Bebas Visa ke Myanmar..Tinggal Tunggu Waktu Saja

#10dayforASEAN day 4

Ini di tantangan hari ke-4 :

Hampir semua negara di ASEAN, telah membebaskan pengurusan visa bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke negaranya, namun tidak dengan Myanmar. Kenapa ya, berwisata ke Myanmar tidak cukup dengan mengandalkan paspor saja? Perlu atau tidak visa bagi perjalanan wisata?

Wah..menjawab tantangan hari ke-4 #10daysforASEAN ini membuat saya jadi pengen mengunjungi satu per satu negara-negara ASEAN. Secara negara-negara ASEAN sudah membebaskan visa untuk negara-negara anggota. Eittsss..kecuali Myanmar ya? Yup, Myanmar satu-satunya yang masih mensyaratkan visa untuk bisa masuk ke negaranya. Apa sih yang membuat Myanmar sampai sekarang masih belum seterbuka negara ASEAN lainnya? Padahal banyak potensi (pariwisata) di Myanmar.

Dugaan saya adalah karena Myanmar  sedang berada dalam masa transisi dari pemerintahan militer ke pemerintahan demokratis, ditambah dengan kesibukan Myanmar menghadapi konflik di negaranya sendiri. Konflik terbaru yang menjadikan kaum Rohingnya sebagai korban memunculkan dugaan adanya upaya genosida. Selain itu konflik yang melibatkan kaum Kachin, juga konflik suku Karen. Konflik..konflik..dan konflik..

Keterbukaan Myanmar terhadap dunia luar baru dilakukan 2-3 tahun terakhir setelah mengisolasi diri selama sekitar 60 tahun. Jadi harap maklum apabila sampai sekarang Myanmar belum memberikan kebijakan bebas visa untuk pengunjung termasuk pengunjung dari negara serumpunnya ASEAN. Bebas visa baru diterapkan untuk keperluan diplomatik dan kedinasan saja. Myanmar hanya butuh sedikit waktu untuk bisa berbaik hati kepada para tetangganya agar bisa masuk tanpa visa. Yakin hanya butuh sedikit waktu? Iyalah..secara Myanmar disetujui  oleh pemimpin ASEAN untuk menjadi Ketua (chairmanship) ASEAN 2014 dan menjadi tuan rumah KTT ASEAN 2014. Padahal semestinya tahun 2014 yang menjadi Ketua giliran Laos dan 2016 barulah Myanmar. Tapi Laos dan negara ASEAN lainnya memberikan kesempatan kepada Myanmar. Hal-hal seperti inilah yang diharapkan juga akan mendorong kesiapan negara-negara ASEAN menyambut ASEAN Community 2015. Wah…dukungan negara-negara ASEAN tidak tanggung-tanggung ya.. untuk membuat Myanmar lebih cepat terbuka. Kalau sudah demikian rasanya tak lama lagi status ‘bebas visa’ minimal untuk negara-negara ASEAN untuk masuk ke Myanmar sudah bisa berlaku.

Jadi sementara ini, sebelum bebas visa diberlakukan untuk kunjungan wisata atau bisnis, ya ikuti saja aturan main untuk bisa menikmati indahnya Myanmar. Karena kebijakan diperlukan visa atau tidak untuk wisata (atau untuk keperluan lain) tergantung kebijakan masing-masing negara. Ketentuan pengurusan visa pun berbeda antara satu negara dengan negara lain. Maka bila ingin ke Myanmar, siapkan saja kelengkapan persyaratan pengajuan visa untuk ke Myanmar yang membutuhkan proses sekitar 3 hari dengan biaya 200 ribu rupiah. Kalau itu wajib ya harus dilakoni. Visa on Arrival Myanmar juga bisa diurus saat tiba di 2 bandara internasional Myanmar, Mandalay dan Yangon.

Baiklah..sambil menunggu Myanmar bebas visa untuk negara-negara ASEAN..rasanya saya harus siapkan kelengkapan untuk membuat paspor dulu nih..;) *ketahuan belum punya paspor*

Advertisements

2 thoughts on “Bebas Visa ke Myanmar..Tinggal Tunggu Waktu Saja

  1. seenggaknya dg visa akan lebih berhati2 kali pamerintah sana. emang keamanan faktor utama untuk menikngkatkan pengunjung wisata di banyak negara. negara2 asean termasuk. kalo ribut2 terus, gimana wisatawan mau menikmati keindahan alam di sana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s