Ramuan Madura..Dari Madura Untuk Indonesia

Suara musik yang menghentak keras perlahan reda.  Barisan ibu-ibu yang berpeluh dan ngos-ngosan pun bubar…mereka duduk seenaknya di pinggir-pinggir ruangan yang dikelilingi kaca. Ada yang langsung meraih handphone-nya, ada yang mengeringkan keringat, ada yang melepas sepatunya dan langsung berganti pakaian.

“Jamunya..jamunya…”suara seorang perempuan menyeruak diantara keriuhan ibu-ibu yang baru selesai senam aerobic.

Berbotol-botol jamu siap minum yang masih hangat pun langsung dicomot ibu-ibu peserta senam. Tak sampai 5 menit semua botol sudah berpindah ke tangan ibu-ibu itu.

“Yang gak kebagian..jangan khawatir..masih ada…”perempuan itupun menghilang sebentar dan kembali membawa beberapa botol berisi jamu. Fresh..Anget..

“Jamu apa sih ini..?”tanya seorang ibu yang tampaknya baru pertama kali ikut senam di tempat itu.

“Jamu untuk perempuan donk…biar sehat..biar badannya wangi..biar rapet…”jawaban penjual jamu yang tidak lain adalah tuan rumah sanggar senam itu spontan disambut tawa ibu-ibu lainnya. “Ayo..dicoba jamunya..”

Jamunya..Jamunya..

Jamunya..Jamunya..

**

Nah..nah..itu tadi salah satu gambaran tradisi minum jamu di Sumenep-Madura. Sudah tak asing lagi kan..dengan Ramuan Madura?? Tradisi minum jamu di kalangan perempuan Madura memang masih bertahan sampai sekarang. Apalagi untuk perempuan yang sudah menikah dan punya anak, minum jamu wajib hukumnya. Bukan hanya untuk membahagiakan pasangannya, tapi yang terpenting adalah untuk menjaga kesehatan perempuan itu sendiri.

Tradisi minum jamu di Sumenep ini, bukan lagi dengan mencegat tukang jamu keliling, atau mampir ke warung jamu dan minum jamu seduhan. Jamu segar bisa dinikmati di sanggar-sanggar senam. Dan jamu pun menjadi sarana pelepas dahaga yang berkhasiat. Kalau kebetulan tak bisa senam, jamu segar masih bisa diantar ke rumah konsumen. Biasanya mereka memesan untuk keperluan 2-3 hari ke depan.

Saya berkesempatan untuk melihat proses pembuatan jamu segar yang dibandrol 6.000 rupiah per botolnya (500 ml). Pembuat jamu bernama Diana ini menyiapkan bahan-bahannya yang cukup banyak jenisnya. Ada daun sirih, sereh, cabe jamu, secang, gula aren, pinang muda, kunyit, kunci pet, manjakani, asam, kapulaga jamu, dll.

Bahan Jamu

Bahan Jamu

Masing-masing bahan menyumbang khasiat yang berbeda-beda. Berikut ini beberapa bahan yang perlu kita tahu khasiatnya :

Manjakani : Oak Galls, Mecca majakani. Orang Madura menyebutnya Majekani. Mudah didapatkan di pasar tradisional dalam keadaan kering ataupun sudah dalam bentuk serbuk. Buah Manjakani mengandung tannin, anti oksidan, vitamin A dan C, zat besi, dan karbohidrat. Khasiat utama buah manjakani mengatasi keputihan, mengatasi kelebihan cairan dan mengencangkan otot pada organ kewanitaan. Manjakani juga berkhasiat membasmi kista.

Manjakani

Manjakani

Delima Putih : Punica granatum L., orang Madura menyebutnya Delima Pote. Data base di Biofarmaka IPB menyebutkan, buah ini mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid, sapoini, tanin, dan triterpenoid. Masyarakat Madura menggunakan bahan ini dalam campuran jamu atau ramuannya (terutama untuk perempuan) karena bermanfaat mengatasi keputihan. Di pasar tradisional, bahan ini dijual dalam keadaan kering ataupun serbuk. Manfaat lain dari Delima Putih adalah obat cacingan, anti bakteri, anti hipertensi, anti diabetes, anti kanker prostat, obat batuk, dll.

Delima Putih

Delima Putih

Cabe Jamu : Piper retrofractum, Cabe Jamu atau Cabe Jawa, salah satu bahan yang menjadi produk andalan Sumenep-Madura. Cabe Jamu yang dimanfaatkan bagian buahnya ini mengandung senyawa alkaloid dan minyak atsiri yang memberikan manfaat meningkatkan stamina. Cabe Jamu yang banyak berperan sebagai paracetamol dapat mengatasi beberapa penyakit seperti liver,diare, encok, dan mengatasi gangguan pencernaan.

Cabe Jamu

Cabe Jamu

Pinang Muda : Betel Palm, Betel Nut Tree, Areca catechu, orang Madura menyebutnya Penang. Buah yang pohonnya biasa digunakan untuk pesta rakyat setiap bulan Agustus ini mengandung senyawa arecolin, tanin, guvacoline, arecolidine, dan unsur bermanfaat lainnya. Pinang muda dimanfaatkan bijinya dan berkhasiat untuk meningkatkan stamina, mengatasi keputihan dan bau yang tidak sedap pada organ kewanitaan.

Kunci Pepet : temu rapet, Round rooted Galangal, Kaemferia rotunda, orang Madura menyebutnya Konce Pet. Umbi tanaman ini mengandung saponin, borneol,sineol, metil khavikol, dan minyak atsiri. Pada ramuan atau jamu-jamu Madura, Kunci Pepet ini memberikan khasiat mengencangkan otot organ kewanitaan, mengatasi keputihan, menghilangkan bau tak sedap. Manfaat lain dari bahan ini adalah anti radang, peluruh kentut, dan menyembuhkan luka-luka dan memar.

Kunci Pepet

Kunci Pepet

Bahan-bahan lain dalam ramuan ini sudah dikenal luas manfaatnya, seperti daun sirih dan kunyit sebagai antibiotik alami. Bahan lain digunakan sebagai penambah warna, aroma, dan rasa, seperti asam, gula aren, garam, kayu manis, secang, cengkeh, dan batang sereh.

Beberapa bahan yang dihaluskan diantaranya kunyit, jahe, kunci pet, daun sirih, buah pinang muda, manjakani, dan delima putih. Sementara cabe jamu, kayu manis, cengkeh, asam, dan secang dibiarkan utuh, kecuali sereh yang dimemarkan. Semua bahan direbus kemudian disaring dan didinginkan. Jamu pun siap dikonsumsi.

Rasanya seperti apa? Ada sedikit manis, ada pahit, ada pedas, dengan aroma yang khas jamu. Setelah meminum jamu ini secara rutin.. badan terasa segar. Manfaat lainnya? Rasakan sendiri dengan mencoba ramuannya 😉

**

Cara meminum jamu segar seperti ini adalah bagian dari tradisi di Madura, terutama Sumenep. Jamu ataupun ramuan Madura sudah menjadi kebutuhan wajib bagi masyarakat disini, terutama kaum perempuan. Sejak masa menstruasi pertama sudah dikenalkan jamu-jamu yang bermanfaat untuk kesehatan perempuan (kalau sinom, beras kencur..sudah menjadi minuman sehari-hari anak-anak). Berbagai macam ramuan untuk perawatan perempuan tersedia dalam kemasan yang sangat sederhana dan dalam satu paket, diantaranya :

  • Perawatan rambut
  • Perawatan tangan
  • perawatan kulit
  • Perawatan pasca melahirkan
  • Perawatan pra-nikah

Tak heran apabila disini saya tidak banyak menemukan gerai-gerai perawatan khusus wanita seperti Salon dan Spa yang memberikan paket perawatan pra nikah. Karena umumnya mereka melakukan perawatan sendiri di rumah, termasuk ratus dan lulur.

Harga dari masing-masing paket perawatan juga tidak kalah mahal dengan produk-produk nasional yang sudah terkenal, seperti Mustika Ratu atau Sari Ayu. Misalnya untuk paket perawatan pasca melahirkan yang berisi jamu untuk rahim, kelancaran ASI, dan kesehatan tubuh untuk pemakaian selama 40 hari, dengan kemasan biasa tanpa ada merk sudah dibandrol sekitar 300-400 ribu rupiah. Begitu juga dengan perawatan pra-nikah yang dilengkapi dengan lulur, dupa rambut, ratus, dan jamu untuk kesehatan tubuh, yang biasanya wajib dikonsumsi 2-3 bulan sebelum tanggal pernikahan.

Untuk keasliannya, tak perlu diragukan lagi. Karena para pembuat jamu benar-benar memperhatikan kualitas bahan dan kebersihan selama proses pembuatan. Meskipun ada beberapa pelaku industri yang diketahui mencampur ramuannya dengan obat tertentu dengan tujuan memberikan efek instan kepada pemakainya. Bukankah kita semua tahu, pada umumnya obat-obatan tradisional tidak akan memberikan efek yang instan. Untuk kemasan saja saya melihat ada perkembangan sejak beberapa tahun terakhir. Jamu-jamu dikemas dalam bentuk kapsul-kapsul sehingga lebih mudah dikonsumsi. Meskipun begitu konsumen masih bisa memilih bila ternyata lebih menyukai jamu seduh. Karena pembuat jamu tetap menyediakan jamu serbuk yang bisa diseduh dan dicampur dengan bahan lain seperti madu.

Dari gambaran kehidupan masyarakat Madura, terutama Sumenep yang sangat akrab dengan jamu, saya bisa menyimpulkan kalau jamu atau ramuan Madura sudah menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Hal ini penting sebelum memasyarakatkan penggunaan jamu di luar Madura. Perbaikan demi perbaikan perlu dilakukan agar jamu-jamu dari Madura ini lebih diminati lagi oleh masyarakat luas. Baik dalam hal kualitas jamu maupun kemasannya. Karena sesungguhnya ramuan Madura sudah sangat populer di Indonesia.

Sudahkah Anda minum jamu hari ini? Saya sudah.. 😉

Biofarmaka IPB

Biofarmaka IPB

Daftar Pustaka

http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-upt/brc-ukbb/bccs-collection
http://biofarmaka.ipb.ac.id/publication/journal,
http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-news/brc-info/501-info-jamu-as-world-cultural-heritage-2013

http://id.wikipedia.org/wiki/Majakani

http://ditjenbun.deptan.go.id/tanregar/berita-202-cabe-jamu-sebagai-obat-tradisional-.html

Advertisements

14 thoughts on “Ramuan Madura..Dari Madura Untuk Indonesia

  1. salam kenal yaa mba,aq hayati dr sibolga,medan.
    skrg saya punya salon,pengen dech bikin mnuman jamu utk saya sndiri n di jual,tp bahan2’a disini ada beberp yg ga ada,sprti cabe jamu,temu rapet,delima putih,secang.
    apa saya bs mnta sdikit ilmu’a mba’ dian,dan bhan2 yg saya sbutkan td bs saya dptkan dr mba’?
    trima kasih ya mba’…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s