Taman Hutan Kota Sumenep

Warga Sumenep pasti bertanya-tanya dimanakah Taman Hutan Kota Sumenep berada. Atau setidaknya pertanyaannya seputar seperti apa Taman Hutan Kota Sumenep itu. Sangat berbeda dengan Taman Adipura Sumenep yang sudah sangat terkenal seantero Madura, Taman Hutan Kota Sumenep jauh berbeda. Tak ada mainan anak-anak, yang ada hanya tanaman-tanaman tinggi, semak belukar, dan kolam ikan. Rata-rata pohon di Taman Hutan Kota ini berusia puluhan tahun, diantaranya pohon Pinang, pohon Nyamplung, Mangga, Palem, Bambu, Jambu Air, Ketapang, Gayam, dan masih banyak lagi tanaman lainnya.

Jadi dimana Taman Hutan Kota ini berada? Letaknya di Jl. Kamboja Sumenep, tak jauh dari komplek perkantoran Pemkab Sumenep. Sampai di jalan Kamboja tolah toleh mencari tulisan Taman Hutan Kota Sumenep, tentu akan sulit menemukannya. Karena memang tidak ada tulisan khusus yang menunjukkan tempat itu Taman Hutan Kota. Hanya sebuah tulisan yang dicetak diatas kertas putih dilaminating dan ditempelkan di sebuah pohon Akasia di sudut luar Taman Hutan Kota.

Sebenarnya ini adalah Taman Hutan Kota insidentil, yang tidak sengaja diberi nama Taman Hutan Kota karena saat ada lomba kebersihan, area ini sulit dibersihkan seperti area lainnya. Ya karena banyak pohon-pohon tinggi yang tidak mungkin ditebang hanya untuk keperluan lomba kebersihan. Beberapa petak kolam pun dipenuhi rumput tinggi dan rumpun-rumpun tanaman Pandan Wangi, nyaris seperti rawa. Akhirnya diberi nama Taman Hutan Kota saja, karena kondisinya memang seperti hutan di tengah kota. Tak ada yang dihilangkan untuk lomba kebersihan itu.

Bagian luar taman hutan kota ini berupa tanaman bambu Jepang yang hijau berderet. Keberadaan bambu-bambu ini sering menarik minat Wedding Organiser lokal untuk melengkapi dekorasi panggung mereka. Bagian dalam dari taman hutan kota ini belum ditata dengan baik, tanaman apa saja dibiarkan tumbuh apa adanya. Bahkan benalu pun tumbuh subur di pohon-pohon mangga yang usianya sudah puluhan tahun. Di kolam yang berair dangkal itu bisa ditemui tanaman-tanaman air selain Pandan, diantaranya kangkung, rumput, dan teratai yang tumbuh liar dan sering dimanfaatkan pencari rumput.

Ketidakteraturan taman hutan kota ini memang bukan tanpa alasan. Apapun itu, saya menginginkan Taman Hutan Kota ini menjadi taman yang indah, bukan hanya hutan yang lebat. Atau diganti saja menjadi Hutan Kota, tak perlu embel-embel nama Taman?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s