah, dan budaya, menjadi andalan Madura selain wisata alam dan tentu saja wisata kuliner. Salah satu tujuan wisata sejarah di Sumenep adalah Museum Keraton yang setiap hari dikunjungi ratusan sampai ribuan orang. Wisata ini biasanya menjadi 1 paket dengan kunjungan ke makam raja-raja di Asta Tinggi Sumenep, Masjid Agung, dan ziarah ke makam Syeh Maulana Yusuf.

Surabaya-Sumenep

Surabaya-Sumenep

Untuk ke Sumenep yang berada di ujung timur pulau Madura, otomatis akan melewati 3 kabupaten yaitu Bangkalan, Sampang dan Pamekasan. Waktu tempuh dari Jembatan Suramadu sampai Sumenep sekitar 3-4 jam baik dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Dengan catatan gak mampir-mampir ya … Kendaraan umum yang bisa dipakai kalau dari Juanda bisa taksi (hmmm kalau sampai Sumenep tarifnya bisa lebih dari 500 ribuan). Pilihan lainnya adalah naik DAMRI dari Juanda ke Terminal Purabaya. Di Purabaya tinggal pilih mau naik bis ekonomi atau PATAS. Kalau PATAS (tarif 53.000/orang)pasti lewat jembatan Suramadu. Nah kalau bis ekonomi (tarif lewat jembatan Suramadu hanya pada malam hari. Jadi kalau siang hari bis ekonomi memakai jasa kapal feri. Bis PATAS tersedia hanya pada jam-jam tertentu saja, misalnya jam 8 pagi,9, 11, 12, 16. Kalau bis ekonomi tersedia setiap saat. Alternatif lainnya adalah sewa mobil atau memakai jasa travel. Dari Surabaya-Sumenep tarif travel antara 60.000-70.000. Pilihan travel atau sewa mobil sangat tepat bagi yang akan memulai perjalanannya dari stasiun kereta api (Gubeng maupun Pasar Turi).

Apa bedanya lewat jembatan Suramadu dan tidak. Pastilah…dari segi waktu lebih cepat lewat jembatan Suramadu. Naik kapal feri dibutuhkan setidaknya 30-45 menit, tidak dihitung kalau sedang ada antrian ya. Saya sendiri sudah lama gak pakai kapal feri. Hihi udah kebayang lamanya… Tarif tol jembatan Suramadu untuk mobil 30.000 rupiah. Mahal?Nggak lah..dibanding feri dulu sih masih sekitar 70 ribuan untuk mobil pribadi + penumpang sekitar 2500/orang (terakhir tahun 2006-2007 saya pakai feri). Dihitung dengan kecepatan waktu lewat jembatan Suramadu tak sampai 10 menit…jelas tarif tol itu sangat..sangat murceee…murah cekaliii..

Lepas dari jembatan Suramadu, kita akan menemui kios-kios penjual souvenir dan makanan khas Madura. Pelancong yang hanya ingin merasakan lewat Suramadu biasanya mampir dan parkir di sekitar kios-kios tersebut. Harga-harga souvenir dan makanan khas disitu ya relatif normal dan bisa ditawar.

Sepanjang perjalanan Bangkalan – Sumenep ada beberapa tempat wisata yang bisa disambangi karena letaknya di pinggir jalan utama. Salah satunya Pantai Camplong di Sampang. Tempat wisata ini menyajikan pantai yang landai. Di Pamekasan bisa juga mampir ke Api Tak Kunjung Padam, fenomena alam yang menarik untuk dilihat.

Di Sumenep ada banyak pilihan hotel dan penginapan mulai yang tarifnya 50 ribu per malam sampai yang diatas 500 ribu per malam, cukup nyamanlah meski tanpa bintang. Salah satu hotel favorit di Sumenep adalah Hotel C1, tak jauh dari kantor bupati Sumenep. Kalau naik bis, turun di terminal dan lanjut naik becak karena memang tidak ada angkot atau taksi. Tarif antara 7000-10.000 dari terminal ke hotel C1 itu. Pilihan hotel lainnya ada Hotel Garuda, Hotel Utami, Hotel Wijaya I dan Wijaya II, Hotel Family Noer. Hotel-hotel tersebut letaknya masih dalam wilayah kota. Hotel yang agak keluar kota diantaranya Hotel Suramadu, Hotel Dreamland, Hotel Mitra, dan Hotel Safari.

Lokasi Museum Keraton Sumenep

Lokasi Museum Keraton Sumenep

Untuk ke museum enaknya sih kalau Minggu pagi. Kalau dari hotel-hotel yang saya sebutkan tadi bisa ditempuh dengan jalan kaki..atau naik becak 🙂 Ongkos naik becak mulai 7000 rupiah lah klo dari hotel terdekat. Komplek museum ini letaknya berdekatan dengan Taman Adipura atau warga Sumenep menyebutnya TB (Taman Bunga). Tiket masuk ke museum 2000 untuk orang dewasa dan 1000 untuk anak-anak. Pada hari kerja, ada petugas yang siap memandu kunjungan di Museum.

museum 8

Museum Keraton Sumenep

Museum Ker

Museum Keraton Sumenep

Kereta Kencana Keraton Sumenep

Kereta Kencana Keraton Sumenep

Setelah membeli tiket, pengunjung langsung bisa melihat deretan foto mantan bupati Sumenep. Dalam ruangan tersebut ada kereta kencana dan benda-benda bersejarah. Pengunjung kemudian akan digiring untuk keluar dari gedung utama dan berpindah ke gedung lain seitar 50 meter dari gedung utama. Gedung tersebut tersimpan beberapa alat perang, arca, dan perabot-perabot bersejarah.

Museum Keraton Sumenep

Museum Keraton Sumenep

Keluar dari gedung itu, pengunjung bisa langsung menuju pendopo yang lebih sering difungsikan sebagai tempat pertemuan atau acara-acara formal pemerintah. 2 kamar yang dipakai raja dan ratu Sumenep yang berada di ujung lorong pendopo hanya bisa diintip lewat jendela yang sedikit dibuka.

Pendopo Keraton Sumenep

Pendopo Keraton Sumenep

Pendopo Keraton Sumenep

Pendopo Keraton Sumenep, di ujung ada 2 kamar istimewa

Tak jauh dari pendopo pengunjung bisa melihat komplek Taman Sare (Taman Sari). Ini adalah tempat pemandian para putri keraton jaman dulu. Mata airnya tak pernah kering dan banyak ikan-ikan yang hidup di kolam itu. Ada 3 pintu masuk utama menuju kolam tersebut, yang masing-masing pintu diyakini mempunyai makna yang berbeda-beda. Pengunjung bisa berwudu dari masing-masing pintu masuk.

Taman Sari Keraton Sumenep

Taman Sari Keraton Sumenep

Taman Sari Keraton Sumenep

Taman Sari Keraton Sumenep

Taman Sari Keraton Sumenep

Taman Sari Keraton Sumenep

Taman Sari Keraton Sumenep

Taman Sari Keraton Sumenep

Taman Sari Keraton Sumenep

Taman Sari Keraton Sumenep

Taman Sari Keraton Sumenep

Taman Sari Keraton Sumenep

Ngadem di Taman Sari :)

Ngadem di Taman Sari 🙂

Setelah taman sari, selesai sudah perjalanan kunjungan ke museum keraton Sumenep. Sebelum keluar dari kompleks museum, pengunjung bisa melihat pintu gerbang dengan ornamen kecil berbentuk orang tersenyum. Itulah yang disebut “Labang Mesem” atau pintu tersenyum.

Labang Mesem

Labang Mesem

Kalau berkunjung ke museum pada hari Minggu pagi, kita bisa menikmati Pasar Minggu yang memang hanya digelar pada hari Minggu pagi. Pasar yang difasilitasi pemerintah kabupaten Sumenep ini menyediakan berbagai makanan tradisional, makanan kecil, minuman, kerajinan, dan pakaian. Masih punya waktu?Kita bisa jalan-jalan di Taman Bunga dan ke Masjid Jamik atau Masjid Agung Sumenep. Masjid yang dibanguna tahun 1778 ini desainnya gabungan antara unsur Madura, Eropa, Cina, dan Arab. Dari museum tak sampai 500 meter. Jadi sekali jalan 2-3 tempat bersejarah terlampaui 🙂

Masjid Agung Sumenep

Masjid Agung Sumenep (dok.pri)

Pasar Minggu Sumenep

Pasar Minggu Sumenep (dok.pri)

Advertisements

12 thoughts on “Travel Guide – Museum Keraton Sumenep

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s