Pacu Jalur…#CLBK = Cerita Lama, Baru ditulisKan#

Suatu ketika…saya melintas di depan tv yang sedang ditonton mama. Acara tv waktu itu tentang kegiatan-kegiatan unik di beberapa wilayah di Nusantara. Saya mendengar salah satunya adalah Maleo Jalur di Riau. Liputan tentang kegiatan itu membuat saya terduduk sebentar dan menyimak dengan lebih seksama. Yayaya…liputan tentang Maleo Jalur ini memang tidak asing bagi saya. Saya jadi senyum-senyum sendiri mengingatnya..Apakah yang membuat saya tersenyum?

Jadi begini ceritanya…

Sekitar bulan Agustus 2006, saya mendapat tugas ke Pekanbaru. Radio partner disana mengajukan liputan tentang tradisi tahunan di Kuantan Singingi (Kuansing) Riau. Sesampai di Pekanbaru saya menyelesaikan proses liputan 2 materi feature dulu sebelum liputan tentang Pacu Jalur. Seingat saya liputan waktu itu adalah tentang pendidikan dan kesehatan. Untuk Pendidikan, radio partner mengajukan tema pendidikan tentang prestasi sebuah SMA dan tema kesehatan tentang tingginya angka kejadian ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) di Pekanbaru. Liputan tentang ISPA itu memang sangat tepat dan khas Pekanbaru..mengingat Pekanbaru langganan kabut asap sebagai dampak kebakaran (atau pembakaran ya..?) hutan disana. Saat liputan berlangsung..kabut asap juga sedang melanda Pekanbaru..sampai ke kamar hotel tempat saya menginap pun..bau asap tercium begitu kuat.

Selesai melakukan semua proses wawancara 2 tema tadi, kru radio menyiapkan peliputan ke Kuansing. Mereka menyarankan sewa mobil saja untuk menuju kesana, karena jauh dan diperkirakan kami akan berada di Kuansing sampai menjelang sore. Saya sendiri tak banyak persiapan khusus karena alat rekam sudah dibawa reporter radio. Saya sempat ragu-ragu untuk membawa laptop ke lokasi. Akhirnya laptop saya tinggal saja di kamar hotel. Biasanya saya selalu membawa laptop itu kemanapun saya pergi karena memang ukurannya tak terlalu besar. Selesai makan pagi..reporter sudah siap di lobi hotel dan kamipun langsung meluncur ke lokasi. Waktu tempuh Pekanbaru-Kuansing sekitar 4 jam. Kami melintasi jalan yang relatif baik kondisinya..meski sempit. Jarang sekali menemui perkampungan..kebanyakan hanya hutan dan perkebunan. Memasuki daerah Kuansing, suasana bahwa ada acara tahunan sangat terasa. Ramai. Apalagi reporter mengajak untuk melihat upacara pembukaan acara yang digelar di sebuah lapangan tak jauh dari Sungai Kuantan yang dijadikan arena Pacu Jalur.

Setelah upacara pembukaan, kami berjalan menuju arena. Kami melewati kios-kios pedagang yang menggelar dagangannya khusus meramaikan acara Pacu Jalur. Rasanya warga Kuansing tumpah ruah di arena itu. Sampai di tepi sungai..sudah tampak puluhan perahu yang akan bertanding dengan berbagai hiasan di perahu masing-masing dan seragam pendayung yang beraneka warna. Sebelum menyaksikan para peserta bertanding, kami melihat para peserta menggelar tenda dari terpal di sekitar tepi sungai. Disitulah reporter radio berkesempatan mendapat beberapa informasi seputar keikutsertaan para pendayung dalam lomba yang digelar dalam rangka hari kemerdekaan RI ini. Dulunya sih untuk merayakan hari besar agama Islam..Informasi lebih lengkapnya bisa tengok disini ya…

Sumber:www.riaudailyphotos.com

Sumber:www.riaudailyphotos.com

Dari keterangan para peserta itu saya jadi tahu kalau perahu yang digunakan dalam lomba adalah kayu dari sebatang pohon. Ya..perahu itu tidak terdiri sambungan kayu, tapi berasal dari 1 pohon utuh yang dibentuk menjadi perahu. Panjangnya sekitar 30-50 meter, dan lebar perahu sekitar 50 cm. 1 perahu digerakkan oleh sekitar 40-50 orang pendayung yang duduk di sisi kanan dan kiri perahu. 1 orang berdiri di depan dan 1 orang lagi di belakang perahu. Reporter radio kemudian mengajak saya untuk melihat dari sisi seberang. Akhirnya kami mencari jalan dan melewati jembatan untuk menyebrangi Sungai Kuantan yang lebarnya sekitar 20 meter. Memang di sisi seberang ini tidak tidak terlalu padat..meskipun ya tetap saja ramai. Kebanyakan dari mereka adalah pedagang makanan. Saya hanya sempat membeli minuman sebentar karena reporter sudah mengajak untuk melihat lebih dekat ke tepi sungai. Yang saya ingat waktu itu..saya bisa berjalan di tepian sungai yang mengering dan agak surut.

Ketika perlombaan sedang istirahat..reporter mengusulkan menyewa perahu kecil untuk bisa ke tengah. Saya iyakan saja dan saya biarkan reporter tersebut memilih perahu yang akan disewa. Setelah siap, saya dan reporter itupun naik ke atas perahu kecil yang dikemudikan seorang lelaki tua pemilik perahu. Perahu diarahkan agak ke tengah, karena memang perlombaan sedang berhenti untuk beristirahat. Jadi kami tak mengganggu lalu lintas lomba. Reporter merekam berbagai ambiance yang dia butuhkan untuk mendukung liputannya. Setelah selesai, saya meminta berfoto. Inilah foto yang sempat diambil dengan kamera handphone Nokia (seri berapa lupa.. 🙂 )

Keep Smile.. :)

Keep Smile.. 🙂

Selesia berfoto, entah kenapa pemilik perahu mengajak kami untuk ke tengah lagi, padahal tadi kami sudah agak menepi dan saya pikir langsung parkir. Saat ke tengah itulah..saya melihat dari kejauhan ada peserta lomba yang tampaknya akan latihan memacu jalurnya. Waduh…saya hanya sempat memberi tahu pemilik perahu kalau ada perahu akan lewat.. Tampaknya pemilik perahu dan reporter tak melihat ke arah yang sama dengan yang saya lihat…Keramaian di sekitar lokasi juga membuat peringatan saya tak terlalu terdengar jelas. Hasilnya…pemilik perahu terlambat menghindar..sementara Jalur yang didayung lebih dari 30 orang dengan full power sangat tidak mungkin berbelok arah menghindari perahu yang saya tumpangi…

Bruaaaakkkkk!!!!!!!

Dan perahu kami pun tertabrak jalur yang terus saja melaju dengan kecepatan penuh..Sementara perahu kecil yang saya tumpangi terbalik dan semua penumpang tercebur ke sungai..Byurrrr…. Sukses kami basah kuyup. Kedalaman sungai di tempat perahu terbalik tampaknya lebih dari 1 meter..karena kaki saya tidak merasakan dasar sungai. Yang membuat saya agak panik adalah…saya tidak bisa berenang. Beruntung ada orang yang menarik saya ke tepi. Setelah saya yakin semua baik-baik saja, terutama reporter dan pemilik perahu yang sudah tua itu, saya meminta reproter untuk langsung kembali ke Pekanbaru. Ya..dalam keadaan basah kuyup kami berjalan ke tempat kami memarkir mobil..lumayan jauh ternyata.. Sesampai di mobil kami hanya berusaha mengeringkan peralatan elektronik yang kami bawa seperti handphone dan alat rekam ‘Marantz’. Alhamdulillah..alat rekam aman..tapi handphone saya mati total dan tampaknya harus diservis. Wah beruntung sekali saya tinggalkan laptop di kamar hotel tadi. Dan ternyata air juga merusak fungsi remote alarm di kunci kontak mobil. Jadilah kami pulang dengan mobil yang alarmnya berbunyi terus menerus.

Kami hanya sempat mampir di sebuah wartel setelah 1 jam perjalanan dari Kuansing untuk menelpon keluarga dan teman kantor untuk memberitahukan kecelakaan yang baru saja terjadi. Di warnet tersebut kami dibantu untuk memutus kabel-kabel alarm sehingga tak berbunyi lagi. Dan sampailah kami di Pekanbaru dengan selamat.

Kalau mengingat kejadian itu saya jadi senyum-senyum..terbayang ribuan mata melihat perahu kecil yang saya tumpangi terbalik karena ditabrak jalur yang sedang berlatih. Sakitnya tak seberapa..tapi malu nya itu lohh…:D Anyway…saya bersyukur pernah melihat langsung tradisi tahunan itu. Sekarang untuk membayangkan mengulangnya aja udah jauh bangeeettt.. 🙂

Advertisements

8 thoughts on “Pacu Jalur…#CLBK = Cerita Lama, Baru ditulisKan#

  1. wah..kalo saya paling langsung pusing duluan udah mak, ga kebayang jatuhdari perahu yg dinaiki, wong saya ga bisa renang.hihi.. btw, asik yah mak, bisa kemana-mana ^^b

  2. i love my homeland kuansing,i love my pacu jalur ( race band ) tradition.i like gets on odong-odong with my wife lisnawati until to race band arena.

  3. Pingback: Mutia Nurul Rahmah, Blogger Ngehits dari Pekanbaru | dianesuryaman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s