Kenalan Sama Si Bleo Yuk..

Jl. Kamboja 12 Sumenep Madura

My Home

Selamat datang di rumah saya…eh rumah ortu saya 🙂 di Jalan Kamboja 12 Sumenep Madura.

Rumah saya ini ada diantara pohon-pohon besar yang umurnya relatif tua, rata-rata diatas 5 tahun. Karena banyak tanaman inilah lingkungan rumah ini disebut Taman Hutan Kota 😀 Selain pohon-pohon tua dan besar, banyak juga tanaman semak dan merambat yang dibiarkan tumbuh. Beberapa tanaman besar yang bisa ditemui di sekitar sini antara lain :

MANGGA, ada berbagai jenis mangga yang tumbuh dengan baik, seperti mangga manalagi, gadung, golek, madu, arum manis, dan mangga lainnya yang berbentuk kecil tapi masih layak untuk dimakan. Beberapa pohon mangga usianya sudah lebih dari 30 tahun tapi masih rajin berbuah. Buah mangga hasil panen tidak pernah dijual…cukup untuk dinikmati bersama tetangga dan keluarga yang di sekitar Sumenep maupun yang tinggal di luar Madura. Ya..buah-buah mangga ini setiap tahun dikirim ke saudara-saudara yang tinggal di Bekasi, Jogja, Jakarta, Denpasar, dan Lombok. Katanya … dan saya sendiri mengakui..rasa buah mangga dari lahan disini memang lebih enak.. 😉

NANGKA, ada 3 jenis utama nangka yang tumbuh dan bisa dinikmati buahnya. Nangka Bunyo (nangka yang bila masak dagingnya lembek, daging tipis, rasa manis, biji besar), Nangka Salak (nangka yang bila masak buahnya tetap padat, manis, dan berdaging tebal, biji sedang), Nangka Durian (nangka yang bila masak buahnya lembek, rasa manis, daging tebal, biji kecil). Dari ketiga jenis nangka ini, nangka durianlah yang paling lebat buahnya. Mulai dari pangkal pohon sampai ujung pohon penuh dengan buah yang bergerombol.

KELAPA (Cocos nucifera), belasan pohon kelapa sempat tumbuh dan memberikan hasil yang melimpah. Namun 2-3 tahun belakangan, tanaman-tanaman kelapa ini diserang hama kwangwung atau sejenis kumbang yang suka makan pucuk pohon kelapa sampai akhirnya pohon kelapa di sekeliling lahan rumah ini mati dan tak satupun pohon tersisa.

GAYAM (Inocarphus fagiferus), ada sekitar 3-4 pohon gayam muda yang tumbuh menyebar. Tanaman ini bisa berbuah setelah berusia 5 tahun. Buahnya berbentuk bulat pipih, berwarna hijau dan setelah tua menjadi kuning. Buah gayam yang disebut juga Tahitian Chestnut atau Polynesian Chestnut ini harus dikupas bagian daging dan batoknya, barulah isi buahnya bisa diolah (direbus atau digoreng menjadi keripik).

NYAMPLUNG (Callophyllum inaphyllum L.), tanaman ini belum dimanfaatkan secara khusus selain sebagai tanaman pelindung saja. Padahal tanaman ini bermanfaat sebagai bahan baku biodiesel.Tanaman yang tumbuh berusia lebih dari 10 tahun dan tingginya 10 meter lebih ini sangat mudah tumbuh. Dari bijinya yang rontok atau dibawa jatuh setelah dimakan kelelawar bisa tumbuh. Suatu ketika tanaman Nyamplung yang berusia lebih dari 10 tahun dan berperan sebagai pelindung dari angin kencang ditawar hampir 2 juta untuk setiap pohon. Siapakah yang menawar?Pengusaha pembuat perahu. Menurutnya kayu nyamplung sangat baik untuk bahan baku perahu. Sayangnya ayah saya tidak bersedia melepaskan pohon nyamplung yang berbuah sepanjang tahun ini.

gayam-crop

Tanaman buah dan hias lainnya masih banyak tumbuh bertebaran dan gak mungkin saya sebutkan satu per satu..Banyaaaakkk.. 🙂 masih ada pohon duku, kelengkeng, ceremai, pepaya, pisang, jambu, kedondong, puluhan adenium aneka warna, berbagai jenis sansiviera, anggrek, aneka jenis palem, sirih, kelor, aneka jenis bambu, puluhan pandan wangi, turi, kenanga, kantil, delima, mengkudu, kenitu, sampai mawar dan melatipun ada. Saat sedang musim berbunga atau berbuah..wahhh menyenangkan sekali memiliki tanaman-tanaman itu. Tapi kalau sedang musim ulat..hehehe…

Suatu hari…pagi-pagi sekali di halaman belakang rumah, saya terpesona pada tanaman yang sedang berbunga. Bunganya berwarna orens, tampak kontras dengan warna daunnya yang hijau tua mengkilat. Seperti mawar, tapi saya pastikan itu bukan mawar. Buru-buru saya ambil handphone untuk memotretnya dari berbagai sisi.

Dari sekian banyak tanaman yang ada di sekitar rumah saya, rasanya inilah tanaman yang belum saya tahu namanya sementara bunganya sangat mempesona. Saya pun bertanya pada ayah, tanaman apakah itu gerangan..Ayah saya juga tak tahu pasti namanya apa,”Mawar gurun apa mawar Afrika gitu namanya..”. Ternyata ayah saya mendapat tanaman itu dari temannya dan memang masih belum dirawat khusus seperti tanaman lainnya yang dipindah di pot yang lebih baik. Tanaman dalam pot botol bekas air mineral itu beberapa bulan terakhir memang kulihat tidak terawat dan potnya dibiarkan terguling. Meski tidak terawat, hanya kebagian disiram saja setiap hari, tanaman satu ini tampak tetap subur dan sehat-sehat saja sampai berbunga. Saya yakin tanaman ini bukan gulma, karena setiap tanaman yang ada di rumah orang tua saya ini adalah tanaman spesial 😉

Karena pesonanya, saya jadikan foto-foto tanaman ini sebagai display picture di BlackBerry Masenger. Tiba-tiba ada kerabat yang meresponnya dengan menyebutkan tanaman itu sebagai obat kanker.. Waw.. kemudian dia membandingkan dengan tanaman yang juga ditanaman sodaranya dan berhasil menyelamatkan sodaranya itu dari penyebaran kanker. Dia juga menceritakan tanaman yang mudah diperbanyak secara vegetatif itu, cukup dengan menanam batangnya begitu saja bisa tumbuh, diperoleh dari Singapura karena mencari kesana kemari di Surabaya dan daerah lainnya tak ada hasil.

Sayangnya lagi-lagi…kerabat saya tak tahu pasti namanya apa…Nah loh…

Saya yang masih penasaran akhirnya mencari di mesin pencari Google Images. Berbagai keyword saya gunakan untuk menemukan jawaban yang sesuai. Mulai dari Mawar Gurun, Mawar Afrika, Orange Flower, Orange Rose, Orange Flower.. orange flower desert plants, orange rose desert plants, orange rose cactus. Akhirnya saya menemukan kemiripian gambar, dan tanaman itu bernama Pereskia bleo.

Pereskia

Pereskia bleo :

Kingdom : Plantae

Phylum : Tracheophyta

Class : magnoliopsida

Order : Caryophyllales

Family : Cactaceae

Tanaman ini ditemukan pertama kali di Panama, Colombia. Kemudian menyebar dan disebutkan tumbuh banyak di Asia, seperti di Korea, Singapura, dan Indonesia. Tanaman ini bisa tumbuh menjulang ke atas sampai 2 meter, tapi bisa juga hanya tumbuh seperti semak-semak dengan ketinggian sekitar 50 cm saja. Duri yang muncul di bagian ketiak daun mencirikan tanaman ini termasuk dalam famili kaktus. Daunnya berwarna hijau tua, tebal, kaku, dan permukaannya mengkilat. Tanaman ini bisa tumbuh dari mulai dataran rendah sampai dataran tinggi (1300 mdpl). Batang tanaman ini berwarna coklat terang atau kehijauan dengan diameter sekitar 1 cm.

Dalam IUCN (International Union for the Conservation of Nature and Natural Resource) Red List (versi 3.1 ), Pereskia bleo termasuk Least Concern. Kategori ini diberikan pada spesies yang telah dievaluasi tapi tidak masuk ke dalam kategori manapun. Kategori lain yang dibuat oleh IUCN diantaranya Extinct (punah), Extinct in the Wild (punah di alam liar), Critically Endangered (kritis), Endangered (terancam), Vulnerable (rentan), Near Threatened (hampir terancam), Least Concern (berisiko rendah), Data Deficient (informasi kurang), dan Not Evaluated (belum dievaluasi).

Nama lain tanaman ini Rose Cactus, Wax Rose, Cactus Bleo, dan di Malaysia dikenal sebagai Pokok Jarum Tujuh Bilah atau Pokok Jarum Tujuh Bintang. Tanaman yang mirip dengan Bleo ini adalah Pereskia grandifolia, Pereskia aculeata. Nah..di Malaysia dan Singapura tanaman ini dikenal sebagai obat kanker, terutama kanker ovarium dan payudara. Hasil penelitian yang dilakukan di Malaysia  bisa dilihat dalam dokumen yang dimuat dalam Journal of Ethnopharmachology (2005) dan Jurnal Molecules (2009).

Bagian apanya yang dipakai? Salah seorang survivor kanker ovarium di Surabaya menceritakan, dirinya menggunakan bagian daun sebagai obat pencegah penyebaran kanker. Dalam sehari ia mengkonsumsi 7 helai daun Bleo sebagai lalapan mentah. Rasanya seperti apa? Getir dan berlendir, khas tanaman kaktus.

Wah..sejak mengetahui manfaat tanaman ini, langsung saya memindahkannya ke tempat yang lebih layak..hehehe. Karena si Bleo ini berduri maka tanaman ini bisa ditanam sebagai tanaman pagar. Oya, bunga Bleo yang berwarna orange hanya mekar pada pagi sampai sore hari..setelah itu bunga akan kuncup dan dalam beberapa hari mahkota bunganya rontok dan tinggal buahnya saja yang ternyata juga mudah sekali rontok.

**

Serasa berjalan di hutan...

Serasa berjalan di hutan…

Nah…karena banyak tanaman yang tumbuh di sekitar rumah saya ini…ketika musim kemarau masih terasa teduh ditambah angin semilir dari sela-sela dedaunan.. Sepanjang hari apalagi pagi..burung-burung ramai berkicau..Air bersih nan jernih dari dalam tanah mengalir sepanjang tahun. Nikmat apalagi yang kau bantah…?? *Ayo..Tanam Pohon…*

garin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s