[Prompt #15] Maaf

“Ning…ada tamu..”

“Iya mak…tunggu sebentar..” Ning buru-buru menutup buku yang sedang dibacanya.

Ning berjalan santai ke ruang tamu, masih kosong..lalu berjalan ke teras.

“Cari saya..?”

Ning terkejut begitu melihat sosok yang duduk di teras rumahnya menoleh ke arahnya. Luth… Apa yang membawanya kesini… 20 tahun lebih Ning tak bertemu Luth, tak berkomunikasi sama sekali, dan sekarang dia ada di teras rumahnya.

“Iya..Ning..” Luth hanya tersenyum. Ada kekakuan yang tak bisa disembunyikan. Semakin kaku oleh dinginnya udara pegunungan yang berkabut.

“Aku…” Luth dan Ning bersuara bersamaan.

“Eh..silahkan kamu dulu aja” Ning tertunduk malu.

“Aku mau minta maaf…” Luth akhirnya berani mengutarakan maksud kedatangannya ke rumah Ning.

Ning hanya diam. Tak pernah terpikirkan Luth datang untuk mengucap maaf.

“Aku pasien baru dokter Arin, dokter yang merawatmu di klinik ODHA..Tak sengaja aku melihat namamu di daftar pasiennya. 6 bulan aku rutin bertemu dokter Arin, tapi dokter Arin bilang kamu tak pernah ke Klinik lagi..Katanya kamu enggan memakai ARV lagi. Dokter Arin memang sempat beberapa bulan tak mendapat kiriman ARVdari pusat..tapi sudah 6 bulan ini ada lagi..Tidakkah kamu ingin meneruskan pengobatanmu?”

Ning kaget mendengar uraian Luth. Ia hanya menjawab dengan menggelengkan kepala. 6 bulan lalu dia putuskan untuk berhenti memakai ARV, karena suplai obat yang tidak kontinyu membuatnya harus merasakan sakit yang luar biasa setiap akan memulai memakai ARV lagi.

“Maafkan aku Ning… karena aku kamu begini..aku yang mengenalkan narkoba kepadamu..aku yang pertama kali mengajakmu memakai jarum suntik sepulang sekolah waktu itu Ning…Aku..”

“Cukup..Luth” Ning tak mau kisah lamanya bersama Luth menyeruak tanpa bisa dibendung. Luth adalah masa lalunya..dan ia ingin semua kenangan bersamanya terkubur oleh waktu. Sekalipun ia sadar jarum suntik yang dipakainya bersama-sama Luth dulu sudah membawanya pada status pengidap HIV.

“Aku sudah memaafkanmu..jadi..apalagi?”

“Ijinkan aku menebus kesalahanku..Ning. Ijinkan aku menjadi pendampingmu dan menjadi ayah bagi Alena..”

Ning menggeleng lagi,” Maafkan aku Luth..aku nggak bisa.” Sepeninggal Farhan, ayah Alena yang juga pengidap HIV 2 tahun lalu, Ning bertekad tidak menikah lagi. Terlebih Alena sampai sekarang belum terindikasi terinveksi virus mematikan itu. Kebahagiaan yang mutlak bagi Ning.

“Ning..aku akan bertanggung jawab atas apa yang pernah aku lakukan dulu..”

“Tidak. Kamu tidak perlu mempertanggung jawabkan apa-apa..Luth,” Ning tetap tersenyum dan tegas menolak tawaran Luth.” Sudah sore, aku mau mengajar ngaji di musholla.. Maaf ya..” Ning beranjak  dan Luth pun akhirnya pamit pulang, menaiki mobil jeep merahnya , menembus kabut tebal kembali ke arah kota.

Tak sampai 30 menit, Ning sudah sampai di musholla. Bersamaan dengan Pak RT yang datang untuk menjemput beberapa pemuda,” jeep keponakan istri saya masuk jurang ..keponakan saya meninggal di tempat kejadian..tolong 4 orang ikut saya ya..Ya Allah Luth..barusan kamu pamit..disuruh budemu nginep gak mau..”

 

 

Advertisements

2 thoughts on “[Prompt #15] Maaf

  1. FF yg bagus tapi logikanya banyak yg aneh.
    1. dokter ga pernah bilang ke pasien yg lain tentang pasienya yg krna HIV. itu sudah kode etik apalagi sampai nunjukin daftar.
    2. yg namanya HIV baru tedeteksi selah 10 tahun dan biasanya otg terdeteksi HIV karena dia sudah sakit berat akibat Aids.
    3. kalau mantan suami Ning HIV positif dan mereka brrbagi jarum suntik pasti si Ning itu akan positif

    riset dulu ttg HIV Mbak.
    btw gfnya ga twist sama sekali.
    sekian dan salam

    • Trims ajen…
      1. Kan udah dibilang kebetulan si L liat daftar pasien si dokter 🙂 Ya emang gak diceritain gemana caranya si L akhirnya dapet info..pasti jadi panjang ceritanya hehe
      2. itu betul..
      4. Ning memang positif.. atau Alena maksudnya anak si Ning?
      5. haha iya emang jauh dari twist..harap maklum..
      6. terima kasih sudah mampir + mengkritisi FF pertama di MFF *salaman*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s